[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40026-id":3,"doc-seo-40026-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40026,1099514067415,"Rowan","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/100002539d78ffe74a7?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779092875211072502",54,"Penelitian & Laporan","Transisi dari Feodalisme ke Kapitalisme","Buku saku IndoPROGRESS No. 23 membahas peralihan dari feodalisme ke kapitalisme melalui kerangka teori ekonomi-politik. Bagian pendahuluan menempatkan debat transisi sebagai medan tafsir penting bagi materialisme historis. Uraian menekankan bagaimana gagasan Rosa Luxemburg tentang sejarah ekonomi prakapitalisme menjelaskan mengapa perubahan terjadi: perkembangan perdagangan dan ekonomi uang tidak otomatis menghasilkan arah yang sama, melainkan bergantung pada munculnya titik awal baru berupa pertumbuhan kota-kota benteng pada fase akhir feodalisme.","TRANSISI DARI FEODALISME KE KAPITALISME  \nArianto Sangaji  \nKata Pengantar: Dede Mulyanto  \nTransisi dari Feodalisme ke Kapitalisme  \nPenulis: Arianto Sangaji  \nEditor: Coen Husain Pontoh  \nDesain sampul: Alit Ambara  \nDesain isi: Langit Amaravati  \nPenerbit IndoPROGRESS, 2019  \nBuku Saku IndoPROGRESS No. 23.  \nDaftar Isi:  \nKata Pengantar: vii  \nBab I: Pendahuluan ~ 2  \nBab II: Corak Produksi: dari Teori Umum ke Teori Khusus ~ 5  \nBab III: Transisi Menuju Kapitalisme ~ 25  \nBab IV: Senarai Tesis ~ 36  \nBab V: Penutup ~ 66  \nBiodata Penulis: 75  \nv  \nvi  \nROSA LUXEMBURG TENTANG TRANSISI DARI FEODALISME KE KAPITALISME  \nDede Mulyanto  \nPendahuluan  \nDiskusi soal peralihan dari feodalisme ke kapitalismemerupakan salah satu medan tafsir yang cukup berpengaruh terhadap rupa dan dinamika perkembangan materialisme historis sebagai sebuah piranti penelitian di kalangan Marxis.  \nTulisan Anto Sangaji yang merangkum kembali ‘debat transisi’juga boleh dibilang penting dalam memperkenalkan (kembali) ragam rupa tafsir-tafsir tersebut bagi para pembaca Indonesia. Tulisan ringkas namun relatif luas jangkauannya ini saya pikir penting untuk dipublikasikan.  \nApa yang saya tulis di sini bukanlah untuk mengulang kembali kandung tulisan Anto Sangaji. Bahkan boleh dibilang tulisansaya ini agak keluar dari jalan teoritik yang Anto tempuh sepanjang tulisannya.  \nAih-alih urun rembuk ke dalam debat teori, di sini saya hanyahendak memaparkan ulang apa yang pernah ditulis oleh salah seorang Marxis klasik, yakni Rosa Luxemburg, tentang peralihan dari feodalisme ke kapitalisme.  \nKuliah Rosa tentang Kota-Kota Benteng  \nPosisi Rosa Luxemburg tak disebut-sebut oleh Anto danini, dengan alasan yang sudah betul, karena Rosa memang tak pernah terlibat di dalam debat transisi dan tak pernah pula muncul di dalam pustaka-pustaka debat transisi yang  \nviii  \nberkembang di paro kedua abad ke-20. Kalau kita periksakarya-karya Rosa, kita juga tak akan banyak menemukan bagian yang menyoroti soal peralihan dari feodalisme ke kapitalisme. Apalagi upayanya dalam merumuskan teoriperalihan itu. Entah apa alasannya, Rosa tampaknya tak begituberminat pada soal ini.  \nDari 1907 hingga 1914, Rosa menjadi guru di Sekolah Partai yang didirikan Partai Demokrasi Sosial Jerman (SPD) . Mata pelajaran yang diampunya ialah Sejarah Ekonomi dan Ekonomi Politik. Salah satu tema kuliah yang diberikannya ialah tentang sejarah ekonomi prakapitalisme. Selaintentang komunisme primitif dan formasi perbudakan, Rosa juga memberi kuliah tentang Abad Pertengahan Eropa, Feodalisme, dan Perkembangan Kota-Kota1. Di dalam bahan kuliah inilah bisa ditemukan gagasannya ihwal transisi ke kapitalisme.  \nDi dalam bahan kuliahnya, Rosa berangkat dari proposisi bahwa feodalisme berkembang dari sejenis masyarakatkomunis primitif di taraf penghabisannya, yakni masyarakatkomunis agraria, yang di dalam riwayat bangsa-bangsa Jermanik kuno, maujud ke dalam tatanan sosial yang berupakomunitas-komunitas mark.  \n[1] Rosa Luxemburg (2013)‘The middle ages. Feudalism. Development of Cities’, dalam The Complete Works of Rosa Luxemburg, Volume 1: Economic Writings 1, suntingan P. Hudis, h. 339-419.  \nix  \nMenurut Rosa, peradaban Yunani kuno juga bermula  \ndari komunitas-komunitas komunistik semacam itu dan berakhir dengan perbudakan. Perbedaan antara formasisosial perbudakan Yunani kuno dan feodalisme Abad Pertengahan Eropa terletak pada fakta bahwa perkembanganyang pertama berjalan ke “jalan buntu, sementara Abad Pertengahan menjadi landasan dan titik beragkat bagiperkembangan kapitalis”2.  \nMengapa bisa begitu? Menurut Rosa, baik di dalam formasi perbudakan maupun di dalam feodalisme Abad Pertengahan, perdagangan dan ekonomi uang sama-sama pernah berkembang. Tapi, dampaknya berbeda bagi keduanya.“Di bawah perbudakan”, menurut Rosa, perdagangan dan perekonomian uang “menghantar ke keruntuhan ekonomi, penurunan dan kejatuhan sistem, dan di dalam perekonomian feodal hasilnya bisa jadi sama dengan yang terjadi di dalam fo","cbCaikIkwLqY5hxP","https://ap.wps.com/l/cbCaikIkwLqY5hxP","pdf",417061,3,1,100,"Indonesian","id",113,"# Kata Pengantar\n# Pendahuluan\n## Corak Produksi: dari Teori Umum ke Teori Khusus\n# Transisi Menuju Kapitalisme\n# Senarai Tesis\n# Penutup\n# Biodata Penulis","[{\"question\":\"Mengapa peralihan dari feodalisme ke kapitalisme dianggap penting dalam materialisme historis?\",\"answer\":\"Peralihan feodalisme ke kapitalisme dipandang sebagai medan tafsir yang berpengaruh terhadap rupa dan dinamika perkembangan materialisme historis sebagai piranti penelitian Marxis.\"},{\"question\":\"Apa peran gagasan Rosa Luxemburg dalam pembahasan transisi?\",\"answer\":\"Pembahasan memaparkan ulang apa yang pernah ditulis Rosa Luxemburg mengenai peralihan dari feodalisme ke kapitalisme, khususnya melalui materi kuliah yang membahas sejarah ekonomi prakapitalisme.\"},{\"question\":\"Mengapa perdagangan dan ekonomi uang berdampak berbeda pada perbudakan dan feodalisme menurut Rosa Luxemburg?\",\"answer\":\"Dalam formasi perbudakan, perdagangan dan ekonomi uang cenderung mengantarkan pada keruntuhan ekonomi. Pada feodalisme, dampaknya dapat berbeda karena munculnya titik berangkat baru, yakni tumbuh dan berkembangnya kota-kota jenis baru di puncak riwayat feodalisme.\"}]",1783089368,154,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"transition-from-feudalism-to-capitalism","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/transition-from-feudalism-to-capitalism/40026/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-22","2026-07-03",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa peralihan dari feodalisme ke kapitalisme dianggap penting dalam materialisme historis?","Question",{"text":75,"@type":76},"Peralihan feodalisme ke kapitalisme dipandang sebagai medan tafsir yang berpengaruh terhadap rupa dan dinamika perkembangan materialisme historis sebagai piranti penelitian Marxis.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa peran gagasan Rosa Luxemburg dalam pembahasan transisi?",{"text":80,"@type":76},"Pembahasan memaparkan ulang apa yang pernah ditulis Rosa Luxemburg mengenai peralihan dari feodalisme ke kapitalisme, khususnya melalui materi kuliah yang membahas sejarah ekonomi prakapitalisme.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Mengapa perdagangan dan ekonomi uang berdampak berbeda pada perbudakan dan feodalisme menurut Rosa Luxemburg?",{"text":84,"@type":76},"Dalam formasi perbudakan, perdagangan dan ekonomi uang cenderung mengantarkan pada keruntuhan ekonomi. Pada feodalisme, dampaknya dapat berbeda karena munculnya titik berangkat baru, yakni tumbuh dan berkembangnya kota-kota jenis baru di puncak riwayat feodalisme.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,114,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":96,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":115},"research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]