[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-339247-113":53,"doc-detail-339247-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","uncovering-the-contradictions-of-the-jahmiyyah-in-grounding-their-doctrinal-innovations-of-speech-volume-four-al-istiwa-ascension-al-uluw-highness-an-nuzul-descent-al-hayyiz-space-al-jihah-direction-al-jism-body-ar-ruyah-seeing-allah","Mengungkap Kerancuan Kaum Jahmiyah dalam Mendasarkan Bid’ah-Bid’ah Kalam Mereka - Jilid Keempat: Al-Istiwa' (Bersemayam)– Al-'Uluw (Ketinggian)– An-Nuzul (Turun)– Al-Hayyiz (Ruang)– AlJihah (Arah)– Al-Jism (Jisim)– Ar-Ru'yah (Melihat Allah)","","Seri QantaraLit Ke-630 menghimpun pembahasan Ibnu Taimiyah tentang kesalahan pemahaman Jahmiyyah terkait fondasi “bid’ah-bid’ah” dalam kalam mereka. Naskah jilid keempat menyinggung tema Al-Istiwa', Al-'Uluw, An-Nuzul, Al-Hayyiz, Al-Jihah, Al-Jism, dan Ar-Ru'yah, termasuk bantahan bahwa penetapan arah atau ruang bagi Allah tidak dapat diterima. Argumen menggunakan penalaran tentang bentuk bumi, penafsiran istilah “falak” dalam bahasa Arab, serta penguatan makna melalui dalil Al-Qur’an dan hadis sahih, sekaligus menyebut adanya ijmak bahwa falak berbentuk bulat.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":10,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/uncovering-the-contradictions-of-the-jahmiyyah-in-grounding-their-doctrinal-innovations-of-speech-volume-four-al-istiwa-ascension-al-uluw-highness-an-nuzul-descent-al-hayyiz-space-al-jihah-direction-al-jism-body-ar-ruyah-seeing-allah/339247/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/uncovering-the-contradictions-of-the-jahmiyyah-in-grounding-their-doctrinal-innovations-of-speech-volume-four-al-istiwa-ascension-al-uluw-highness-an-nuzul-descent-al-hayyiz-space-al-jihah-direction-al-jism-body-ar-ruyah-seeing-allah/339247.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Emma Wilson","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-26","2026-09-21",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa pokok bahasan utama jilid keempat ini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Jilid keempat membahas tema-tema Al-Istiwa' (Bersemayam), Al-'Uluw (Ketinggian), An-Nuzul (Turun), Al-Hayyiz (Ruang), Al-Jihah (Arah), Al-Jism (Jisim), dan Ar-Ru'yah (Melihat Allah) serta bantahan terhadap dasar pemikiran Jahmiyyah dalam kalam mereka.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana naskah menolak kemungkinan Allah berada pada suatu arah?",{"text":114,"@type":110},"Naskah menekankan bahwa jika bumi berbentuk bola, maka arah “atas” bagi satu pihak menjadi “bawah” bagi pihak lain, sehingga mengkhususkan Allah pada satu arah menjadi tidak sesuai dan dianggap batil menurut kesepakatan dengan lawan bicara.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Apa kaitan pembahasan falak berbentuk bulat dengan argumen dalam naskah?",{"text":118,"@type":110},"Naskah menyatakan adanya ijmak ulama bahwa falak berbentuk bulat, lalu menggunakan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta penjelasan makna istilah “falak” dalam bahasa Arab untuk menguatkan arah pembahasan.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},339247,1790307661,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":8,"category_name":10,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":141,"read_time":142},3848291630094,"https://eur-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","QantaraLit Seri Ke-630  \nMengungkap Kerancuan Kaum Jahmiyah dalam Mendasarkan Bid’ah-Bid’ah Kalam Mereka 04  \nبيان تلبيس الجهمية في تأسيس بدعهم الكلامية  \nJilid Keempat: Al-Istiwa' (Bersemayam)– Al-'Uluw (Ketinggian)– An-Nuzul (Turun)– Al-Hayyiz (Ruang)– AlJihah (Arah)– Al-Jism (Jisim)– Ar-Ru'yah (Melihat Allah)  \nPenulis: Ibnu Taimiyah (wafat tahun 728 H) Ditahqiq oleh: Dr. Muhammad Al-Abdul Aziz Al-Lahim Tata Letak: Muhamad Abid Hadlori, S.Ag. ,Lc.  \nTerjemahan berbantuan AI  \nSelesai diterjemahkan:  \n08 Rabi’ul Akhir 1448 H – 19 September 2026 Ponpes Ibnu Abbas As-Salafy Sragen, Jawa Tengah, Indonesia  \nWakaf untuk Kaum Muslimin  \n(bebas sebar, cetak & gandakan, bukan untuk tujuan komersial)  \nSPESIFIKASI NASKAH:  \n• Ukuran Buku : (B5 / 18,2 × 25,7 cm) PENGATURAN TEKS:  \n• Font Teks : (Souvenir Lt BT)  \n• Ukuran Font : (16 pt)  \n• Spasi Baris : (1,15)  \n• Perataan Teks : Rata kiri-kanan (Justify)  \n• Indent Paragraf : 1,27 cm  \nPENGATURAN HALAMAN:  \n• Margin Atas : 2,54 cm  \n• Margin Bawah : 2,54 cm  \n• Margin Kanan : 1,9 cm  \n• Margin Kiri : 1,9 cm  \nLAYOUT:  \n• Desain Sampul : Chat GPTDesain Isi : Microsoft 365  \nPasal  \nAr-Razi berkata, \"Argumen kelima adalah bahwa bumi itu bulat (berbentuk bola) . Jika demikian, maka mustahil Allah Ta'ala berada dalam ruang dan arah.\"  \nPenjelasan poin pertama: apabila terjadi gerhanabulan, lalu kita bertanya kepada penduduk di ujung timur tentang awal mulanya, mereka akan mengatakan bahwagerhana itu terjadi pada awal malam. Sedangkan jika kita bertanya kepada penduduk di ujung barat, mereka akanmengatakan bahwa gerhana itu terjadi pada akhir malam. Maka kita mengetahui bahwa awal malam di ujung timur adalah sama persis dengan akhir malam di ujung barat, dan hal itu mengharuskan bahwa bumi berbentuk bola.  \nKami katakan bahwa karena bumi berbentuk bola, maka mustahil Sang Pencipta berada dalam salah satu ruang (tempat), sebab jika bumi berbentuk bola, maka arah yang disebut \"atas\" bagi penduduk timur adalah arah \"bawah\" bagipenduduk barat, dan demikian pula sebaliknya. Makaseandainya Sang Pencipta dikhususkan berada pada salah satu arah, niscaya Dia Ta'ala berada di arah bawah bagisebagian manusia, dan itu batil menurut kesepakatan antara kami dan lawan bicara. Maka tetaplah bahwa mustahil Dia dikhususkan pada suatu arah.  \nTanggapan atas hal ini adalah bahwa apa yang disebutkan itu dibangun di atas anggapan bahwa bumi berbentuk bulat dan falak (langit/orbit-orbit) juga berbentuk bulat. Persoalan ini kadang diperselisihkan oleh sebagian orang, karena di antara ahli kalam ada yang menentangnya dan menolak bahwa falak berbentuk bulat, sebagaimanadilakukan oleh sebagian orang yang membantah merekadalam kitab \"Ad-Daqa'iq\" dan lainnya. Demikian pula sebagian orang yang menisbatkan dirinya kepada ilmuterkadang menolak hal itu, dan bisa jadi hal ini muncul dari pendapat-pendapat ahli nujum (astrolog) yang menyelisihisyariat. Demikian pula ahli kalam terkadang memperdebatkan hal ini dengan cara-cara dialektis (jadal), dan ahli fikih pun terkadang memperdebatkannya dengananggapan bahwa hal ini menyelisihi syariat. Padahal tidak satu pun dari mereka memiliki dalil syar'i maupun dalil akal yang menyelisihi hal itu, dan tidak ada yang menghalangi bahwa falak itu berbentuk bulat. Tidak dinukil dari seorang pun imam Islam dan ulamanya adanya perselisihan dalammasalah ini.  \nBahkan tidak sedikit ulama kaum muslimin yang menyebutkan, seperti Syaikh Abul Husain Ibnul Munadi—salah seorang ulama terkenal yang memiliki banyak karyatulis dari kalangan generasi kedua murid Imam Ahmad—demikian pula Abu Muhammad bin Hazm dan Abul Faraj Ibnul Jauzi, bahwa kaum muslimin telah bersepakat (ijmak)  \nbahwa falak itu berbentuk bulat. Abul Husain adalah salah satu orang yang paling luas wawasannya, demikian pulaulama-ulama tersebut. Apabila dia atau selainnya menyebutkan adanya ijmak ulama kaum muslimin bahwa falak itu berbentuk bulat, maka siapa pun yang menentang setelah adanya ijmak ini—baik dari kalangan ahli kala","cbCaibGsAx9IjeLt","https://ap.wps.com/l/cbCaibGsAx9IjeLt","pdf",6527911,619,"Indonesian","# QantaraLit Seri Ke-630\n## Mengungkap Kerancuan Kaum Jahmiyah\n## Jilid Keempat: Al-Istiwa'– Al-'Uluw– An-Nuzul– Al-Hayyiz– AlJihah– Al-Jism– Ar-Ru'yah\n## Dalil tentang falak berbentuk bulat dan penjelasan istilah falak\n## Dalil Al-Qur'an dan As-Sunnah yang relevan\n## Hadis dan argumentasi bentuk ruang, arah, dan kemustahilan penetapan arah","[{\"question\":\"Apa pokok bahasan utama jilid keempat ini?\",\"answer\":\"Jilid keempat membahas tema-tema Al-Istiwa' (Bersemayam), Al-'Uluw (Ketinggian), An-Nuzul (Turun), Al-Hayyiz (Ruang), Al-Jihah (Arah), Al-Jism (Jisim), dan Ar-Ru'yah (Melihat Allah) serta bantahan terhadap dasar pemikiran Jahmiyyah dalam kalam mereka.\"},{\"question\":\"Bagaimana naskah menolak kemungkinan Allah berada pada suatu arah?\",\"answer\":\"Naskah menekankan bahwa jika bumi berbentuk bola, maka arah “atas” bagi satu pihak menjadi “bawah” bagi pihak lain, sehingga mengkhususkan Allah pada satu arah menjadi tidak sesuai dan dianggap batil menurut kesepakatan dengan lawan bicara.\"},{\"question\":\"Apa kaitan pembahasan falak berbentuk bulat dengan argumen dalam naskah?\",\"answer\":\"Naskah menyatakan adanya ijmak ulama bahwa falak berbentuk bulat, lalu menggunakan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta penjelasan makna istilah “falak” dalam bahasa Arab untuk menguatkan arah pembahasan.\"}]","Mengungkap Kerancuan Kaum Jahmiyah dalam Mendasarkan Bid’ah-Bid’ah Kalam Mereka - Jilid Keempat: Al-Istiwa' (Bersemayam)– Al-'Uluw (Ketinggian)– An-Nuzul (Turun)– Al-Hayyiz (Ruang)– AlJihah (Arah)– Al-Jism (Jisim)– Ar-Ru'yah (Melihat Allah) | PDF",1790028934,953]