[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-228572-113":53,"doc-detail-228572-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","use-of-ai-in-suspect-examination-process-in-police-criminal-investigation-akhmad-maimun","Penggunaan Ai Dalam Proses Pemeriksaan Tersangka Dalam Penyidikan Di Kepolisian - Akhmad Maimun","","Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi inovasi teknologi yang mengubah berbagai sektor, termasuk penegakan hukum. Artikel ini menguraikan peran strategis AI dalam mendukung proses penyidikan oleh kepolisian di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan hukum normatif melalui studi kepustakaan, statute approach, conceptual approach, dan comparative approach terhadap regulasi serta praktik penyidikan. Kajian menegaskan AI melalui forensik digital, pengenalan wajah, pemolisian prediktif, drone otonom, dan deteksi kebohongan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyidikan. Namun implementasi masih menghadapi kendala regulasi, isu etika, dan keterbatasan literasi teknologi aparat, sehingga direkomendasikan penguatan regulasi, peningkatan kompetensi, dan kolaborasi lintas sektor.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/use-of-ai-in-suspect-examination-process-in-police-criminal-investigation-akhmad-maimun/228572/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/use-of-ai-in-suspect-examination-process-in-police-criminal-investigation-akhmad-maimun/228572.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Cipher","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-27","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",5,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Bagaimana AI berfungsi dalam proses penyidikan oleh kepolisian?","Question",{"text":110,"@type":111},"AI memanfaatkan algoritma dan model matematika untuk memproses data, mendeteksi kejanggalan, serta membantu pengambilan keputusan berbasis pola yang dipelajari dari data sebelumnya.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Contoh penerapan AI apa saja yang dibahas untuk membantu investigasi?",{"text":115,"@type":111},"Artikel menyoroti analisis forensik digital untuk melacak jejak digital, pengenalan wajah dari CCTV untuk identifikasi pelaku, pemolisian prediktif, serta alat deteksi kebohongan (lie detector) dan drone otonom.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Apa tantangan utama implementasi AI dalam penegakan hukum di Indonesia?",{"text":119,"@type":111},"Tantangannya meliputi keterbatasan regulasi, isu etika, serta kurangnya pemahaman teknologi di kalangan aparat penegak hukum.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},228572,1789027263,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},687208528416,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_9964176cb1d06d4a9deccf72a44ae3dc","Penggunaan Ai Dalam Proses Pemeriksaan Tersangka Dalam  \nPenyidikan Di Kepolisian  \nAkhmad Maimun 1, Deden Yulian Thomas2  \n1Universitas Muhammadiyah Jember; [akhmadmaimun@unmuhjember.ac.id](akhmadmaimun@unmuhjember.ac.id)  \n2Universitas Muhammadiyah Jember; [dedenrider1@gmail.com](dedenrider1@gmail.com)  \n*Correspondensi: Akhmad Maimun [Email:](Email: akhmad-maimun@unmuhjember.ac.id)[ ](Email: akhmad-maimun@unmuhjember.ac.id)[akhmad-maimun@unmuhjember.ac.id](Email: akhmad-maimun@unmuhjember.ac.id)  \nCopyright: © 2025 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY NC) license ([http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/](http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/)).  \nAbstrak: Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjadi salah satu inovasi teknologi yang membawa perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk penegakan hukum. Artikel ini membahas peran strategis AI dalam mendukung proses penyidikan oleh kepolisian, khususnya dalam konteks hukum di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan pendekatan hukum normatif melalui studikepustakaan, statute approach, conceptual approach, dan comparative approach terhadap regulasi dan praktik penyidikan di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI, melalui aplikasi seperti analisis forensik digital, pengenalan wajah, pemolisian prediktif, drone otonom, dan alat deteksi kebohongan (lie detector), mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyidikan dengan analisis data yang mendalam, deteksi pola kejahatan, serta identifikasi pelaku secara lebihakurat. Namun, implementasi AI dalam penegakan hukum di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan regulasi, isu etika, sertapemahaman teknologi di kalangan aparat penegak hukum. Artikel ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi, peningkatan literasi teknologi di lingkungan kepolisian, dan kolaborasi lintas sektor untuk optimalisasi pemanfaatan AI dalam mendukung penegakan hukum yang adil dan modern  \n.  \nKeywords: Artificial Intelligence; Penyidikan; Kepolisian  \nPENDAHULUAN  \nKecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) merupakan teknologi atau sistem yang dirancang untuk menjalankan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Tugas-tugas tersebut meliputipemrosesan bahasa alami, pengambilan keputusan, hingga pengenalan gambar. AI bekerja denganmemanfaatkan algoritma dan model matematika guna mengenali pola dalam data serta belajar dari pengalaman sebelumnya untuk meningkatkan akurasi dan kinerja pada tugas-tugas tertentu. Salah satu contoh penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan asisten virtual atau chatbot, yang mampu merespons secara otomatis dan membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas.(Febryanti and Terbuka 2025)  \nTeknologi ini memiliki kemampuan untuk menganalisis data dalam jumlah besar secara cepat, mendeteksi kejanggalan, serta memprediksi kejadian berdasarkan data historis dan informasi terkini. Penggunaannya bukan hanya menjadi alat bantu, melainkan juga komponen vital dalam mempercepat dan memodernisasi proses penegakan hukum. Secara umum, kecerdasan buatan mampu melakukan analisis data secara mendalam dan terstruktur, kemampuan yang sangat krusial dalam penyelidikan kriminal. AI dapat mengungkap keterkaitan kompleks antara berbagai variabel dalam suatu kasus, yang kerap kali sulit ataumemakan waktu lama jika dilakukan secara manual oleh manusia.Salah satu penerapan utamanya dalam dunia investigasi kriminal adalah pada analisis forensik digital. Dalam konteks ini, teknologi digunakanuntuk melacak jejak digital yang ditinggalkan oleh pelaku kejahatan siber. Jejak tersebut bisa berupa email,  \npesan singkat, rekaman video, hingga transaksi keuangan, semuanya dapat dianalisis guna mengidentifikasi pola yang relevan dalam proses penyelidikan.  \nSebagai contoh, algoritma dapat dimanfaatkan untuk mengenali pola transaksi yang mencurigakandalam kasus keja","cbCaivS4oSyA48xw","https://ap.wps.com/l/cbCaivS4oSyA48xw","pdf",323876,8,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Peran AI dalam pemrosesan data dan investigasi kriminal\n## Penerapan AI: forensik digital dan pengenalan wajah\n## Faktor pendorong transformasi profesi hukum\n## Perkembangan dan tantangan penerapan AI dalam hukum","[{\"question\":\"Bagaimana AI berfungsi dalam proses penyidikan oleh kepolisian?\",\"answer\":\"AI memanfaatkan algoritma dan model matematika untuk memproses data, mendeteksi kejanggalan, serta membantu pengambilan keputusan berbasis pola yang dipelajari dari data sebelumnya.\"},{\"question\":\"Contoh penerapan AI apa saja yang dibahas untuk membantu investigasi?\",\"answer\":\"Artikel menyoroti analisis forensik digital untuk melacak jejak digital, pengenalan wajah dari CCTV untuk identifikasi pelaku, pemolisian prediktif, serta alat deteksi kebohongan (lie detector) dan drone otonom.\"},{\"question\":\"Apa tantangan utama implementasi AI dalam penegakan hukum di Indonesia?\",\"answer\":\"Tantangannya meliputi keterbatasan regulasi, isu etika, serta kurangnya pemahaman teknologi di kalangan aparat penegak hukum.\"}]","Penggunaan Ai Dalam Proses Pemeriksaan Tersangka Dalam Penyidikan Di Kepolisian - Akhmad Maimun | PDF",12]