[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-43507-id":3,"doc-seo-43507-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},43507,13056703020460,"Valentina","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253dac470eee5d?_k=1778207105932848923",49,"Sastra","Teori Pengkajian Fiksi","Teori Pengkajian Fiksi membahas landasan akademis untuk memahami karya fiksi secara analitis melalui pengkajian unsur intrinsik. Buku menekankan bahwa totalitas karya lebih bermakna daripada unsur yang berdiri sendiri, namun kajian per unsur diperlukan sebagai sarana teknis-teoretis untuk menerangkan hubungan dan keterkaitan antarunsur. Materi mencakup tema, cerita, plot, tokoh, latar, sudut pandang, bahasa, dan moral, serta membedakan novel, cerpen, roman, dan jenis fiksi lainnya, disertai pendekatan struktural, semiotik, intertekstual, dan dekonstruksi.","# TEORi\n\nPENGKAJIANSBuRhAN NuRGiyANTORO  \nGadjah MadaUniversity Press  \n# TEORI PENGKAJIAN FIKSI\n\nTEORIPENGKAJIAN FIKSI  \nDr.Burhan Nurgiyantoro,M.Pd.  \nFPBS IKIP Yogyakarta  \nG0  \n\n| Copyright 1998,GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS  \u003Cbr>P.0.Box 14,Bulaksumur,Yogyakarta.  \u003Cbr>Diarang mengutip dan memperbanyak fanpa izin tertuks  \u003Cbr>dan penerbi,sebagian atau seluruhnya dalam bentuk spa  \u003Cbr>pun,beik cetak,photoprint,microlMm dan sebagainya  \u003Cbr>1995  \u003Cbr>Cetakan pertama  \u003Cbr>Maret 1998  \u003Cbr>Cetakan kedua  \u003Cbr>958,05.02.98  \u003Cbr>Diterbitkan dan dioetak oleh.  \u003Cbr>GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS  \u003Cbr>Anggota IKAPI  \u003Cbr>9801012-C2E   |\n| --- |\n\nRoda kehidupan iniO,jalani diaSepenuh hatiNadi dan nadanyaIrana dan lakunyaDenyut dan detaknyaAda bersama waktu  \n(Hanya ini persembahanku,sebagai pertanggungjawaban duniakukepadamu)  \n# KATA PENGANTAR\n\nBuku yang membicarakan masalah-masalah yang berhubungandengan keteorisastraan jumlahnya relatif banyak,apalagi yang ber-bahasa asing (Inggris!).Namun,buku-buku yang demikian,tak mudahuntuk sampai ke \"tangan\"rata-rata mahasiswa,atau peminat bukukesastraan pada umumnya.yang discbabkan oleh berbagai kendala.Dua kemungkinan kendala itu—yang juga saya rasakan dan alamiselama ini,baik untuk kepentingan perkuliahan maupun dalam rangkapenulisan buku ini—adalah tidak mudahnya buku-buku tersebutdiperoleh dan tidak dikuasainya bahasa asing yang dipergunakan dalambuku-buku yang bersangkutan.(Untung juga dewasa ini telah adasejumlah buku tentang kesastraan berbahasa asing yang telah diindone-siakan,khususnya yang bukan dari bahasa Ingris).  \nBuku tentang teori fiksi ini saya tulis untuk ikut \"mcramaikan\"dunia penulisan buku-buku keteorisastraam,sekaligus untuk menambahbuku bacaan perkuliahan mahasiswa jurusan(Bahasa dan)Sastra,Buku yang secara khusus membicarakan teori kajian fiksi,buku yangsemacam How to Analyze Fiction-nya Kenny atau Story and Discourse-nya Chatman,tidak sebagaimana halnyu dengan buku-buku teori puisi,tampaknya belum banyak dilakukan orang Untuk itu,saya sengajamemilih menulis bidang teori kajian fiksi.Alaut,biasa saja(meminjamkata-kata Y.B.Mangunwijaya),saya lebih tenarik pada pertiksian.  \nJika sebuah karya sastra dipandang terhangun dan unsur intrinsikdan ekstrinsik,buku ini \"hanya\"membicarakan unsur-unsur intrinsikkarya fiksi dan tidak secara khusus melibat unsur ekstrinsik.Sebab,di  \nsamping pembedaan itu dalam beberapa hal dalam penglihatan sayaagak kabur,saya bermaksud lebih menekankan pada pembicaraan fiksitu sendiri dani segi unsur-unsur pembangunnya.Pembicaraan dari segiekstrinsik yang dapat amat luas itu,tak pelak lagi,akan menambabwawasan berbagai fenomena yang lehih luas tentang karya-karyasastra.Namun,hal itu akan sulit dilakukan oleh rala-rata orang scbabmembutuhkan referensi berbagai bidang keilnuan.  \nSegi intrinsik karya fiksi itu sendiri,novel atau cerita pendekmencakup berbagai unsur,yang antara satu dengan yang lain salingberjalinan secara koherensif dan mesra sehingga membentuk satukesatuan yang harmonis.Sebuah karya yang jadi adalah sebuah totalitas,sebuah kesatupaduan yang jauh lebih bermakna daripada unsur-unsur pembentuknya secara sendiri dan terpisah.Idealnya,pemahamandan penikmatan terhadap sebuah karya fiksi dilakukan secaramenyeluruh dan sekaligus.Artinya,tidak perlu lewat kajian per unsur.analisis dan pemisahan bagian-bagian,sebagimana halnya kchadiranfiksi itu sendiri kepada kita yang menyeluruh dan sekaligus.Namunproses pemahaman yang demikian yang tidak disertai dengan kajiansecara detil per unsur,sering tidak mudah dilakukan untuk mendes-kripsikan dan menerangkan—misalnya dalam rangka memberikanpenilaian—kelcbihan,kebaruan,kekhasan,atan kelemahan sebuahkarya berhubung sifatnya yang hanya ipresionistis.Buku ini ditulisjustru untuk memberikan kemungkinan mengkaji karya fiksi per unsutsecara analitis.  \nDengan demikian,buku ini \"berciri akademis\",yang melihatsesuatu tidak hanya dari segi keseluruhannya,melainkan juga secaraaralitis.Atau tegasnya,usaha pemahanan,","cbCaif9S14YCugov","https://ap.wps.com/l/cbCaif9S14YCugov","pdf",18582340,4,1,181,"Indonesian","id",113,"# Kata Pengantar\n## Tujuan dan Ciri Akademis\n## Ruang Lingkup Unsur Intrinsik\n## Struktur Isi: Bab 1–10\n## Pendekatan dalam Pengkajian Sastra","[{\"question\":\"Apa fokus utama buku Teori Pengkajian Fiksi?\",\"answer\":\"Fokus buku adalah pengkajian unsur intrinsik karya fiksi, dengan penekanan pada bagaimana unsur-unsur saling berkaitan membentuk totalitas yang bermakna.\"},{\"question\":\"Mengapa buku menganjurkan kajian per unsur meski karya fiksi merupakan kesatuan?\",\"answer\":\"Kajian per unsur dipandang sebagai sarana teknis-teoretis untuk menerangkan hubungan antarsebagian, sehingga pemahaman dan apresiasi terhadap keseluruhan karya menjadi lebih intens.\"},{\"question\":\"Unsur intrinsik apa saja yang dibahas dalam buku ini?\",\"answer\":\"Unsur intrinsik yang dibahas meliputi tema, cerita, plot, tokoh, latar, sudut pandang, bahasa, dan moral, yang ditempatkan mulai Bab 3–10.\"}]",1783381908,279,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"theory-of-fiction-analysis","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/theory-of-fiction-analysis/43507/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-19","2026-07-06",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa fokus utama buku Teori Pengkajian Fiksi?","Question",{"text":75,"@type":76},"Fokus buku adalah pengkajian unsur intrinsik karya fiksi, dengan penekanan pada bagaimana unsur-unsur saling berkaitan membentuk totalitas yang bermakna.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Mengapa buku menganjurkan kajian per unsur meski karya fiksi merupakan kesatuan?",{"text":80,"@type":76},"Kajian per unsur dipandang sebagai sarana teknis-teoretis untuk menerangkan hubungan antarsebagian, sehingga pemahaman dan apresiasi terhadap keseluruhan karya menjadi lebih intens.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Unsur intrinsik apa saja yang dibahas dalam buku ini?",{"text":84,"@type":76},"Unsur intrinsik yang dibahas meliputi tema, cerita, plot, tokoh, latar, sudut pandang, bahasa, dan moral, yang ditempatkan mulai Bab 3–10.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,114,118,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":96,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":116,"show_sort_weight":96,"slug":117},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":119},"literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]