[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-270872-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-270872-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","the-water-warrior","Si Pejuang Air","","Cerita ini mengisahkan tentang Nesa, seorang gadis kecil yang baru saja pindah ke desa Palindi Tanabara di timur Sumba. Di desa ini, mendapatkan air bersih menjadi tantangan besar, terutama saat musim kemarau. Ketika ibunya jatuh sakit, Nesa menyadari betapa pentingnya air untuk kebutuhan sehari-hari. Meskipun ragu karena belum lama tinggal di sana dan belum tahu letak sumber air, Nesa bertekad untuk mengambil air demi ibunya. Dibantu oleh tetangganya, Kak Ambu, Nesa memulai perjalanan yang cukup sulit menuju sumber air di perbukitan. Perjalanan terasa panjang dan melelahkan, melewati medan berbatu, menanjak, dan menurun di bawah terik matahari. Nesa merasakan panas yang menyengat, dan rasa lelah mulai mendera. Ditambah lagi, sandalnya rusak di tengah perjalanan. Cerita ini menyoroti perjuangan Nesa dan anak-anak lain dalam mendapatkan sumber daya dasar seperti air, serta menggambarkan ketahanan dan keberanian mereka dalam menghadapi kesulitan. Pesan yang ingin disampaikan adalah pentingnya air, kerja sama, dan semangat pantang menyerah dalam kehidupan sehari-hari.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/","Cerita & Novel",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/the-water-warrior/270872/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/the-water-warrior/270872.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Liam","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-04","2026-09-15",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":30},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Siapa tokoh utama dalam cerita ini?","Question",{"text":62,"@type":63},"Tokoh utama dalam cerita ini adalah Nesa, seorang gadis kecil yang tinggal di desa Palindi Tanabara.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Mengapa Nesa harus mengambil air?",{"text":67,"@type":63},"Nesa harus mengambil air karena ibunya jatuh sakit dan kesulitan untuk mengambil air sendiri seperti biasanya. Ketersediaan air juga sangat terbatas di desa itu.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa saja kesulitan yang dihadapi Nesa saat mengambil air?",{"text":71,"@type":63},"Nesa menghadapi kesulitan seperti perjalanan yang jauh ke perbukitan, medan yang berbatu, terik matahari yang menyengat, rasa lelah, dan sandalnya yang rusak di tengah perjalanan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},270872,1790984556,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,91,95,99,103,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":90},48,"story-novel",{"id":92,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":86,"slug":94},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":86,"slug":98},51,"Komik","comic",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":86,"slug":102},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":86,"slug":106},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":89,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":30,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":141,"read_time":142},8796095461564,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","Si Pejuang Air Ervina Hasibuan  \nClara Mengko  \nNesa dan keluarganya belum lama tinggal di timur Sumba di desa Palindi Tanabara . Disini, saat musim kering seperti ini, air susahdidapatkan.  \nHari itu, Mama tampak berbaring.“Apa Mama sakit?” Nesa cepat-cepat hendak memasakair.  \nHah? Air tinggal sedikit. Bagaimana kami akan makan dan minum nanti? Biasanya Mama yang selalu mengambil air.  \n“Aku akan ambil air, Mama.” Sesaat Nesaragu. Mereka belum lama tinggal di desaini. Nesa belum tahu letak sumber air itu. Namun, kalau dia tidak pergi ....  \n“Ma, Ambu pergi ambil air,” terdengar suara Kak Ambu, tetangganya. Segera Nesamenghampiri Ambu.“Kakak, aku boleh ikutambil air?” “Adik, kamu kuat jalan jauh ke bukit?” Ambu terdengar kurang yakin.“Mau! Aku mau, Kakak!”  \nNesa cepat-cepat mengambiljeriken . Duh, dimana pula tutupjeriken ini? “Kamu yakin bisa pergi? Kamu tahu di mana tempatnya?” tanya Mama.“Aku ikut Kakak Ambu, Mama.”  \nTak lama kemudian, Nesa dan temantemannya berjalan bersama-sama . Mereka berharap bisa mengambil air bersih.  \nTanah keras berbatu-batu. Jalan menanjak dan menurun . Mereka berjalan cukup lama di tengah terik matahari yang menyengat. Nesa sungguh kepanasan! Ah …di mana tempat air itu?  \nNesa sudah lelah berjalan. Jauh sekali tempat air itu.“Aduh ... sandalku!”","cbCaib7oe5LN6o9A","https://ap.wps.com/l/cbCaib7oe5LN6o9A","pdf",9916691,28,"Indonesian","# Si Pejuang Air\n## Nesa dan Keluarganya\n## Ibu yang Sakit\n## Perjalanan Mengambil Air\n## Tantangan di Perbukitan","[{\"question\":\"Siapa tokoh utama dalam cerita ini?\",\"answer\":\"Tokoh utama dalam cerita ini adalah Nesa, seorang gadis kecil yang tinggal di desa Palindi Tanabara.\"},{\"question\":\"Mengapa Nesa harus mengambil air?\",\"answer\":\"Nesa harus mengambil air karena ibunya jatuh sakit dan kesulitan untuk mengambil air sendiri seperti biasanya. Ketersediaan air juga sangat terbatas di desa itu.\"},{\"question\":\"Apa saja kesulitan yang dihadapi Nesa saat mengambil air?\",\"answer\":\"Nesa menghadapi kesulitan seperti perjalanan yang jauh ke perbukitan, medan yang berbatu, terik matahari yang menyengat, rasa lelah, dan sandalnya yang rusak di tengah perjalanan.\"}]","Si Pejuang Air | PDF",1789457050,43]