[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-92723-id":3,"doc-seo-92723-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},92723,687197207057,"Sage","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0",48,"Cerita & Novel","Warar Matoy a Hatkwe - Gadis Patung - Seri Buku Cerita-5","Warar Matoy a Hatkwe berisi kisah tentang seorang janda dan putrinya Nita yang sehari-hari mencari kayu bakar, menjualnya, lalu tumbuh menjadi gadis cantik. Seiring waktu, Nita berubah menjadi sombong dan menolak bergaul dengan anak-anak miskin. Ketika Nita meminta izin bekerja di kota, ia tinggal bersama keluarga kaya yang baik, tetapi tetap tidak menghargai kasih sayang dan mulai menolak bantuan dari orang-orang sekitarnya. Cerita berujung pada panggilan untuk pulang menjenguk ibunya yang sangat merindukan Nita.","WARAR MATOY A HATKWE  \nGADIS PATUNG  \nSERI BUKU CERITA-5  \nTel Maslyarkwe, Bahasa Indonesia, English Primer  \nWARAR MATOY A HATKWE  \nGADIS PATUNG  \nBuku Asli oleh:  \nJohnny Tjia, B.A.  \nDr. Joost J.J. Pikkert  \nCheryl Pikkert, M.A.  \nDigambarkan oleh:  \nSlamet Prayitno  \nDiterjemahkan oleh:  \nMeli G. Hulkiawar  \nSony Loblobly  \nThom Lurusmanat  \nEcu Masombe  \nDavid Coward, MA  \nTel Maslyarkwe, Bahasa Indonesia, English Tanimbar, Maluku, Indonesia  \nCopyright © 1994, 2017, 2024, 2025 LPM dan YPMD-KKT  \nKalau isi buku ini perlu digunakan dalam bentuk lain, mohon kantor YPMD  \nKKT dihubungi sebelumnya.  \nWarar Matoy a Hatkwe  \nGadis Patung: Teks dalam bahasa Selaru  \ndi Tanimbar, Maluku, Indonesia  \nThe Girl that Became a Statue: Main text is in the Selaru language of the Tanimbar Islands of Maluku, Indonesia  \nDilarang memperbanyak buku ini untuk tujuan komersial. Untuk tujuan nonkomersial, buku ini dapat diperbanyak tanpa izin dari LPM.  \nDevelopment of The Girl that Became a Statue made possible by a grant from the Canadian Embassy in Indonesia  \nDigambarkan oleh: Slamet Prayitno Buku ini dapat dibeli dari: Kantor YPMD-KKT, Saumlaki  \nCetakan Keempat 2025  \nUntuk kalangan sendiri  \nTi a hnu ne it mo, enen somke it ma yor ananwararke, ma ani Nita. Sew kyaki nekre deruke rbati relaw o utnwo arwala, ma ana rba ti rketa ohnu lanke.  \nDi sebuah desa hiduplah seorang janda bersama putrinya yang bernama Nita. Setiap hari mereka mencari kayu bakar di hutan, lalumenjualnya di kota.  \nSeure kiliku i, desikeo Nita neke lyean ma warar ai, ode mata ne eras a ksyalik. Keskyede talobakke obyitil tenanke ma atat.  \nWaktu terus berlalu. Nita tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Sayang sekali Nita menjadi sombong.  \nOde sekwe it bonyo, Nita neke iten toha ena mabya ti yobak karya o hnu lanke. Khehyei ne, ena-nalema you ma bya. Keskyede lyuan ena lanidik, lemade ena-na lyura i ma bya bo.  \nSuatu hari Nita minta izin ibunya untuk bekerja di kota. Semulaibunya keberatan, tetapi Nita terus memaksa. Akhirnya Nitadiizinkan pergijuga.  \nOde ti hnu lan desike, Nita imin ti iry a maka wait maloly nekre wait sekye, ode iry desikre ralatare erasa ksyalik ti i. Iry desikre ral Nita kindika anat elikke. Ma rsurtyohak i ma rliw a simbol o rabit a eras nekre ti i.  \nDi kota Nita tinggal bersama keluarga kaya yang murah hati. Di sana Nita dianggap sebagai anaknya sendiri. Dia diberi pakaian yang indah-indah dan selalu dimanja.  \nNita neke musti mo syalak eraske ba ti Hulasokweti iry nekre wait alala eraske ti i ne. Keskyede kyosydesy ma o, byitil tenanke ma atat a ksyalik, malema byuma ika lui yor naman lema manait ei sra ohah nekre.  \nSeharusnya Nita bersyukur dengan semuanya itu. Tetapi nyatanya Nita semakin sombong saja. Dia tidak mau bergaul dengananak-anak yang miskin.  \nOde sekwe it bonyo, enen manal Nita ma anan ineke byu ti Nita de byohe,“Nita, lemamo mulak o bai wasimw hnuke ma ti msweak enamw aduk, kali desi myaboka o a ksyalik de.”  \nSuatu hari Nita diminta pulang untuk menjenguk ibunya.“Pulanglah dulu, Nita. Ibumu pasti sudah sangat merindukanmu,”kata ibu angkatnya.","cbCaitGXUWV6HQZb","https://ap.wps.com/l/cbCaitGXUWV6HQZb","pdf",4791958,5,1,23,"Indonesian","id",113,"# Nita dan kehidupan di desa\n## Nita tumbuh menjadi gadis cantik yang sombong\n# Nita pergi ke kota\n## Tinggal bersama keluarga kaya dan perubahan sikap","[{\"question\":\"Siapa tokoh utama dalam cerita ini?\",\"answer\":\"Tokoh utama adalah Nita, putri dari seorang janda. Cerita juga memperkenalkan ibunya dan keluarga kaya di kota.\"},{\"question\":\"Bagaimana perjalanan hidup Nita dari desa ke kota?\",\"answer\":\"Di desa, Nita dan ibunya mencari kayu bakar dan menjualnya. Setelah Nita meminta izin bekerja di kota, ia akhirnya pergi dan tinggal dengan keluarga kaya yang menerimanya baik.\"},{\"question\":\"Mengapa Nita bermasalah setelah tinggal di kota?\",\"answer\":\"Nita menjadi semakin sombong dan tidak mau bergaul dengan anak-anak miskin, meski keluarga kaya memperlakukannya dengan penuh kasih.\"}]",1784320288,35,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"warar-matoy-a-hatkwe-the-girl-that-became-a-statue-story-book-series-5","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/warar-matoy-a-hatkwe-the-girl-that-became-a-statue-story-book-series-5/92723/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-27","2026-07-17",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Siapa tokoh utama dalam cerita ini?","Question",{"text":76,"@type":77},"Tokoh utama adalah Nita, putri dari seorang janda. Cerita juga memperkenalkan ibunya dan keluarga kaya di kota.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Bagaimana perjalanan hidup Nita dari desa ke kota?",{"text":81,"@type":77},"Di desa, Nita dan ibunya mencari kayu bakar dan menjualnya. Setelah Nita meminta izin bekerja di kota, ia akhirnya pergi dan tinggal dengan keluarga kaya yang menerimanya baik.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Mengapa Nita bermasalah setelah tinggal di kota?",{"text":85,"@type":77},"Nita menjadi semakin sombong dan tidak mau bergaul dengan anak-anak miskin, meski keluarga kaya memperlakukannya dengan penuh kasih.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":100},"story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":97,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":97,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":97,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":97,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":97,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general"]