[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-228247-113":53,"doc-detail-228247-id":131},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":124,"head_meta":126,"extra_data":128,"updated_unix":130},113,"id","tropical-aquaculture-science-journal-effect-of-feeding-frequency-on-growth-and-survival-of-cantang-grouper-juveniles","Jurnal Sains Akuakultur Tropis - Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Kerapu Cantang","","Benih kerapu cantang bersifat kanibal ketika kebutuhan pakan tidak terpenuhi, sehingga pemilihan frekuensi pemberian pakan menjadi penentu keberhasilan pemeliharaan. Penelitian mengkaji pengaruh frekuensi pemberian pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih kerapu cantang melalui empat perlakuan: 3, 4, 5, dan 6 kali sehari. Parameter yang diamati meliputi total konsumsi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan, protein efficiency ratio, laju pertumbuhan relatif, dan kelulushidupan. Frekuensi pakan berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter tersebut, dengan perlakuan 6 kali sehari memberikan hasil tertinggi.",{"@graph":63,"@context":123},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/tropical-aquaculture-science-journal-effect-of-feeding-frequency-on-growth-and-survival-of-cantang-grouper-juveniles/228247/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/tropical-aquaculture-science-journal-effect-of-feeding-frequency-on-growth-and-survival-of-cantang-grouper-juveniles/228247.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Grenda","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-25","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115,119],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Mengapa frekuensi pemberian pakan penting untuk benih kerapu cantang?","Question",{"text":109,"@type":110},"Benih kerapu cantang dapat bersifat kanibal jika kebutuhan pakan tidak terpenuhi. Frekuensi yang tepat membantu pemenuhan nutrisi sehingga menekan kanibalisme dan mendukung performa pemeliharaan.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Perlakuan apa saja yang diuji dalam penelitian ini?",{"text":114,"@type":110},"Penelitian menggunakan empat perlakuan frekuensi pemberian pakan: A (3 kali sehari), B (4 kali sehari), C (5 kali sehari), dan D (6 kali sehari), dengan masing-masing perlakuan memiliki tiga ulangan.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Parameter apa saja yang diukur untuk menilai pertumbuhan dan kelulushidupan?",{"text":118,"@type":110},"Parameter yang diukur meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efficiency ratio (PER), laju pertumbuhan relatif (RGR), dan kelulushidupan (SR).",{"name":120,"@type":107,"acceptedAnswer":121},"Frekuensi pemberian pakan terbaik menurut hasil penelitian adalah berapa kali sehari?",{"text":122,"@type":110},"Perlakuan dengan frekuensi 6 kali sehari (perlakuan D) memberikan nilai tertinggi pada TKP, EPP, PER, RGR, dan SR, sehingga dinyatakan sebagai perlakuan terbaik.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":125,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":127,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":129,"site_id":56},228247,1789023540,{"code":4,"msg":5,"data":132},{"doc_id":129,"user_id":133,"nickname":89,"user_avatar":134,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":135,"file_id":136,"file_url":137,"file_type":138,"file_size":139,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":140,"language":141,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":142,"faqs":143,"seo_title":144,"seo_description":61,"update_tm":130,"read_time":145},7971474921005,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","Jurnal Sains Akuakultur Tropis  \nD e p a r t e m e n A k u a k u l t u r  \nFakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan – Universitas Diponegoro  \nJl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275  \nTelp. (024) 7474698, Fax.: (024) 7474698  \nEmail: [sainsakuakulturtropis@gmail.com](sainsakuakulturtropis@gmail.com), [sainsakuakulturtropis@undip.ac.id](sainsakuakulturtropis@undip.ac.id)  \nPENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH KERAPU CANTANG (Epinephelus Fuscoguttatus >\u003C Lanceolatus) BERBASIS  \nATSATIATION  \nThe Effects of Feeding Frequencies on the Growth and Survival rates of Cantang Grouper (Epinephelus  \nFuscoguttatus> \u003CLanceolatus) based at satiation  \nYuftahul Azis, Subandiyono*), Suminto  \nDepartemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah –50275, Telp/Fax. +6224 7474698  \n*Corresponding author: [s_subandiyono@yahoo.com](s_subandiyono@yahoo.com)  \nABSTRAK  \nBenih kerapu cantang memiliki sifat kanibal jika kebutuhan pakan tidak terpenuhi. Frekuensi pemberian pakanyang tepat akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan nutrisi benih kerapu cantang, sehingga dapat menekan sifat kanibalisme, meningkatkan pertumbuhan dan survival rate benih kerapu cantang. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh frekuensi pemberian pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus >\u003C lanceolatus) . Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan yaitu perlakuan A (3 kali sehari), B (4 kali sehari), C (5 kali sehari), dan D (6 kali sehari) . Masing-masing perlakuan memiliki tiga ulangan. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) . Variabel yang diukur yaitu total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), laju pertumbuhan relatif (RGR), dan kelulushidupan (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensipemberianpakan memberikan pengaruh nyata terhadap nilai TKP, EPP, PER, RGR, dan SR. Perlakuan D (6 kali sehari) merupakan perlakuan dengan nilai tertinggi pada variabel TKP, EPP, PER, RGR, dan SR, masing-masing sebesar 58,37±1,89 g, 87,57±2,46%, 1,75±0,05%, 5,14±0,20%, dan 96,67±2,89% . Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perl akuan pemberian pakan dengan frekuensi sebanyak 6 kali sehari merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan benih kerapu cantang.  \nKata kunci: Pertumbuhan, Kelushidupan, Benih, Kerapu, Pakan  \nABSTRACT  \nCantang grouper juveniles are cannibalistic if feed needs are not met. The frequency of proper feeding will affect the fulfillment of nutritional needs of Cantang grouper juveniles, so that it can reduce the cannibalism, increase the growth and survival rate of Cantang grouper juveniles. The purpose of this study was to examine the effect of feeding frequency on the growth and survival of Cantang grouper juveniles (Epinephelusfuscoguttatus> \u003Clanceolatus). This study consisted of four treatments, namely treatment A (3 times a day), B (4 times a day), C (5 times a day), and D (6 times a day). Each treatment had three replications. This research method is an experimental method by applying a completely randomized design (CRD). The variables measured were total feed consumption (TKP), feed utilization efficiency (EPP), protein efficiency ratio (PER), relative growth rate (RGR), and survival (SR). The results showed that the frequency of feeding had a significant effect on the TKP, EPP, PER, RGR, and SR values. Treatment D (6 times a day) is the treatment with the highest value on the TKP, EPP, PER, RGR, and SR variables, each of 58.37 ± 1.89 g, 87.57 ± 2.46%, 1.75 ± 0. 05%, 5.14 ± 0.20%, and 96.67 ± 2.89%. Based on the results of this study, it can be concluded that the treatment of feeding with a frequency of 6 times a day is the best treatment in increasing the growth and survival rate of Cant","cbCaiuJskPE6JH7z","https://ap.wps.com/l/cbCaiuJskPE6JH7z","pdf",865785,10,"Indonesian","# Abstrak\n## Tujuan dan rancangan penelitian\n## Variabel dan metode pengukuran\n## Hasil dan kesimpulan\n# Pendahuluan\n## Pembenihan dan pentingnya pakan\n## Faktor yang memengaruhi pertumbuhan\n## Faktor yang memengaruhi kelangsungan hidup","[{\"question\":\"Mengapa frekuensi pemberian pakan penting untuk benih kerapu cantang?\",\"answer\":\"Benih kerapu cantang dapat bersifat kanibal jika kebutuhan pakan tidak terpenuhi. Frekuensi yang tepat membantu pemenuhan nutrisi sehingga menekan kanibalisme dan mendukung performa pemeliharaan.\"},{\"question\":\"Perlakuan apa saja yang diuji dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan empat perlakuan frekuensi pemberian pakan: A (3 kali sehari), B (4 kali sehari), C (5 kali sehari), dan D (6 kali sehari), dengan masing-masing perlakuan memiliki tiga ulangan.\"},{\"question\":\"Parameter apa saja yang diukur untuk menilai pertumbuhan dan kelulushidupan?\",\"answer\":\"Parameter yang diukur meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efficiency ratio (PER), laju pertumbuhan relatif (RGR), dan kelulushidupan (SR).\"},{\"question\":\"Frekuensi pemberian pakan terbaik menurut hasil penelitian adalah berapa kali sehari?\",\"answer\":\"Perlakuan dengan frekuensi 6 kali sehari (perlakuan D) memberikan nilai tertinggi pada TKP, EPP, PER, RGR, dan SR, sehingga dinyatakan sebagai perlakuan terbaik.\"}]","Jurnal Sains Akuakultur Tropis - Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Kerapu Cantang | PDF",15]