[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-48272-id":3,"doc-seo-48272-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":95},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},48272,3848291630094,"Emma Wilson","https://eur-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45",48,"Cerita & Novel","Kapan Ibu Pulang?","Kisah ini menceritakan tentang Alia dan Bagas yang ditinggal ibunya bekerja di Jakarta sebagai pengasuh bayi. Selama kepergian ibunya, mereka diasuh oleh Mbah Kung, kakek mereka. Alia merasa cemas sekaligus senang karena bisa bermain sepuasnya tanpa larangan. Namun, Mbah Kung datang menjemput mereka, memaksa mereka untuk segera pulang. Sejak hari pertama, Alia sudah sangat merindukan ibunya. Rutinitas mereka berubah drastis; mereka harus bangun lebih pagi, bahkan saat libur, dan Mbah Kung mendisiplinkan mereka dengan menyuruh menyapu halaman dan mandi. Alia menggerutu karena ia harus menyisir rambutnya sendiri tanpa bantuan ibunya yang biasa menghiasnya dengan jepit atau pita. Usaha Mbah Kung membantu malah menghasilkan kuncir yang tinggi sebelah, membuat Alia kesal dan semakin merindukan ibunya. Ketika mencoba bermain dengan memanjat pohon jambu, Mbah Kung melarangnya karena khawatir mereka jatuh. Alia mengeluh karena banyak hal yang tidak boleh dilakukan. Saat makan siang, Mbah Kung menyajikan menu yang sama berulang kali, membuat Alia dan Bagas enggan makan. Mereka bahkan sempat kabur saat Mbah Kung masuk kamar, namun Mbah Kung kembali menjemput mereka. Melihat Mbah Tum menjemur gabah dengan gerakan yang terlihat seperti bermain, Alia dan Bagas tertarik untuk mencoba. Namun, Mbah Kung kembali datang dan memerintahkan mereka untuk makan terlebih dahulu sebelum bermain. Dengan berat hati, mereka pun menuruti perintah Mbah Kung, menunjukkan bahwa ketidaknyamanan mereka akibat disiplin Mbah Kung lebih besar daripada keinginan mereka untuk bermain bebas. Cerita ini menyoroti perasaan kehilangan dan kerinduan anak-anak saat orang tua mereka pergi bekerja, serta bagaimana mereka harus beradaptasi dengan aturan dan disiplin yang berbeda saat diasuh oleh kakek mereka.","Kapan Ibu Pulang? Veronica W  \nNur Shanti Indriani  \nIbu berangkat ke Jakarta untuk bekerjamenjadi pengasuh bayi. Selama Ibu pergi, Alia dan Bagas ditemani oleh Mbah Kung, kakek mereka.  \nAlia cemas, tetapi dia juga senang.  \n“Asyik, kita bisa main sampai sore . Tidak ada yang menyuruh kita segera pulang!” kata Bagas.  \nNamun, Mbah Kung datang menjemput. Mereka harus pulang saat itujuga.  \nBaru satu hari, Alia sudah rindu pada Ibu.  \nAlia dan Bagas juga harus bangun lebih pagi, termasuk saat libur.  \nMbah Kung mengomel, “Ayo, menyapu halaman! Libur bukan berarti kalian boleh bermalas-malasan.”  \nBelum lagi Mbah Kung menyuruh merekatetap mandi.  \n“Huh, kenapa libur harus mandi?” Alia menggerutu.  \nBiasanya, Ibu menyisir rambut Alia lalu menghiasnya denganjepit atau pita. Sekarang, Alia harus melakukannya sendiri. Aduh, sulit!  \n“Sini, Mbah Kung bantu!” kata Mbah Kung. Alia menurut. Namun, mengapa kuncirnya tinggi sebelah?  \nAlia protes, tetapi Mbah Kung berkata tidakusah meributkan hal kecil.  \nAlia kesal!  \nDia bertambah rindu kepada Ibu.  \nKetika Alia dan Bagas memanjat pohon jambu ….  \n“Hei, jangan memanjat-manjat! Nanti jatuh,”  \nteriak Mbah Kung.  \n“Ini tidak boleh. Itu tidak boleh,” Aliamengeluh.  \nKetika Alia dan Bagas ingin makan siang …. Ah, lagi-lagi Mbah Kung memasak menu yang sama . Pecel, oseng-oseng, atau lodeh.  \n“Makan saja, tidak usah pilih-pilih!” tegas Mbah Kung.  \nAlia dan Bagas tidak mau makan. Saat Mbah Kung masuk ke kamar, mereka mengambil sepeda dan pergi.  \nMereka melihat Mbah Tum sedang menjemurgabah. Gerakannya ke depan dan ke belakang, seperti bermain-main saja. Alia dan Bagas jadi ingin mencoba.  \n“Ratakan ke depan, ratakan ke belakang!”teriak Alia.  \nNamun, tiba-tiba Mbah Kung datang menjemput.  \n“Kenapa kalian tidak makan? Ayo makan dulu, baru main!” perintah Mbah Kung.  \nDengan enggan Alia dan Bagas menurut.","cbCaiiEC0QQbt2Bl","https://ap.wps.com/l/cbCaiiEC0QQbt2Bl","pdf",2246470,4,1,27,"Indonesian","id",113,"# Kapan Ibu Pulang?\n\n## Cerita Alia dan Bagas\n\n## Kehidupan Bersama Mbah Kung","[{\"question\":\"Mengapa Ibu Alia dan Bagas pergi ke Jakarta?\",\"answer\":\"Ibu Alia dan Bagas pergi ke Jakarta untuk bekerja menjadi pengasuh bayi.\"},{\"question\":\"Bagaimana perasaan Alia saat ibunya pergi?\",\"answer\":\"Alia merasa cemas tetapi juga senang karena bisa bermain sepuasnya, namun ia juga sangat merindukan ibunya.\"},{\"question\":\"Apa saja larangan dan aturan yang diberlakukan oleh Mbah Kung?\",\"answer\":\"Mbah Kung mengharuskan mereka pulang saat waktunya, bangun lebih pagi, menyapu halaman, mandi, tidak boleh memanjat pohon jambu, dan makan apa saja yang disajikan tanpa pilih-pilih.\"},{\"question\":\"Apa yang dilakukan Alia dan Bagas saat mereka kabur dari rumah?\",\"answer\":\"Saat kabur dari rumah, mereka melihat Mbah Tum menjemur gabah dan tertarik untuk mencoba gerakan tersebut.\"}]",1783568435,42,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":90,"head_meta":92,"extra_data":94,"updated_unix":28},"when-will-mom-come-home","",{"@graph":36,"@context":89},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/when-will-mom-come-home/48272/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-23","2026-07-09",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81,85],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa Ibu Alia dan Bagas pergi ke Jakarta?","Question",{"text":75,"@type":76},"Ibu Alia dan Bagas pergi ke Jakarta untuk bekerja menjadi pengasuh bayi.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana perasaan Alia saat ibunya pergi?",{"text":80,"@type":76},"Alia merasa cemas tetapi juga senang karena bisa bermain sepuasnya, namun ia juga sangat merindukan ibunya.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa saja larangan dan aturan yang diberlakukan oleh Mbah Kung?",{"text":84,"@type":76},"Mbah Kung mengharuskan mereka pulang saat waktunya, bangun lebih pagi, menyapu halaman, mandi, tidak boleh memanjat pohon jambu, dan makan apa saja yang disajikan tanpa pilih-pilih.",{"name":86,"@type":73,"acceptedAnswer":87},"Apa yang dilakukan Alia dan Bagas saat mereka kabur dari rumah?",{"text":88,"@type":76},"Saat kabur dari rumah, mereka melihat Mbah Tum menjemur gabah dan tertarik untuk mencoba gerakan tersebut.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":91,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":93,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":96},[97,102,104,108,112,116,120,124,128,132],{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":100,"slug":101},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":100,"slug":103},"story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":100,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":100,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":100,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":100,"slug":119},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":100,"slug":123},49,"Sastra","literature",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":100,"slug":127},52,"Teknologi","technology",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":100,"slug":131},50,"Ujian","exam",{"id":133,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":134,"show_sort_weight":100,"slug":135},57,"Umum","general"]