[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40995-id":3,"doc-seo-40995-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40995,1374391974564,"Clementine","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/14000253aa45c000a9e?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779874745381141002",55,"Agama & Spiritualitas","Terjemah Kitab Futuh Al Ghaib Karya Syekh Abdul Qadir Al Jaelani","Terjemah Kitab Futuh Al-Ghaib memuat uraian risalah yang menekankan fondasi spiritual seorang mukmin dalam berbagai keadaan: menjaga perintah Allah, menjauhi yang haram, dan ridha terhadap takdir. Teks juga membimbing pembinaan tauhid, larangan bid’ah, kesabaran, istiqamah, serta sikap taat, bersatu, dan saling mencintai. Bagian lain menyoroti proses menghadapi kesulitan: dari usaha diri, pencarian bantuan, hingga berserah kepada Allah sampai mencapai tingkatan keyakinan haqqul yaqin dan kedekatan yang memuliakan.","Terjemah Kitab FUTUH AL GHAIB Karya Syekh Abdul Qadir Al Jaelani  \n7 Replies  \nFUTUH AL-GHAIB  \n—PENYINGKAP KEGHAIBAN—  \nMUTIARA KARYASYEKH ABDUL QADIR JAILANI  \nRisalah ke satu Ia bertutur:  \nTiga hal mutlak bagi seorang Mukmin, dalam segala keadaan, yaitu: (1) harus menjagaperintah-perintah Allah,(2) harus menghindar dari segala yang haram,(3) harus ridha dengantakdir Yang Maha Kuasa. Jadi seorang Mukmin, paling tidak, memiliki tiga hal ini. Berarti, ia harus memutuskan untuk ini, dan berbicara dengan diri sendiri tentang hal ini serta mengikat organ-organ tubuhnya dengan ini.  \nRisalah ke dua Ia bertutur :  \nIkutilah (Sunnah Rasul) dengan penuh keimanan, jangan membuat bid’ah, patuhilah selalukepada Allah dan Rasul-Nya, jangan melanggar; junjung tinggilah tauhid dan jangan menyekutukan Dia; sucikanlah Dia senantiasa dan jangan menisbatkan sesuatu keburukan pun kepada-Nya. Pertahankan Kebenaran-Nya dan jangan ragu sedikit pun. Bersabarlah selalu dan jangan menunjukkan ketidaksabaran. Beristiqomahlah; berharaplah kepada-Nya, jangan kesal, tetapi bersabarlah. Bekerjasamalah dalam ketaatan dan jangan berpecah-belah. Saling mencintailah dan jangan saling mendendam. Jauhilah kejahatan dan jangan ternoda olehnya. Percantiklah dirimu dengan ketaatan kepada Tuhanmu; jangan menjauh dari pintupintu Tuhanmu; jangan berpaling dari-Nya. Segeralah bertaubat dan kembali kepada-Nya. Jangan merasa jemu dalam memohon ampunan kepada Khaliqmu, baik siang maupun malam;  \n(jika kamu berlaku begini) niscaya rahmat dinampakkan kepadamu, maka kamu bahagia, terjauhkan dari api neraka dan hidup bahagia di surga, bertemu Allah, menikmati rahmatNya, bersama-sama bidadari di surga dan tinggal di dalamnya untuk selamanya; mengendarai kuda-kuda putih, bersuka ria dengan hurhur bermata putih dan aneka aroma, dan melodimelodi hamba-hamba sahaya wanita, dengan karunia-karunia lainnya; termuliakan bersama para nabi, para shiddiq, para syahid, dan para shaleh di surga yang tinggi.  \nRisalah ke tiga Ia bertutur:  \nApabila seorang hamba Allah mengalami kesulitan hidup, maka pertama-tama ia mencoba mengatasinya dengan upayanya sendiri. Bila gagal ia mencari pertolongan kepadasesamanya, khususnya kepada raja, penguasa, hartawan; atau bila dia sakit, kepada dokter. Bila hal ini pun gagal, maka ia berpaling kepada Khaliqnya, Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Kuasa, dan berdo’a kepada-Nya dengan kerendah-hatian dan pujian. Bila ia mampu mengatasinya sendiri, maka ia takkan berpaling kepada sesamanya, demikian pula bila ia berhasil karena sesamanya, maka ia takkan berpaling kepada sang Khaliq.  \nKemudian bila takjuga memperoleh pertolongan dari Allah, maka dipasrahkannya dirinyakepada Allah, dan terus demikian, mengemis, berdo’a merendah diri, memuji, memohondengan harap-harap cemas. Namun, Allah Yang Maha Besar dan Maha Kuasa membiarkan ia letih dalam berdo’a dan tak mengabulkannya, hingga ia sedemikian terkecewakan terhadapsegala sarana duniawi. Maka kehendak-Nya mewujud melaluinya, dan hamba Allah ini berlalu dari segala sarana duniawi, segala aktivitas dan upaya duniawi, dan bertumpu padaruhaninya.  \nPada peringkat ini, tiada terlihat olehnya, selain kehendak Allah Yang Maha Besar lagi Maha Kuasa, dan sampailah dia tentang Keesaan Allah, pada peringkat haqqul yaqin (* tingkat keyakinan tertinggi yang diperoleh setelah menyaksikan dengan mata kepala dan mata hati) . Bahwa pada hakikatnya, tiada yang melakukan segala sesuatu kecuali Allah; tak ada penggerak tak pula penghenti, selain Dia; tak ada kebaikan, kejahatan, tak pula kerugian dan keuntungan, tiada faedah, tiada memberi tiada pula menahan, tiada awal, tiada akhir, tak ada kehidupan dan kematian, tiada kemuliaandan kehinaan, tak ada kelimpahan dan kemiskinan, kecuali karena ALLAH.  \nMaka di hadapan Allah, ia bagai bayi di tangan perawat, bagai mayat dimandikan, dan bagai bola di tongkat pemain polo, berputar dan bergulir dari keadaan ke keadaan, dan ia merasa tak berdaya. Dengan demikian, ia lepas dari dirinya s","cbCaid2SJckg5LPi","https://ap.wps.com/l/cbCaid2SJckg5LPi","pdf",296396,11,1,68,"Indonesian","id",113,"# Peny ingkapan Keghaiban\n## Mutiara Karya Syekh Abdul Qadir Jailani\n## Risalah ke satu: tiga hal mutlak bagi Mukmin\n## Risalah ke dua: mengikuti Sunnah dan menjaga tauhid\n## Risalah ke tiga: tahapan menghadapi kesulitan dan berserah\n## Risalah ke empat: pengabaian ciptaan dan karunia kehidupan abadi","[{\"question\":\"Apa saja tiga hal mutlak yang harus dijaga seorang Mukmin dalam segala keadaan?\",\"answer\":\"Seorang Mukmin harus menjaga perintah Allah, menghindar dari segala yang haram, dan ridha terhadap takdir Yang Maha Kuasa.\"},{\"question\":\"Bagaimana sikap seorang Mukmin terhadap Sunnah, bid’ah, dan tauhid menurut risalah kedua?\",\"answer\":\"Ikutilah Sunnah Rasul dengan penuh keimanan, jangan membuat bid’ah, patuhilah Allah dan Rasul-Nya, junjung tingginya tauhid, sucikan Allah, pertahankan kebenarannya, serta jangan ragu sedikit pun.\"},{\"question\":\"Apa tahapan yang ditempuh seorang hamba ketika mengalami kesulitan hidup hingga sampai pada haqqul yaqin?\",\"answer\":\"Pertama mencoba mengatasinya dengan upaya sendiri; bila gagal mencari pertolongan kepada sesama (terutama penguasa/hartawan) atau dokter saat sakit; jika tetap gagal berpaling kepada Khaliq melalui doa merendah dan pujian. Saat Allah membiarkan letih dalam doa hingga semua sarana duniawi dilepas, kehendak Allah menjadi pusat pandang sampai mencapai tingkatan haqqul yaqin.\"}]",1783317691,105,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"translation-of-futuh-al-ghaib-by-sheikh-abdul-qadir-al-jaelani","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/translation-of-futuh-al-ghaib-by-sheikh-abdul-qadir-al-jaelani/40995/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-23","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa saja tiga hal mutlak yang harus dijaga seorang Mukmin dalam segala keadaan?","Question",{"text":76,"@type":77},"Seorang Mukmin harus menjaga perintah Allah, menghindar dari segala yang haram, dan ridha terhadap takdir Yang Maha Kuasa.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Bagaimana sikap seorang Mukmin terhadap Sunnah, bid’ah, dan tauhid menurut risalah kedua?",{"text":81,"@type":77},"Ikutilah Sunnah Rasul dengan penuh keimanan, jangan membuat bid’ah, patuhilah Allah dan Rasul-Nya, junjung tingginya tauhid, sucikan Allah, pertahankan kebenarannya, serta jangan ragu sedikit pun.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Apa tahapan yang ditempuh seorang hamba ketika mengalami kesulitan hidup hingga sampai pada haqqul yaqin?",{"text":85,"@type":77},"Pertama mencoba mengatasinya dengan upaya sendiri; bila gagal mencari pertolongan kepada sesama (terutama penguasa/hartawan) atau dokter saat sakit; jika tetap gagal berpaling kepada Khaliq melalui doa merendah dan pujian. Saat Allah membiarkan letih dalam doa hingga semua sarana duniawi dilepas, kehendak Allah menjadi pusat pandang sampai mencapai tingkatan haqqul yaqin.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,97,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":96},60,"religion-spirituality",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":95,"slug":100},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":95,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":95,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":95,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":95,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":95,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":95,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":95,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":95,"slug":132},57,"Umum","general"]