[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-167338-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-167338-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","thus-spoke-zarathustra-prologue-and-discourses-of-zarathustra","Seruan Zarathustra - Prolog dan Diskursus Zarathustra","","Seruan Zarathustra membahas perjalanan dan ajaran Zarathustra sebagai nabi dan pengajar yang datang ke dunia untuk menyampaikan gagasan tentang “Sang Superman”. Melalui kombinasi pesan dari kitab Injil, mitologi Yunani, serta agama kuno Persia, buku ini menyoroti perjuangan pengatasan diri, doktrin “siklus abadi”, dan keyakinan terkenal “Tuhan sudah mati”. Narasinya menekankan transformasi nilai dan keberanian menghadapi ajaran-ajaran yang sudah usang.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/","Sastra",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/thus-spoke-zarathustra-prologue-and-discourses-of-zarathustra/167338/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/thus-spoke-zarathustra-prologue-and-discourses-of-zarathustra/167338.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Eden","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-08-31",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":33},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa yang dibahas dalam Seruan Zarathustra menurut pengantar BudiAnre?","Question",{"text":62,"@type":63},"Buku ini membahas perjalanan dan ajaran Zarathustra untuk menyampaikan gagasan “Sang Superman”, sekaligus menyoroti pengatasan diri dan doktrin “siklus abadi”.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana hubungan Seruan Zarathustra dengan gagasan “Tuhan sudah mati”?",{"text":67,"@type":63},"Karya ini menguraikan keyakinan Nietzsche “Tuhan sudah mati” serta membayangkan dunia tempat Sang Superman dapat mengatasi ajaran-ajaran Nasrani yang sudah mati menuju siklus abadi.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa peran unsur mitologi dan kitab-kitab agama dalam buku ini?",{"text":71,"@type":63},"Ajaran Zarathustra disajikan sebagai kombinasi pesan dari kitab-kitab agama kuno, mitologi Yunani, dan agama Persia, yang sengaja dijungkirbalikan untuk membentuk perspektif baru.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},167338,1788211876,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,104,108,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":106,"show_sort_weight":86,"slug":107},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":109,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":33,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":141},1374391974468,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","1  \nNIETZSCHE  \nS e r u a n Z a r a t h u s t r a  \nBuku Untuk Semua Dan TidakUntuk Semua  \nDiterjemahkan oleh : B u d i A n r e  \n[Bodhidharmapustaka.blogspot.com](Bodhidharmapustaka.blogspot.com)  \nD af t a r Is i  \nKata Pengantar dari BudiAnre 6  \nBab Satu  \nProlognya Zarathustra 8  \nDiskursusnya Zarathustra  \n1.Tiga Metamorfosa 21  \n2. Kursi-KursiKebajikan  \n3. Para Manusia Dunia Kemudian 24  \n4. Para pembenci badan 27  \n5. Sukacita dan Gairah 28  \n6. Penjahat Pucat 29  \n7. Bacaan dan Tulisan 31  \n8. Setangkai Pohon di Pegunungan 32  \n9. Para Pengkhotbah Kematian 35  \n10. Satria dan Pedang 36  \n11. Berhala Baru 38  \n12. Lalat-lalat di Pasar 40  \n13. Kesucian 42  \n14. Sang Teman 43  \n15. Seribu Satu Tujuan 45  \n16. Mencintai Tetangga 46  \n17. Jalan Sang Pencipta 48  \n18. Wanita Tua dan Muda 50  \n19. Gigitan Ular Beludak 51  \n20. Pernikahan dan Anak Turunan 53  \n21. Kematian Rela 54  \n22. Amal Kebajikan 56  \nBab Dua  \n23. Anak dengan Cermin 62  \n24. Dikepulauan Bahagia 64  \n25. Sang Pemurah 66  \n26. Para Pandita 68  \n27. Para Manusia Berbudi Luhur 70  \n28. Gerombolan 73  \n29. Para Tarantula 75  \n30. Para Filsuf Kondang 77  \n31. Tembang Malam 79  \n32. Tembang Tari 81  \n33. Tembang Kematian 83  \n34. Pengatasan Diri 85  \n35. Para Manusia Sublim 88  \n36. Negeri Budaya 89  \n37. Persepsi Mulus 91  \n38. Para Sekolar 94  \n39. Para Pujangga 95  \n40. Even-even Megah 98  \n41. Sang Nabi 100  \n42. Penebusan 103  \n43. Keberhati-hatian Lelaki 107  \n44. Masa Terhening 109  \nBab Tiga  \n45. Sang Pengembara 112  \n46. Visi dan Teka Teki 115  \n47. Kebahagiaan yang Spontan 119  \n48. Sebelum Matahari Terbit 121  \n49. Kebajikan yang Membuat Kecil 124  \n50. Diatas Gunung Zaitun 128  \n51. Meliwati 131  \n52. Para Murtad 133  \n53. Kembali ke Rumah 136  \n54. Tiga Kejahatan 139  \n55. Spirit Gaya Berat 143  \n56. Tabel– Tabel Hukum Lama dan Baru 146  \n57. Manusia yang Menyembuh 162  \n58. Kerinduan Megah 166  \n59. Tembang TariKedua 169  \n60. Tujuh Segel 172  \nBabEmpat  \n61. Sajian Madu 176  \n62. Lolong Duka 179  \n63. Percakapan dengan Raja-raja 182  \n64. Lintah 185  \n65. Sang Akhli Sihir 187  \n66. BerhentiMelayani 192  \n67. Manusia Terburuk 195  \n68. Sang Pengemis Rela 199  \n69. Sang Bayang 202  \n70. Di Tengah Hari 204  \n71. Ucapan Salam 206  \n72. Jamuan Malam Terakhir 211  \n73. Sang Manusia Utama 212  \n74. Tembang Melankolis 221  \n75. Sains 224  \n76. Diantara Para Putri Padang Pasir 227  \n77. Kegugahan 231  \n78. Festival Keledai 234  \n79. Tembang Memabukan 236  \n80. Tanda 243  \nKata Pengantar dari BudiAnre  \nNietzsche menganggap Seruan Zarathustra sebagai salah satu karyanya yang terpenting.  \nTidak diragukan lagi bahwa karya ini adalah mengenai pengatasan diri. Menggabungkan pesan-pesan dari kitab Injil, mitologi Yunani dan agama kuno bangsa Persia, yang sengaja dijungkirbalikan.  \nNietzsche menyusun naskah ini dalam waktu sekitar dua tahun, bab satu ditulishanya dalam tempo sepuluh hari. Nietzsche sendiri menganggap Seruan Zarathustra ini sebagai karyanya yang paling penting, dan dianggap oleh banyak para komentator sebagai karya yang penuh dengan penjelasan yang detail tentang “superman” dan “the will to power.” Pada awalnya ia hanya menulis tiga bab saja, merasakan bahwaakhir cerita ini harus disudahi ketika Zatahustra mendapatkan doktrin “siklus abadi” diatas gunungnya. Kemudian ia pun menulis bab empat, dan ia menolak untuk menerbitkannya, dengan alasan bab ini akan sangat menggoncangkan publik di saatitu. Naskah bab empat disirkulasikan di antara teman-temannya dalam bentuk draft, hingga akhirnya diterbitkan oleh adik perempuannya, Elizabeth, setelah Nietzsche terserang penyakit gila.  \nSeruan Zarathustra adalah juga karya yang paling populer di kalangan publik. Walau pun buku ini hanya disambut secara dingin ketika pertama kali diterbitkan, karya ini me njadi sangat terkenal setelah wafatnya Nietzsche , dan tetap populerhingga menjadi buku yang paling laris terjual di zaman modern ini. Selama Perang Dunia Kedua, pemerintah Jerman mencetak lebih dar","cbCaijBbKEMSoy3m","https://ap.wps.com/l/cbCaijBbKEMSoy3m","pdf",1500031,245,"Indonesian","# Prolognya Zarathustra\n## Tiga Metamorfosa\n## Kursi-Kursi Kebajikan\n## Para Manusia Dunia Kemudian\n## Para pembenci badan\n## Sukacita dan Gairah\n## Penjahat Pucat\n## Bacaan dan Tulisan\n## Setangkai Pohon di Pegunungan\n## Para Pengkhotbah Kematian\n## Satria dan Pedang\n## Berhala Baru\n## Lalat-lalat di Pasar\n## Kesucian\n## Sang Teman\n## Seribu Satu Tujuan\n## Mencintai Tetangga\n## Jalan Sang Pencipta\n## Wanita Tua dan Muda\n## Gigitan Ular Beludak\n## Pernikahan dan Anak Turunan\n## Kematian Rela\n## Amal Kebajikan\n# Bab Dua\n## Anak dengan Cermin\n## Dikepulauan Bahagia\n## Sang Pemurah\n## Para Pandita\n## Para Manusia Berbudi Luhur\n## Gerombolan\n## Para Tarantula\n## Para Filsuf Kondang\n## Tembang Malam\n## Tembang Tari\n## Tembang Kematian\n## Pengatasan Diri\n## Para Manusia Sublim\n## Negeri Budaya\n## Persepsi Mulus\n## Para Sekolar\n## Para Pujangga\n## Even-even Megah\n## Sang Nabi\n## Penebusan\n## Keberhati-hatian Lelaki\n## Masa Terhening\n# Bab Tiga\n## Sang Pengembara\n## Visi dan Teka Teki\n## Kebahagiaan yang Spontan\n## Sebelum Matahari Terbit\n## Kebajikan yang Membuat Kecil\n## Diatas Gunung Zaitun\n## Meliwati\n## Para Murtad\n## Kembali ke Rumah\n## Tiga Kejahatan\n## Spirit Gaya Berat\n## Tabel-tabel Hukum Lama dan Baru\n## Manusia yang Menyembuh\n## Kerinduan Megah\n## Tembang Tari Kedua\n## Tujuh Segel\n# Bab Empat\n## Sajian Madu\n## Lolong Duka\n## Percakapan dengan Raja-raja\n## Lintah\n## Sang Akhli Sihir\n## Berhenti Melayani\n## Manusia Terburuk\n## Sang Pengemis Rela\n## Sang Bayang\n## Di Tengah Hari\n## Ucapan Salam\n## Jamuan Malam Terakhir\n## Sang Manusia Utama\n## Tembang Melankolis\n## Sains\n## Diantara Para Putri Padang Pasir\n## Kegugahan\n## Festival Keledai\n## Tembang Memabukan\n## Tanda","[{\"question\":\"Apa yang dibahas dalam Seruan Zarathustra menurut pengantar BudiAnre?\",\"answer\":\"Buku ini membahas perjalanan dan ajaran Zarathustra untuk menyampaikan gagasan “Sang Superman”, sekaligus menyoroti pengatasan diri dan doktrin “siklus abadi”.\"},{\"question\":\"Bagaimana hubungan Seruan Zarathustra dengan gagasan “Tuhan sudah mati”?\",\"answer\":\"Karya ini menguraikan keyakinan Nietzsche “Tuhan sudah mati” serta membayangkan dunia tempat Sang Superman dapat mengatasi ajaran-ajaran Nasrani yang sudah mati menuju siklus abadi.\"},{\"question\":\"Apa peran unsur mitologi dan kitab-kitab agama dalam buku ini?\",\"answer\":\"Ajaran Zarathustra disajikan sebagai kombinasi pesan dari kitab-kitab agama kuno, mitologi Yunani, dan agama Persia, yang sengaja dijungkirbalikan untuk membentuk perspektif baru.\"}]","Seruan Zarathustra - Prolog dan Diskursus Zarathustra | PDF",377]