[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-54674-id":3,"doc-seo-54674-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},54674,1099513958762,"Logic","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/1000023916a998db790?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1784791008015729253",48,"Cerita & Novel","Arep Digawa Menyang Endi","Dokumen ini menceritakan kisah tentang penyu yang dibawa ke laut, namun kemudian dipindahkan ke daratan, yang menyebabkan mereka kelaparan. Cerita ini menyoroti pentingnya habitat alami bagi satwa laut dan potensi bahaya yang timbul akibat campur tangan manusia. Ilustrasi dalam dokumen menggambarkan perjalanan penyu, interaksi mereka dengan lingkungan baru, dan perasaan mereka saat menghadapi kesulitan. Kisah ini dapat berfungsi sebagai pengingat tentang tanggung jawab kita untuk melindungi ekosistem laut dan makhluk yang mendiaminya. Cerita ini diawali dengan deskripsi sekumpulan penyu yang berenang di laut, diikuti oleh adegan di mana mereka tampaknya diseret ke darat oleh semut. Adegan selanjutnya menunjukkan penyu-penyu yang terjebak di daratan, merasa lapar dan tidak nyaman, sementara ilustrasi terakhir menampilkan mereka kembali di air, bermain di bawah pancuran, yang mungkin menyiratkan kembalinya mereka ke habitat yang sesuai atau perlakuan yang lebih baik. Secara keseluruhan, cerita ini memiliki nuansa dongeng yang mungkin ditujukan untuk anak-anak, menyampaikan pesan tentang pentingnya rumah yang tepat untuk setiap makhluk hidup.","Naeng Tu dia do Boanon? Intan Tri Istanti  \nVannia Rizky Santoso  \nSreg...sreg...sreg...ponu-ponu mulaimamorpori!  \nTopi laut! Laut! Sude ponu ingkon tu san!  \nAha do i? Jaga, ra parmaraan! Paluadagingmu, ponu!  \nPlung! Plung! Plung! Tuani ma, nunga sahat ponu-ponu i tu aek.  \nOh-oh... Naeng tu dia boanon mu Ponu i? Toloooong!  \nO, toho dipapinda tu ambar na balga. Bur! Sonang ponu-ponu, dison aek na ngali.  \nNunga tolu ari dison, mulai male ponu-ponu.  \nTabo hian marmeam aek passur.  \nO, O, boasa gatal? Di sambola on . Di sambola  \nan .","cbCaivHkDIl10lx1","https://ap.wps.com/l/cbCaivHkDIl10lx1","pdf",1599760,5,1,21,"Indonesian","id",113,"# The Journey of the Turtles\n\n## A Day at the Beach\n\n## Troubles on Land\n\n## Returning to the Water","[{\"question\":\"Apa yang terjadi pada penyu dalam cerita ini?\",\"answer\":\"Penyu-penyu tersebut awalnya berada di laut, kemudian dibawa ke daratan, membuat mereka lapar, dan akhirnya kembali ke air.\"},{\"question\":\"Mengapa penyu menjadi lapar?\",\"answer\":\"Penyu-penyu tersebut menjadi lapar karena mereka dibawa ke daratan jauh dari habitat alami mereka di laut, tempat mereka biasanya mencari makan.\"},{\"question\":\"Apa pesan moral dari cerita ini?\",\"answer\":\"Pesan moralnya adalah pentingnya membiarkan setiap makhluk hidup berada di habitat alaminya dan bahaya campur tangan manusia terhadap keseimbangan alam serta kesejahteraan satwa liar.\"}]","Arep Digawa Menyang Endi | PDF",1783679275,32,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"where-are-they-taking-them","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/where-are-they-taking-them/54674/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-19","2026-07-10",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Apa yang terjadi pada penyu dalam cerita ini?","Question",{"text":77,"@type":78},"Penyu-penyu tersebut awalnya berada di laut, kemudian dibawa ke daratan, membuat mereka lapar, dan akhirnya kembali ke air.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Mengapa penyu menjadi lapar?",{"text":82,"@type":78},"Penyu-penyu tersebut menjadi lapar karena mereka dibawa ke daratan jauh dari habitat alami mereka di laut, tempat mereka biasanya mencari makan.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Apa pesan moral dari cerita ini?",{"text":86,"@type":78},"Pesan moralnya adalah pentingnya membiarkan setiap makhluk hidup berada di habitat alaminya dan bahaya campur tangan manusia terhadap keseimbangan alam serta kesejahteraan satwa liar.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,102,106,110,114,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":101},"story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":104,"show_sort_weight":98,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":108,"show_sort_weight":98,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":112,"show_sort_weight":98,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":116,"show_sort_weight":98,"slug":117},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]