[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-99740-id":3,"doc-seo-99740-113":29,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":20,"is_downloadable":20,"audit_status":20,"page_count":21,"language":22,"language_code":23,"site_id":24,"html_lang":23,"table_of_contents":25,"faqs":26,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":27,"read_time":28},99740,7971461740886,"Theodore","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_3d24733baf745e90a7e4bdd5f77d97b2",48,"Cerita & Novel","Tinus Sedih","Buku ini menceritakan kisah Tinus, seorang anak yang berkulit putih di tengah keluarganya yang berkulit hitam. Tinus merasa senang ketika akan masuk Taman Kanak-Kanak dan bertemu banyak teman. Namun, di sekolah, ia diejek oleh beberapa anak yang tidak dikenalnya karena perbedaan warna kulitnya, yang membuatnya merasa sedih dan kesepian. Suatu hari, salah satu anak yang sering mengejek Tinus, bernama Elpis, tidak membawa bekal makanan ke sekolah dan merasa sangat lapar. Cerita ini beradaptasi dari buku asli \"Tinus Rambut Biru\" karya Jennie Hamlin & Maria Songyanan, diadaptasi oleh Mira Wenda dan Mia Yoman, serta diilustrasikan oleh Yanto Gombo. Hak cipta dilindungi oleh Yayasan Suluh Insan Lestari dengan lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 4.0 Internasional, yang mengizinkan penggunaan karya tanpa tujuan komersial, modifikasi, atau pembuatan karya turunan, asalkan atribusi yang jelas diberikan kepada para penulis dan ilustrator. Buku ini mengajarkan tentang penerimaan diri dan toleransi terhadap perbedaan, serta bagaimana perundungan dapat berdampak pada perasaan anak-anak. Cerita ini dikembangkan dengan visual yang menarik, menampilkan karakter Tinus dan lingkungan sekitarnya. Buku ini ditujukan untuk anak-anak usia dini dan pendidik, menekankan pentingnya empati dan persahabatan di antara anak-anak tanpa memandang perbedaan fisik.","Tinus Sedih  \nBahasa Indonesia  \nTinus Sedih  \nBerdasarkan buku asli (Tinus Rambut Biru) oleh : Jennie Hamlin & Maria Songyanan  \nDiadaptasi oleh :  \nMira Wenda  \nMia Yoman  \nDigambar oleh :  \nYanto Gombo  \nBahasa Indonesia  \nCopyright © 2020, Yayasan Suluh Insan Lestari  \n[http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/](http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/)  \nAnda tidak boleh menggunakan karya ini untuk keperluan komersial. Anda tidak boleh mengubah ataumembuat di atas karya ini tanpa izin. Anda harus menghargai hak cipta dan pengakuan untuk para penulis, ilustrator, dsb.  \nIni Tinus. Kulit Tinus putih.  \nKulit Bapa, Mama, kakak dan adiknya hitam, tetapi kulit Tinus putih.  \nTinus sangat senang karena Bapa dan Mama bilangbahwa hari ini Tinus masuk TK.  \nTinus punya banyak teman. Tinus denganteman-teman berjalan ke TK.  \nDi sekolah, beberapa anak yang tidak kenal Tinusberkata,“Ada anak yang kulit putih! Ada anak yang kulit putih!” Tinus merasa sedih karena dia tidak punya teman untuk bermain.  \nSuatu hari Elpis, yang suka mengejek Tinus itu, tidak membawa makanan ke sekolah. Elpis sangat lapar.","cbCaidUQ6YD8Hzre","https://ap.wps.com/l/cbCaidUQ6YD8Hzre","pdf",9346353,1,18,"Indonesian","id",113,"# Tinus Sedih\n## Adaptasi dan Hak Cipta\n## Cerita Tinus\n## Kejadian di Sekolah\n## Elpis dan Ketidakadalannya","[{\"question\":\"Siapa nama tokoh utama dalam cerita ini?\",\"answer\":\"Tokoh utama dalam cerita ini bernama Tinus.\"},{\"question\":\"Mengapa Tinus merasa sedih di sekolah?\",\"answer\":\"Tinus merasa sedih karena beberapa anak yang tidak dikenalnya mengejeknya karena warna kulitnya yang putih, membuatnya merasa tidak punya teman untuk bermain.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi pada Elpis pada suatu hari di sekolah?\",\"answer\":\"Pada suatu hari, Elpis, yang sering mengejek Tinus, tidak membawa makanan ke sekolah dan merasa sangat lapar.\"}]",1784384376,28,{"code":4,"msg":30,"data":31},"ok",{"site_id":24,"language":23,"slug":32,"title":13,"keywords":33,"description":14,"schema_data":34,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":27},"tinus-sedih","",{"@graph":35,"@context":85},[36,53,68],{"@type":37,"itemListElement":38},"BreadcrumbList",[39,43,47,50],{"item":40,"name":41,"@type":42,"position":20},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":44,"name":45,"@type":42,"position":46},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":48,"name":12,"@type":42,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":51,"name":13,"@type":42,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/tinus-sedih/99740/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":23,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":40,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-27","2026-07-18",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Siapa nama tokoh utama dalam cerita ini?","Question",{"text":75,"@type":76},"Tokoh utama dalam cerita ini bernama Tinus.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Mengapa Tinus merasa sedih di sekolah?",{"text":80,"@type":76},"Tinus merasa sedih karena beberapa anak yang tidak dikenalnya mengejeknya karena warna kulitnya yang putih, membuatnya merasa tidak punya teman untuk bermain.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa yang terjadi pada Elpis pada suatu hari di sekolah?",{"text":84,"@type":76},"Pada suatu hari, Elpis, yang sering mengejek Tinus, tidak membawa makanan ke sekolah dan merasa sangat lapar.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":24},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]