[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-58421-id":3,"doc-seo-58421-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},58421,13056703019404,"Miles","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0",48,"Cerita & Novel","Tiga Rumah Ajaib Wong Chew Wee","Tiga Rumah Ajaib mengisahkan seorang kakek cendekia yang menyembunyikan ilmu sihir hingga saatnya membagi warisan kepada tiga putrinya. Setiap rumah memiliki keajaiban berbeda: rumah penghasil makanan yang membuat putri pertama terjebak pada makan berlebihan, rumah penuh emas yang membuat putri kedua tenggelam dalam pemborosan, dan rumah penuh buku yang mendorong putri bungsu membaca, belajar, bekerja, serta berbagi ilmu. Melalui pilihan dan dampaknya, cerita menegaskan bahwa pengetahuan dan kebijaksanaan membawa kehidupan yang bermakna dan seimbang.","Tiga Rumah Ajaib Wong Chew Wee  \nPada suatu masa, di sebuah negeri, hiduplah seorang kakek yang cerdik cendekia. Ia mendiami rumah di tepi sungai bersamaketiga putrinya. Kakek ini menguasai ilmusihir. Akan tetapi, ia menyembunyikannya dari semua orang, termasuk putri-putrinya sendiri hingga suatu hari ia mengumpulkan mereka dan berkata, “Anak-anak, waktukudi dunia tinggal sebentar lagi. Tiba saatnya aku membagikan harta warisan. Manfaatkan  \ndengan baik agar kalian dapat hidup dengantenteram,” pesannya.  \n“Warisanku berupa tiga rumah ajaib. Rumah pertama terus-menerus menghasilkan makanan, takkan habis meskipun kalian lahapsebanyak-banyaknya. Rumah kedua selaluterisi emas, takkan habis meskipun kalian membelanjakannya sebanyak-banyaknya. Yang terakhir adalah rumah penuh buku. Dirumah itu, kalian selalu menemukan buku baru yang belum pernah kalian baca.”  \n“Ayah, aku mau rumah penghasil makanan!” seru putri pertama, “supaya aku tak mati kelaparan!”  \n“Berikan padaku rumah yang penuh emas!” putri kedua merajuk, “supaya aku bisamembeli pakaian dan perhiasan yang kumau.  \n”  \nKakek itu pun menoleh ke putri bungsu, kesayangannya.“Nak, hanya rumah buku yang tersisa untukmu, percayalah, rumah  \ninilah yang terbaik di antara semuanya.” “Ayah, kamu adalah seorang cerdik cendekia. Tentu aku percaya pada ucapanmu! Akan kujaga rumah buku sebaik mungkin.” Tak lama kemudian, kakek itu pun meninggal.  \nPutri pertama menempati rumah penghasilmakanan. Semua kebutuhan perutnya tersedia secara cuma-cuma . Pekerjaan gadisitu hanyalah makan, makan, dan makan saja. Tubuhnya makin gendut sampai-sampai ia tak bisa keluar dari pintu rumahnya sendiri!  \nPutri kedua tinggal di rumah penuh emas . Tanpa harus bekerja keras, ia bisa membeli semua barang yang diinginkannya. Ia terusmenerus membelanjakan emasnya hinggarumah itu penuh sesak dan tak bisa ditinggalilagi!  \nSementara itu, putri bungsu menghabiskan hari-harinya dengan membaca. Bertambahlahilmunya, danjadilah ia seorang yang cerdikcendekia! Dengan ilmu yang dimilikinya, ia menolong orang lain sekaligus bekerja. Orang-orang memberinya upah yang cukupuntuk membeli makanan dan apa pun  \nyang ia butuhkan. Kendati punya uang, ia dapat berhemat karena mempelajarianeka keterampilan yang bermanfaat dalam  \nkehidupan sehari-hari seperti memasak, menjahit, dan membuat barang-barang sendiri. Kabar tentang kepakarannya puntersiar hingga ke seluruh negeri. Orang berduyun-duyun datang kepadanya, termasuk kedua saudarinya. Ia tak pernah pelit ilmu, justru sangat senang jika orangorang mau belajar darinya sehingga ia menjadi makin bijaksana.  \nOrang-orang akhirnya bermukim di sekitar rumah buku. Si bungsu dengan senang hatimembuka pintu rumahnya untuk warga sekitar. Ia mengisi hari-harinya dengan mengajar dan menyumbangkan buku. Ajaibnya, rumah itu tak pernah kehabisan buku baru! Warga pun menyematkan gelar Perempuan Cendekia untuknya. Mendengar julukan ini, si bungsu terkenang akanmendiang ayahnya dan berkata, “Ayah,","cbCailf96ih3PXkC","https://ap.wps.com/l/cbCailf96ih3PXkC","pdf",551753,5,1,14,"Indonesian","id",113,"# Tiga Rumah Ajaib\n## Janji Warisan dari Kakek\n## Nasib Putri Pertama: Rumah Penghasil Makanan\n## Nasib Putri Kedua: Rumah Penuh Emas\n## Putri Bungsu dan Rumah Penuh Buku\n## Rumah Buku Menjadi Pusat Belajar","[{\"question\":\"Apa warisan yang dibagikan oleh kakek kepada ketiga putrinya?\",\"answer\":\"Kakek membagikan tiga rumah ajaib: rumah penghasil makanan tanpa habis, rumah penuh emas yang tak pernah habis, dan rumah penuh buku yang selalu menghadirkan buku baru.\"},{\"question\":\"Mengapa putri pertama mengalami masalah setelah menempati rumah penghasil makanan?\",\"answer\":\"Putri pertama hanya makan terus-menerus sampai tubuhnya membesar dan ia bahkan tak bisa keluar dari pintu rumahnya sendiri.\"},{\"question\":\"Bagaimana rumah penuh buku memengaruhi putri bungsu?\",\"answer\":\"Putri bungsu menghabiskan waktunya untuk membaca, menjadi cerdik cendekia, menolong orang lain, bekerja, dan berbagi ilmu. Rumah itu juga terus menyediakan buku baru untuk warga sekitar.\"}]",1783925067,22,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"three-magic-houses-by-wong-chew-wee","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/three-magic-houses-by-wong-chew-wee/58421/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-23","2026-07-13",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa warisan yang dibagikan oleh kakek kepada ketiga putrinya?","Question",{"text":76,"@type":77},"Kakek membagikan tiga rumah ajaib: rumah penghasil makanan tanpa habis, rumah penuh emas yang tak pernah habis, dan rumah penuh buku yang selalu menghadirkan buku baru.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Mengapa putri pertama mengalami masalah setelah menempati rumah penghasil makanan?",{"text":81,"@type":77},"Putri pertama hanya makan terus-menerus sampai tubuhnya membesar dan ia bahkan tak bisa keluar dari pintu rumahnya sendiri.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Bagaimana rumah penuh buku memengaruhi putri bungsu?",{"text":85,"@type":77},"Putri bungsu menghabiskan waktunya untuk membaca, menjadi cerdik cendekia, menolong orang lain, bekerja, dan berbagi ilmu. Rumah itu juga terus menyediakan buku baru untuk warga sekitar.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":100},"story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":97,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":97,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":97,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":97,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":97,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general"]