[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-48310-id":3,"doc-seo-48310-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},48310,549758252649,"Ivy","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/8000253669c5317157?_k=1778319167496531819",48,"Cerita & Novel","Kisah Peniup Seruling","Kisah Peniup Seruling menceritakan tentang seorang gadis kecil yang memainkan seruling dengan nada yang menyentuh hati, membuat pohon-pohon berguguran dan memicu turunnya hujan. Para penghuni taman, seperti lebah dan burung biru, merasa sedih mendengarkan lagunya yang melankolis dan berusaha mencari tahu penyebabnya. Akhirnya, diketahui bahwa gadis kecil itu merindukan ayah dan ibunya yang telah tiada. Mengetahui kesedihannya, para penghuni taman mendekat, memeluknya, dan menghiburnya, yang membuat rasa rindunya terobati dan ia pun tersenyum bahagia. Cerita ini menyoroti tema kesedihan, kerinduan, dan kekuatan persahabatan serta kebersamaan dalam mengatasi duka. Alunan seruling sang gadis menjadi metafora untuk ekspresi emosi yang mendalam, sementara respons alam dan hewan menggambarkan empati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain. Kisah ini menekankan pentingnya dukungan emosional dan bagaimana berbagi kesedihan dapat membawa kelegaan dan kebahagiaan.","Kisah Peniup Seruling Ana P. Dewiyana  \nErika Medinah  \nAlunan serulingnya sangat menyentuh hati. Nada-nada kerinduan mengalun pelan Matanya terpejam. Air matanya berlinang.  \nPohon-pohon pun merasa pilu mendengarlagu itu, hingga daun-daunnya berguguran .  \nAngin membawa daun-daun itu terbang menyentuh awan . Tetesan air hujan pun jatuh ke taman.  \nDi tengah rintik hujan, para penghuni tamanterpaku menatap gadis kecil itu.  \nHujan pun reda. Bunga-bunga bertanyakepada Lebah,”Wahai, Lebah, kau tahu kenapa dia memainkan lagu menyayat hati?” Lebah menggeleng. Ia pun terbang keangkasa.  \nLebah berpapasan dengan si Burung Biru. ”Kenapa tiupan serulingnya terasa sangat lara, ya?” tanya Lebah.”Entahlah,”jawab si Burung Biru. Ia pun menghampiri Kelinci.  \n”Kelinci, mengapa lagunya terdengar sangat menyedihkan?” tanya si Burung Biru. Kelinciterdiam sambil menatap si Gadis Kecil.  \nMusik berhenti. Gadis kecil itu membukamatanya. Tubuhnya menggigil kedinginan.”Aku merindukan ayah dan ibuku. Tapi, mereka telah tiada,” katanya dengan tersedu.  \nPara penghuni taman terkejut mendengarnya. Mereka saling pandang. Satu per satu mendekat ke arah gadis kecil itu dan memeluknya. Dia kaget dan terharu. Rasa rindunya seakan terobati. Si Gadis Kecil puntersenyum senang.","cbCaiftWNsMs3oWk","https://ap.wps.com/l/cbCaiftWNsMs3oWk","pdf",765712,3,1,12,"Indonesian","id",113,"# Kisah Peniup Seruling\n## Makna Lagu Sang Gadis\n## Respons Alam dan Hewan\n## Kebersamaan dan Penghiburan","[{\"question\":\"Mengapa gadis kecil itu memainkan seruling dengan nada yang menyentuh hati?\",\"answer\":\"Ia memainkan seruling karena merindukan ayah dan ibunya yang telah tiada.\"},{\"question\":\"Bagaimana reaksi para penghuni taman terhadap kesedihan gadis kecil itu?\",\"answer\":\"Para penghuni taman merasa pilu, mendekatinya, memeluknya, dan menghiburnya.\"},{\"question\":\"Apa pesan moral yang dapat diambil dari kisah ini?\",\"answer\":\"Kisah ini mengajarkan tentang pentingnya empati, persahabatan, dan dukungan emosional dalam menghadapi kesedihan dan kerinduan.\"}]",1783568606,18,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"the-story-of-the-flute-player","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/the-story-of-the-flute-player/48310/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-23","2026-07-09",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa gadis kecil itu memainkan seruling dengan nada yang menyentuh hati?","Question",{"text":75,"@type":76},"Ia memainkan seruling karena merindukan ayah dan ibunya yang telah tiada.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana reaksi para penghuni taman terhadap kesedihan gadis kecil itu?",{"text":80,"@type":76},"Para penghuni taman merasa pilu, mendekatinya, memeluknya, dan menghiburnya.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa pesan moral yang dapat diambil dari kisah ini?",{"text":84,"@type":76},"Kisah ini mengajarkan tentang pentingnya empati, persahabatan, dan dukungan emosional dalam menghadapi kesedihan dan kerinduan.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]