[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-608285-113":53,"doc-detail-608285-id":126},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":119,"head_meta":121,"extra_data":123,"updated_unix":125},113,"id","the-sufi-concept-of-ibn-athaillah-al-sakandari-and-its-relevance-to-psychosufistic-counseling","Konsep Tasawuf Ibnu Atha’illah al-Sakandari dan Relevansinya dengan Konseling Psikosufistik","","Penelitian ini mengkaji konseling Islam melalui pendekatan tasawuf dengan menjelaskan konsep tasawuf Ibn Atha’illah dalam Kitab Al-Hikam. Konsep tersebut diposisikan sebagai pendekatan konseling islami yang lahir dari perpaduan psikologi dan tasawuf untuk mewujudkan kesehatan mental. Fokus penelitian menelusuri bagaimana konsep tasawuf Ibn Atha’illah dapat digunakan sebagai pendekatan konseling, menggunakan studi literatur kualitatif. Data primer berasal dari Kitab Al-Hikam dan data sekunder dari literatur pendukung konseling sufistik. Analisis menunjukkan konsep tasawuf menekankan pengelolaan hati dan jiwa (riyadhah al-qulub) agar semakin dekat kepada Allah, sehingga relevan menjadi basis konseling spiritual psikosufistik.",{"@graph":63,"@context":118},[64,81,101],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/the-sufi-concept-of-ibn-athaillah-al-sakandari-and-its-relevance-to-psychosufistic-counseling/608285/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":95,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":96,"interactionStatistic":97},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/the-sufi-concept-of-ibn-athaillah-al-sakandari-and-its-relevance-to-psychosufistic-counseling/608285.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Genevieve","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-17",true,{"@type":98,"interactionType":99,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":100},"ViewAction",{"@type":102,"mainEntity":103},"FAQPage",[104,110,114],{"name":105,"@type":106,"acceptedAnswer":107},"Apa fokus utama penelitian mengenai konseling psikosufistik dalam dokumen ini?","Question",{"text":108,"@type":109},"Penelitian berfokus pada bagaimana konsep tasawuf Ibn Atha’illah digunakan sebagai pendekatan konseling islami melalui integrasi psikologi dan tasawuf untuk mendukung kesehatan mental.","Answer",{"name":111,"@type":106,"acceptedAnswer":112},"Sumber data apa yang digunakan dalam studi ini?",{"text":113,"@type":109},"Data primer diambil dari Kitab Al-Hikam karya Ibn Atha’illah As-Sakandari, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literatur pendukung yang berkaitan dengan konseling sufistik.",{"name":115,"@type":106,"acceptedAnswer":116},"Mengapa konsep riyadhah al-qulub dianggap relevan untuk konseling spiritual?",{"text":117,"@type":109},"Konsep riyadhah al-qulub menekankan pengelolaan hati dan jiwa, termasuk aspek kondisi hati seperti ikhlas, ridha, sabar, tawadhu‘, tawakal, raja‘, khauf, dan bersyukur, agar individu mendekat kepada Allah dan menempuh jalan kebaikan.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":120,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":122,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":124,"site_id":56},608285,1792229033,{"code":4,"msg":5,"data":127},{"doc_id":124,"user_id":128,"nickname":89,"user_avatar":129,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":130,"file_id":131,"file_url":132,"file_type":133,"file_size":134,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":135,"language":136,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":137,"faqs":138,"seo_title":139,"seo_description":61,"update_tm":125,"read_time":140},1374391974585,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","Konsep Tasawuf Ibnu Atha’illah al-Sakandaridan Relevansinya dengan Konseling Psikosufistik  \nMuhammad Taufiq Firdaus  \nUniversitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta  \n[taufiqfirdaus27@gmail.com](taufiqfirdaus27@gmail.com)  \nAbstract  \nThis study is the branch of the big topic concerning Islamic counseling that is exclusively studied through Sufism approach. The Sufism concept of Ibn Athaillah in Kitab Al-Hikam is described in order to be an approach of Islamic counseling as the result of the harmonious combination between psychology and Sufism to actualize human mental health. The scope of this study is focused on the main problem namely how Sufism concept of Ibn Athaillah can be used as counseling approach. The method used in this study is literature review type qualitative approach. The primary data are collected from Kitab Al-Hikam by Ibn Athaillah As-Sakandari. The secondary data are collected from various supporting literatures concerning Sufistic counseling. Data are collected using documentation method. Then, the data are reduced and analyzed. The result of this study indicates that Sufism concept is always focused on heart and soul management in order to draw closer to Allah. This can be made to be one of approaches in Islamic counseling. Sufism concept of Ibn Athaillah stresses more on riyadhah al-qulub namely emphasis in the aspect of heart condition in guiding someone that wants to go to the path of goodness. The conclusion is that in conducting spiritual counseling, Sufism approach is relevant to be the basis and spiritual counseling method. Riyadhah al-qulub or emphasis on heart aspect is psychosufistic counseling based on Sufism concept of Ibn Athaillah As-Sakandari.  \nKeywords: Ibnu Athaillah; Psychosufistic; Counseling  \nAbstrak  \nPenelitian ini sebagai turunan dari topik besar konseling islam yang secara khusus dikaji melalui pendekatan ilmu tasawuf.  \nMendeskripsikan Konsep tasawuf Ibn Athaillah dalam kitab alhikam untuk dijadikan suatu pendekatan konseling islami sebagaihasil dari perpaduan yang harmoni antara psikologi dan tasawuf untuk mewujudkan kesehatan mental manusia. Lingkup penelitian ini difokuskan pada permasalahan utama yakni bagaimana konseptasawuf Ibn Athaillah dapat digunakan sebagai pendekatan konseling. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis kajian pustaka, sumber data primer diperoleh dari Kitab Al-Hikam karya Ibn Athaillah As-Sakandari, data sekunder diperoleh dari berbagai literatur penunjang yang berkaitan dengan konseling sufistik. Pengumpulan data dengan metode dokumentasi, kemudian data tersebut di reduksi data dan analisi isi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep tasawuf Ibn Athaillah AsSakanadari selalu terkonsentrasi pada pengelolaan hati dan jiwadalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt. Hal ini dapatdijadikan sebagai salah satu pendekatan dalam konseling islami.  \nKonsep tasawuf Ibn Athaillah lebih menekankan riyadah al-qulubyakni penekanan dalam aspek kondisi hati seperti ikhlas, ridha, sabar, tawadhu‘, tawakal, raja‘, khauf dan bersyukur untuk membimbing seseorang yang hendak menuju ke jalan kebaikan.  \nRiyadah al-qulub merupakan metode konseling psikosufistik menurut konsep ilmu tasawuf Ibn Athaillah as-Sakandari. Maka dalam melakukan konseling islami, pendekatan ilmu tasawuf Ibn Athaillah dapat dijadikan sebagai basis dan metode konseling spiritual.  \nKata Kunci: Ibnu Athaillah; psikosufistik; konseling  \nPendahuluan  \nKonseling psikosufistik merupakan konseling yang hadir sebagai bentuk harmonisasi dari ilmu psikologi dan ilmu tasawuf dengan konsep yang khas.1 Sehingga menghasilkan konsep metode dan teknik konseling yang khas puladalam pelaksanaannya dengan tujuan yang lebih spesifik, yakni dengan berdasarkan nilai-nilai tasawuf keislaman.2 Konseling psikosufistik berbeda dan juga lebih khusus dari pada konseling pada umumnya, karena konseling psikosufistik khusus pada konseling yang islami (berlandaskan tasawuf) . Konselin","cbCaivTCOb244Qw0","https://ap.wps.com/l/cbCaivTCOb244Qw0","pdf",493720,20,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Konseling psikosufistik sebagai harmonisasi psikologi dan tasawuf\n## Definisi psikosufistik dan fokus pengembangan batin\n## Pandangan psikosufistik terhadap gangguan kesehatan mental","[{\"question\":\"Apa fokus utama penelitian mengenai konseling psikosufistik dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Penelitian berfokus pada bagaimana konsep tasawuf Ibn Atha’illah digunakan sebagai pendekatan konseling islami melalui integrasi psikologi dan tasawuf untuk mendukung kesehatan mental.\"},{\"question\":\"Sumber data apa yang digunakan dalam studi ini?\",\"answer\":\"Data primer diambil dari Kitab Al-Hikam karya Ibn Atha’illah As-Sakandari, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literatur pendukung yang berkaitan dengan konseling sufistik.\"},{\"question\":\"Mengapa konsep riyadhah al-qulub dianggap relevan untuk konseling spiritual?\",\"answer\":\"Konsep riyadhah al-qulub menekankan pengelolaan hati dan jiwa, termasuk aspek kondisi hati seperti ikhlas, ridha, sabar, tawadhu‘, tawakal, raja‘, khauf, dan bersyukur, agar individu mendekat kepada Allah dan menempuh jalan kebaikan.\"}]","Konsep Tasawuf Ibnu Atha’illah al-Sakandari dan Relevansinya dengan Konseling Psikosufistik | PDF",31]