[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-374375-113":53,"doc-detail-374375-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","ulama-wajib-mengoreksi-penguasa-first-friday-sermon","Ulama Wajib Mengoreksi Penguasa - Khutbah Jumat Pertama","","Khutbah Jumat berisi ajakan agar ulama dan umat mengoreksi serta meluruskan penguasa berdasarkan prinsip amar makruf nahi mungkar. Teks menegaskan bahwa kekuasaan tidak menghapus sifat manusiawi dan tidak membebaskan pemimpin dari kritik yang benar. Disampaikan dalil Al-Qur'an dan hadis tentang kewajiban menasihati pemimpin, mengubah kemungkaran sesuai kemampuan, serta “jihad” terbaik menyatakan kebenaran di hadapan penguasa zalim, disertai contoh tradisi ulama salaf.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":10,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/ulama-wajib-mengoreksi-penguasa-first-friday-sermon/374375/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/ulama-wajib-mengoreksi-penguasa-first-friday-sermon/374375.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"awa","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-04","2026-09-23",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Mengapa penguasa tidak boleh merasa kebal dari nasihat dan kritik?","Question",{"text":109,"@type":110},"Teks menegaskan kekuasaan tidak menjadikan seseorang ma’shum; penguasa tetap manusia yang bisa keliru. Karena itu koreksi dan kritik yang benar wajib diterima dan diluruskan.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Apa dasar kewajiban mengoreksi penguasa dalam khutbah ini?",{"text":114,"@type":110},"Khutbah mengaitkan kewajiban amar makruf nahi mungkar yang mencakup penguasa, serta hadis tentang “agama adalah nasihat” dan kewajiban mengubah kemungkaran sesuai kemampuan.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana bentuk nasihat kepada pemimpin menurut isi khutbah?",{"text":118,"@type":110},"Nasihat kepada pemimpin mencakup bimbingan, peringatan, koreksi, dan ajakan menjalankan amanah sesuai syariah, khususnya ketika pemimpin terbukti menyimpang.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},374375,1790907774,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":8,"category_name":10,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":141,"read_time":142},3985747858093,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_3d24733baf745e90a7e4bdd5f77d97b2","ULAMA WAJIB MENGOREKSI PENGUASA  \nKHUTBAH PERTAMA  \nاا للْْححََمـقّْ دَلّ يلِلّٰ ّظْ هّ رَهرََبّعَ لَىالْ عَ الََّيْالدنَ ،ّ يْنّاَ لكْحلَّهمّ ْدوَ لَ وْلِلّٰ ّكَرّهَالَّ ذّايلَْ ْشْرّكأَ رْسَلَوْنَ ،رَسأَ شوْْ لَههَدبّ اأَلنْ هْدَلََىاّ لٰ هَوَدّ يْنّإّ لََّاللّٰٰ وَ أشْهَد أنَّ محَمَّدً ا رَسوْل اللّٰٰ، اَ للٰ هـمَّ صَلّ عَ لَى سَيّ دّ نَ ا محَمَّدٍ وَعَ لَىاَٰلّ هّ وَ أَصْحَ ابّ هّ أَ جْمَعّ يْنَ ، أََ مَّْا بَعْد. َ ْ َ َ ْ َ َ ْ َّ َوفقََيَياَنلْاهََوْنَعاللهّ بَ ادَعَنّتَ عَ الىَاللّٰٰالَْ ،نْ كأَ رِّۗ: وَ لْ تَ كوْصوَّ ا يْنّيّونْلٰٰۤ ىِٕمكَّ ننْفكهسمّْمياْالَْمَّةٌوَفْإّلّيَّحاكيَّدْعومْ ْنَوْنَبّ ت١٠٤قاّ لىَوَى(ااٰلْلّخَ يْ رّاللهّ ،عّ موَْرفيََاأْقنمَدر)وْ فنَازبّ االَلََْعتْقروْنوْفّ.  \nAlhamdulillah, kita masih dipertemukan oleh Allah di hari mulia, hari Jumat . Di tempat yang dimuliakan, masjid. Bersama orang-orang yang insya Allah dimuliakan, orang-orang bertakwa . Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad saw .  \nPertama dan paling utama, mari tingkatkan takwa kitakepada Allah. Taati perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Allah  \nيٰٰٓ اَ يُّ هَا الَّ ذّ يْنَ اٰ مَنوا اتَّ قوا اللّٰٰ َ حَقَّ تقٰ ىتّ هٖ وَلََ تَ موْ تنَّ اّ لََّ وَاَ نْ تSwt. berfirman:مْ مُّسْلّ موْنَ   \n“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kep ada Allah deng an sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamumati kecuali dalam keadaan muslim.”(QS. Âli ‘Imrân [3]: 102) .  \nMa’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,  \nKekuasaan tidak membuat seseorang menjadi ma’shum. Seorang penguasa tetap manusia yang bisa keliru, sehingga  \nkekuasaan bukan alasan untuk kebal dari nasihat dan kritik. Pada Sabtu, 19 September 2026, dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto bahwa pemimpin harus hidup sederhana dan tidak membuka ruang bagi “cari muka” hingga “cari jabatan”. Beliau bahkan menegaskan, jika makanan, pakaian, kendaraan, ataurumahnya melebihi apa yang dimiliki para santri, dirinya boleh diprotes, dikritik, bahkan didemo . Pernyataan ini menegaskan prinsip kepemimpinan yang lebih luas: pemegang amanah, termasuk penguasa, tidak semestinya menutup pintu kritik dankoreksi.  \nPrinsip tersebut juga tercermin dalam pidato awal  \nفَ إّ نْ أَ:ح.ْraسَنْتShiddiqفَ أَ عّ-يْ نKekhalifahan Sayidina Abu Bakar ashوْ نّيْ وَ إّ نْ أَ سَأْت فَ قَوّموْ نّيْ   \n“Jika aku berbuat baik, bantulah aku. Jika aku berbuat buruk, luruskanlah aku”(M. Husain Haikal, Hayaah Muhammad saw ., 1/97) .  \nKarena itu, penguasa tidak boleh menempatkan dirinya diatas kebenaran . Kritik yang benar semestinya diterima dengan lapang dada, sedangkan kritik yang keliru dapat dijawab dengan argumentasi.  \nMa’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,  \nUlama tidak dimuliakan karena kedekatannya dengan kekuasaan, tetapi karena ilmu, ketakwaan, dan keberaniannya menyampaikan kebenaran . Karena itu, ulama bukanlah stempel kekuasaan yang membenarkan setiap kebijakan penguasa tanpapemeriksaan . Jika penguasa terbukti menyimpang, ulama wajib  \nوَ لْ تَ كنْ مّ نْberfirman:كمْ ا مَّةٌ يَّداْ لَْعنْوكَْنرَِّۗ. wt mengoreksi dan meluruskannya. Allah Sوَ ااّ لىَولٰٰۤ ىِٕ كَالْخَ يْ رّهموَ يَ أاْ ملَْفرْولّْ حنَوْنَبّ الََْعْروْفّ وَ يَ نْ هَوْنَ عَنّ   \n“Hendaklah ada di antara kalian segolong an umat yang menyerukan kebajikan dan melakukan amar makruf nahi mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung”( QS. Âli‘Imrân [3]: 104) .  \nPerintah amar makruf nahi mungkar mencakup penguasa . Rasulullah saw . juga bersabda,  \nالدّ يْن النَّصّ يْحَة  \n“Agama adalah nasihat”  \nKetika para Sahabat bertanya, “Untuk siapa?”, beliau  \nلِلَّّ ّ وَ لّ كّ تَ ابّ هّ وَ لّ رَسوْلّ هّ وَلِّ َئّ مَّةّ الَْسْلّ مّ يْنَ وَعَ امَّتّ هّ مْmenjawab:  \n“Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslim dan seluruh kaum Muslim”(HR. Muslim) .  \nNasihat kepada pemimpin dapat berupa bimbingan, peringatan, koreksi, dan ajakan menjalanka","cbCaieaA4pcttx5P","https://ap.wps.com/l/cbCaieaA4pcttx5P","pdf",355749,7,"Indonesian","# Khutbah Pertama\n## Peningkatan takwa dan ketaatan\n## Kekuasaan tidak kebal dari nasihat\n## Peran ulama dalam koreksi penguasa\n## Nasihat dan pengingkaran kemungkaran kepada pemimpin\n## Hadis tentang jihad menyatakan kebenaran","[{\"question\":\"Mengapa penguasa tidak boleh merasa kebal dari nasihat dan kritik?\",\"answer\":\"Teks menegaskan kekuasaan tidak menjadikan seseorang ma’shum; penguasa tetap manusia yang bisa keliru. Karena itu koreksi dan kritik yang benar wajib diterima dan diluruskan.\"},{\"question\":\"Apa dasar kewajiban mengoreksi penguasa dalam khutbah ini?\",\"answer\":\"Khutbah mengaitkan kewajiban amar makruf nahi mungkar yang mencakup penguasa, serta hadis tentang “agama adalah nasihat” dan kewajiban mengubah kemungkaran sesuai kemampuan.\"},{\"question\":\"Bagaimana bentuk nasihat kepada pemimpin menurut isi khutbah?\",\"answer\":\"Nasihat kepada pemimpin mencakup bimbingan, peringatan, koreksi, dan ajakan menjalankan amanah sesuai syariah, khususnya ketika pemimpin terbukti menyimpang.\"}]","Ulama Wajib Mengoreksi Penguasa - Khutbah Jumat Pertama | PDF",1790201541,11]