[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-140683-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-140683-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","webtoon-kerajaan-instrumen-enkulturasi-vol-9-no-1-june-2025","WEBTOON KERAJAAN INSTRUMEN ENKULTURASI - Vol. 9 No. 1 Juni 2025","","Penelitian ini membahas bagaimana nilai-nilai etika hidup yang terkandung dalam webtoon bertema kerajaan dapat menjalankan fungsi enkulturasi bagi pembaca. Tujuan penelitian adalah menjelaskan webtoon tema kerajaan sebagai media enkulturasi, sehingga pesan etika dapat dipahami dan direfleksikan dalam konteks budaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, serta analisis menggunakan teori fungsionalisme Bronislaw Malinowski. Hasil menunjukkan webtoon memiliki fungsi tambahan sebagai media enkulturasi.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/webtoon-kerajaan-instrumen-enkulturasi-vol-9-no-1-june-2025/140683/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/webtoon-kerajaan-instrumen-enkulturasi-vol-9-no-1-june-2025/140683.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Jordan Avery","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-22","2026-08-24",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",6,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa fokus penelitian tentang webtoon bertema kerajaan?","Question",{"text":63,"@type":64},"Penelitian berfokus pada bagaimana nilai-nilai etika hidup dalam webtoon bertema kerajaan dapat memunculkan fungsi enkulturasi bagi pembaca.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Mengapa webtoon tema kerajaan disebut dapat menjadi media enkulturasi?",{"text":68,"@type":64},"Karena webtoon bertema kerajaan menampilkan pola sopan santun dan kebijaksanaan hidup yang terkait dengan etika kehidupan bangsawan, sehingga dapat diserap pembaca sebagai pembelajaran nilai budaya.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Metode apa yang digunakan untuk menganalisis fungsi webtoon?",{"text":72,"@type":64},"Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, lalu dianalisis dengan teori fungsionalisme Bronislaw Malinowski.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},140683,1787596661,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},1099523882367,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_9964176cb1d06d4a9deccf72a44ae3dc","WEBTOON KERAJAAN INSTRUMEN ENKULTURASI  \nWebtoon kingdom of enculturation instruments  \nAlisha Aryanti¹*, Sriati Dwiatmini², Imam Setyobudi³¹²³Prodi Antropologi Budaya, Fakultas Budaya dan Media, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Jalan Buahbatu 212 Bandung 40285  \n*E-mail: [alishaaryanti12@gmail.com](alishaaryanti12@gmail.com)  \nArtikel diterima: 1 Juli 2022 | Artikel direvisi: 9 Mei 2023 | Artikel disetujui: 5 Mei 2025  \nAbstrak: Permasalahan penelitian ini ialah bagaimana nilai-nilai etika hidup dalam webtoon tema kerajaan dapat memunculkan fungsi enkulturasi bagi pembacanya. Tujuan penelitian adalah menjelaskan webtoon tema kerajaan dapat menjadi media enkulturasi bagi pembacanya. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, serta studi pustaka. Menggunakanteori fungsionalisme Bronislaw Malinowski untuk menganalisis fungsi dari webtoon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa webtoon memiliki fungsi tambahan yakni sebagai media enkulturasi.  \nKata Kunci: webtoon, fungsi, enkulturasi, nilai-nilai etika hidup  \nAbstract: The problem of this research is how the ethical values of life in the royal theme webtoon can bring out the enculturation function for the readers. The purpose of this research is to explain that royal theme webtoon can be a medium of enculturation for its readers. Using qualitative research methods with data collection techniques in the form of participatory observation, interviews, documentation, and literature study. Using the functionalism theory of Bronislaw Malinowski to analyze the function of the webtoon. The results showed that the webtoon has an additional function, namely as an enculturation medium.  \nKeywords: webtoon, function, enculturation, ethical values of life  \n1. Pendahuluan  \nTeknologi yang kian berkembang menjadi ladang hijau bagi penikmat internet. Dalam era globalisasi, internet menjadi sumber informasi yang paling banyak dikutip ulang dengan cara yang cukup praktis. Hal ini sejalan denganapa yang dikemukakan oleh Friedman (dalam Carmen: 2020) bahwa hadirnya globalisasi turut didukung dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih.  \nBesarnya penguna internet didunia memunculkan fenomenamenjamurnya aplikasi-aplikasi  \nmenarik. Berbagai fitur diciptakansedemikian rupa bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tiada habisnya. Tak ayal kemudahandalam mengakses internet memberi dampak bagi gaya hidup masyarakat yang peka terhadap tren dunia, termasuk terhadap budaya yang populer (Friedman dalam Carmen: 2020) seperti webtoon.  \nWebtoon berasal dari dua kata, yakni web dan cartoon, dan baru dikenal pada abad ke-21 . Webtoon merupakan bentuk digital dari komik yang diunggah ke sebuah platform  \nJurnal Budaya Etnika Vol. 9 No.1 Juni 2025  \nseperti Line Webtoon atau Kakaopage, baik situs di komputer ataupun aplikasilewat telepon genggam (Carmen, 2020) .  \nSajian dalam webtoon biasanyaberbentuk satu halaman panjang (Scroll Down untuk setiap chapter/strip), colorfull dan mudah diakses jikaterkoneksi internet (Mulia, 2018) secara gratis. Aksesnya yang mudah dijangkau hanya dengan sebuah sentuhan jari di layar menjadikan webtoon termasuk ke dalam budaya populer.  \nWati (2020:37-41) mengemukakan bahwa genre atau temayang tersedia dalam webtoon adalah sebagai berikut, romantis, drama, humor/komedi, fantasi, slice of life, horor, fantasi dan yang paling baru adalah kerajaan.  \nSecara umum, tema kerajaanadalah tema yang menyajikan cerita dengan latar belakang abad pertengahan lengkap dengan kehidupan sehari-hari di dalam lingkup istana. Lingkungan istana cermin karakteristik kehidupanyang pendidikan tinggi dan beradabserta halus tata tuturnya maupun pola tata kelakuan: penuh sopan santun, sikap yang terjaga, dan kebijaksanaankebijaksanaan hidup penuh filosofis. Jalan ceritanya maupun tema dan topiknya menyerupai novel-novel sastra Eropa abad ke-18 semacam pengarangpemikir Voltaire alias François-Marie  \n","cbCais3rLjczkzwn","https://ap.wps.com/l/cbCais3rLjczkzwn","pdf",624269,14,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar belakang perkembangan internet dan webtoon\n## Asal-usul webtoon dan genre/tema\n## Tema kerajaan dan kaitannya dengan nilai etika\n# Metode Penelitian\n## Pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data\n## Teori fungsionalisme Malinowski\n# Hasil dan Pembahasan\n## Fungsi webtoon sebagai media enkulturasi\n## Peran nilai etika hidup dalam pembentukan enkulturasi","[{\"question\":\"Apa fokus penelitian tentang webtoon bertema kerajaan?\",\"answer\":\"Penelitian berfokus pada bagaimana nilai-nilai etika hidup dalam webtoon bertema kerajaan dapat memunculkan fungsi enkulturasi bagi pembaca.\"},{\"question\":\"Mengapa webtoon tema kerajaan disebut dapat menjadi media enkulturasi?\",\"answer\":\"Karena webtoon bertema kerajaan menampilkan pola sopan santun dan kebijaksanaan hidup yang terkait dengan etika kehidupan bangsawan, sehingga dapat diserap pembaca sebagai pembelajaran nilai budaya.\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan untuk menganalisis fungsi webtoon?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, lalu dianalisis dengan teori fungsionalisme Bronislaw Malinowski.\"}]","WEBTOON KERAJAAN INSTRUMEN ENKULTURASI - Vol. 9 No. 1 Juni 2025 | PDF",22]