[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-492397-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":79,"doc-detail-492397-id":126},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":72,"head_meta":74,"extra_data":76,"updated_unix":78},113,"id","using-singular-and-plural-nouns-through-picture-stories","Penggunaan Kata Benda Tunggal dan Jamak Melalui Cerita Bergambar","","Penggunaan bahasa Inggris menjadi kebutuhan dari tingkat dasar hingga tingkat atas, namun siswa menghadapi hambatan karena English bukan bahasa ibu, meliputi kosakata terbatas, minimnya media pembelajaran, serta pemahaman struktur kata benda tunggal dan jamak yang kurang. Kegiatan pengabdian bertujuan melatih siswa SDN 01 Pamulang Timur membandingkan penggunaan kata benda tunggal dan jamak serta meningkatkan kosakata melalui cerita bergambar. Metode bercerita interaktif melibatkan 25 siswa dan menunjukkan peningkatan nilai pada siklus bertahap (20%, 68%, hingga 92%). Berdasarkan hasil, cerita bergambar efektif untuk membedakan tunggal-jamak dan menguatkan kosakata.",{"@graph":14,"@context":71},[15,34,54],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/","Layanan Kesehatan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/using-singular-and-plural-nouns-through-picture-stories/492397/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":48,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":49,"interactionStatistic":50},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/using-singular-and-plural-nouns-through-picture-stories/492397.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Connor ","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-01",true,{"@type":51,"interactionType":52,"userInteractionCount":26},"InteractionCounter",{"@type":53},"ViewAction",{"@type":55,"mainEntity":56},"FAQPage",[57,63,67],{"name":58,"@type":59,"acceptedAnswer":60},"Apa tujuan kegiatan pengabdian masyarakat dalam dokumen ini?","Question",{"text":61,"@type":62},"Melatih siswa SDN 01 Pamulang Timur membandingkan penggunaan kata benda tunggal dan jamak serta meningkatkan kosakata bahasa Inggris melalui cerita bergambar.","Answer",{"name":64,"@type":59,"acceptedAnswer":65},"Metode apa yang digunakan untuk melaksanakan PKM?",{"text":66,"@type":62},"PKM menggunakan metode bercerita melalui cerita bergambar yang interaktif dan menarik.",{"name":68,"@type":59,"acceptedAnswer":69},"Bagaimana hasil peningkatan nilai siswa pada tiap tahap?",{"text":70,"@type":62},"Tahap pertama 20% (5 siswa) mendapat nilai bagus, tahap kedua meningkat menjadi 68% (17 siswa), dan tahap terakhir meningkat hingga 92% (sekitar 23 siswa) mendapat nilai bagus.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":73,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":75,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":77,"site_id":7},492397,1790897936,{"code":4,"msg":80,"data":81},"success",[82,87,91,95,99,102,106,110,114,118,122],{"id":83,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":84,"show_sort_weight":85,"slug":86},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":88,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":85,"slug":90},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":92,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":85,"slug":94},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":85,"slug":98},51,"Komik","comic",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":85,"slug":101},53,"healthcare",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":104,"show_sort_weight":85,"slug":105},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":108,"show_sort_weight":85,"slug":109},49,"Sastra","literature",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":112,"show_sort_weight":85,"slug":113},52,"Teknologi","technology",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":116,"show_sort_weight":85,"slug":117},50,"Ujian","exam",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":120,"show_sort_weight":85,"slug":121},57,"Umum","general",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":124,"show_sort_weight":4,"slug":125},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":80,"data":127},{"doc_id":77,"user_id":128,"nickname":42,"user_avatar":129,"doc_module":4,"category_id":100,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":130,"file_id":131,"file_url":132,"file_type":133,"file_size":134,"view_count":26,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":135,"language":136,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":137,"faqs":138,"seo_title":139,"seo_description":12,"update_tm":140,"read_time":141},687207022233,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BHINNEKA  \nVolume 3, No. 4, Tahun 2025  \n[https://bhinnekapublishing.com/ojsbp/index.php/Jpmb](https://bhinnekapublishing.com/ojsbp/index.php/Jpmb)  \ne-ISSN : 2963-3753  \nPenggunaan Kata Benda Tunggal dan Jamak Melalui Cerita  \nBergambar  \nAnita Sari1, Wirhayati2  \n1,2 Universitas Pamulang, Indonesia  \nReceived : 22 Juni 2025, Revised : 25 Juni 2025, Published : 4 Juli 2025  \nCorresponding Author  \nNama Penulis: Anita Sari  \nE-mail: [dosen01170@unpam.ac.id](dosen01170@unpam.ac.id)  \nAbstrak  \nPenggunaan bahasa Inggris di era modernisasi menjadi kebutuhan tersendiri mulai dari tingkat dasar sampai tingkat atas. Hal itu terlihat dari penerapan bahasa Inggris sejak usia dini dimana otak anakanak dapat memproses informasi lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Akan tetapi siswa memiliki kesulitan dalam mempelajari bahasa Inggris yang bukan merupakan “bahasa ibu” mereka sepertiketerbatasan kosakata, kurangnya media pembelajaran dan kurangnya pemahaman struktur kata benda seprti tunggal dan jamak dalam bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan melatih siswa SDN 01 Pamulang Timur membandingkan kata benda tunggal dan jamak sertameningkatkan kosakata melalui cerita bergambar. PKM ini melibatkan 25 siswa dengan menggunakan metode bercerita melalui cerita bergambar yang interaktif dan menarik. Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan pada tahap pertama 20% atau 5 siswa mendapatkan nilai bagus. Pada tahap keduaterjadi peningkatan menjadi 68% atau 17 siswa mendapat nilai bagus. Pada terakhir peningkatan nilai bertambah 92% atau sekitar 23 siswa mendapatkan nilai bagus. Berdasarkan hasiltersebutdisimpulkan bahwa penggunaan cerita bergambar dinilai efektif dalam membedakan penggunaan kata benda tunggal dan jamak serta meningkatkan kosakata bahasa Inggris anak.  \nKata kunci-bahasa Inggris, sekolah dasar, cerita bergambar, tunggal dan jamak  \nAbstract  \nEnglish becomes a special needs in this modern era started from basic to high level. It can be seen from the implications of getting English where kids can easily quick absorb all the information better than adults. Since English is not their mother tongue, they have difficulty in learning English such as having limited vocabulary, lacking of engaging learning media, and lacking of comprehending English word structures such as singular and plural. This community service is aimed to train 25 students of SDN 01 Pamulang Timur of differentiating singular plural and enhancing their vocabulary through picture story. The method is using storytelling through interactive and interesting picture story. The results show that there is approximately 20% or 5 students got a good score in cycle 1. Moreover, the increasing happened in cycle 2 where 68% or17 students got high score. In the last cycle, the percentage is improving by showing 92% or 23 students got best grade. Based on the results, it can be concluded that a picture story is effectively used in distinguishing singular and plural nouns and enchancing students’ English vocabulary  \nKeywords -English, elementary school, picture story, singular and plural  \nHow To Cite : Sari, A., & Wirhayati, W. (2025). Penggunaan Kata Benda Tunggal dan Jamak Melalui Cerita Bergambar . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 3(4), 645–653.  [https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.22](https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.225)[5](https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.225)[ ](https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.225)Copyright ©2025 Anita Sari, Wirhayati Wirhayati  \nThis work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license  \n Hal | 645  \nPENDAHULUAN  \nKemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai semua orang. Karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional, yang dapat menghubungkan individuindividu dari berbagai negara yang berbeda dalam berkomunikasi. Selain dalam menyampaikan informasi, kemampuan berbahasa juga harus dimiliki setiap individu untuk menyampaikan pik","cbCaihoPEFE0RoF4","https://ap.wps.com/l/cbCaihoPEFE0RoF4","pdf",1071808,9,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar belakang kebutuhan bahasa Inggris\n## Hambatan pembelajaran kata benda tunggal dan jamak\n## Perlunya media belajar interaktif","[{\"question\":\"Apa tujuan kegiatan pengabdian masyarakat dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Melatih siswa SDN 01 Pamulang Timur membandingkan penggunaan kata benda tunggal dan jamak serta meningkatkan kosakata bahasa Inggris melalui cerita bergambar.\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan untuk melaksanakan PKM?\",\"answer\":\"PKM menggunakan metode bercerita melalui cerita bergambar yang interaktif dan menarik.\"},{\"question\":\"Bagaimana hasil peningkatan nilai siswa pada tiap tahap?\",\"answer\":\"Tahap pertama 20% (5 siswa) mendapat nilai bagus, tahap kedua meningkat menjadi 68% (17 siswa), dan tahap terakhir meningkat hingga 92% (sekitar 23 siswa) mendapat nilai bagus.\"}]","Penggunaan Kata Benda Tunggal dan Jamak Melalui Cerita Bergambar | PDF",1790862809,14]