[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-449116-113":53,"doc-detail-449116-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","when-forest-fires-recur-layered-burdens-for-women-and-generations","Ketika Karhutla Berulang - Beban Berlapis Bagi Perempuan dan Generasi","","Dokumen ini menyajikan analisis kritis mengenai krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang di Indonesia, dengan fokus khusus pada wilayah Kalimantan. Analisis ini menyoroti bagaimana paradigma kapitalisme destruktif, yang mengeksploitasi hutan sebagai komoditas untuk keuntungan elit, menjadi akar sistemik dari kerusakan ekosistem dan krisis kesehatan massal. Dokumen ini juga mengemukakan perspektif filosofis-politik tentang peran negara sebagai pelindung atau junnah yang harus melakukan intervensi total, bukan sekadar tindakan reaktif. Dengan data statistik mengenai luasan kebakaran dan tingkat indeks standar pencemar udara yang mencapai ambang batas berbahaya, materi ini menegaskan bahwa dampak kerusakan ini menciptakan beban sosial yang berlapis, khususnya bagi perempuan dan keberlangsungan generasi mendatang di wilayah yang terdampak parah. Pendekatan ini menggabungkan kritik ekonomi politik dengan prinsip perlindungan masyarakat untuk menuntut solusi yang lebih substansial dan berkelanjutan bagi krisis iklim dan lingkungan.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/when-forest-fires-recur-layered-burdens-for-women-and-generations/449116/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/when-forest-fires-recur-layered-burdens-for-women-and-generations/449116.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"McQueen","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.presentationml.presentation","2026-10-04","2026-09-30",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":74},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa yang dimaksud dengan Negara sebagai Junnah dalam konteks perlindungan lingkungan?","Question",{"text":109,"@type":110},"Negara sebagai Junnah berarti negara berfungsi sebagai perisai pelindung yang wajib mengamankan nyawa rakyat dari ancaman fisik, sosial, dan ekologis, bukan sekadar pembuat kebijakan administratif.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Mengapa paradigma kapitalisme dianggap sebagai akar sistemik dari masalah kebakaran hutan?",{"text":114,"@type":110},"Paradigma ini memandang hutan hanya sebagai komoditas untuk eksploitasi ekonomi maksimal oleh segelintir elit, yang menyebabkan privatisasi lahan dan pengabaian terhadap keselamatan ekosistem.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Berapa luas total kebakaran hutan di Indonesia pada periode Januari-Juni 2026 berdasarkan data tersebut?",{"text":118,"@type":110},"Total luas kebakaran hutan di Indonesia pada periode Januari-Juni 2026 mencapai 107.465 hektar, dengan 57.081 hektar berpusat di Kalimantan.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},449116,1791086377,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":60,"file_id":131,"file_url":132,"file_type":133,"file_size":134,"view_count":74,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":135,"language":136,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":137,"faqs":138,"seo_title":139,"seo_description":61,"update_tm":140,"read_time":141},5909890329169,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_9964176cb1d06d4a9deccf72a44ae3dc","cbCaitYA9X7PUsCn","https://ap.wps.com/l/cbCaitYA9X7PUsCn","pptx",17130878,14,"Indonesian","# Negara sebagai Junnah (Perisai Pelindung)\n## Prinsip Utama dan Aplikasi Nyata\n# Akar Sistemik - Paradigma Kapitalisme Destruktif\n## Mekanisme Penguasaan Hutan dan Dampak Ekosistem\n# Darurat Udara di Jantung Borneo\n## Data Statistik Kebakaran dan Ancaman Kesehatan","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan Negara sebagai Junnah dalam konteks perlindungan lingkungan?\",\"answer\":\"Negara sebagai Junnah berarti negara berfungsi sebagai perisai pelindung yang wajib mengamankan nyawa rakyat dari ancaman fisik, sosial, dan ekologis, bukan sekadar pembuat kebijakan administratif.\"},{\"question\":\"Mengapa paradigma kapitalisme dianggap sebagai akar sistemik dari masalah kebakaran hutan?\",\"answer\":\"Paradigma ini memandang hutan hanya sebagai komoditas untuk eksploitasi ekonomi maksimal oleh segelintir elit, yang menyebabkan privatisasi lahan dan pengabaian terhadap keselamatan ekosistem.\"},{\"question\":\"Berapa luas total kebakaran hutan di Indonesia pada periode Januari-Juni 2026 berdasarkan data tersebut?\",\"answer\":\"Total luas kebakaran hutan di Indonesia pada periode Januari-Juni 2026 mencapai 107.465 hektar, dengan 57.081 hektar berpusat di Kalimantan.\"}]","Ketika Karhutla Berulang - Beban Berlapis Bagi Perempuan dan Generasi | PPTX",1790729379,22]