[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-90347-id":3,"doc-seo-90347-113":29,"detail-sidebar-cat-0-id-113":90},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":20,"is_downloadable":20,"audit_status":20,"page_count":21,"language":22,"language_code":23,"site_id":24,"html_lang":23,"table_of_contents":25,"faqs":26,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":27,"read_time":28},90347,4398048949847,"Eliana","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002536579ef2da7f?_k=1778318612642679267",49,"Sastra","Laut yang Hampir Susut - The Shrinking Sea","Buku ini, yang diadaptasi dari karya asli Oh Swee Cheng dan diilustrasikan oleh Emelia Canda, menceritakan kisah Inez yang tinggal di dekat Laut Aral. Dahulu, Laut Aral merupakan laut pedalaman terbesar keempat di dunia, yang menjadi sumber kehidupan bagi sekitar 60.000 orang. Sungai-sungai yang mengalir ke laut ini membawa air segar, menjadikannya tempat yang kaya akan ikan. Kehidupan di sekitar laut ini berkembang pesat, dengan nelayan yang menangkap ikan menggunakan perahu motor, pedagang yang mendistribusikan ikan ke berbagai kota, pekerja di toko ikan, dan buruh pabrik pengalengan ikan yang produknya diekspor ke luar negeri. Namun, perubahan besar terjadi ketika pemerintah memutuskan untuk mengalihkan aliran kedua sungai tersebut ke ladang kapas di Asia Tengah. Meskipun rencana irigasi ini sangat menguntungkan bagi petani kapas, keputusan ini menandai awal dari akhir kehidupan nelayan dan masyarakat yang bergantung pada Laut Aral, sebuah dampak yang tidak disadari pada awalnya oleh mereka yang hidup di tepiannya. Buku ini juga menegaskan bahwa karya ini dilisensikan di bawah CC-BY-NC 4.0, yang berarti karya ini tidak boleh digunakan untuk tujuan komersial, namun dapat disesuaikan dan ditambahkan, dengan syarat menghormati hak cipta dan pengakuan bagi penulis serta ilustrator.","Laut yang hampir susut  \nThe Shrinking Sea  \nBahasa Indonesia Lingkungan  \nLaut yang hampir susut  \nThe Shrinking Sea  \nOriginal book written by: Oh Swee Cheng  \nIllustrated by:  \nEmelia Canda  \nBahasa Indonesia  \n[http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/](http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/)  \nAnda tidak boleh menggunakan karya ini untuk keperluankomersial. Anda dapat menyesuaikan dan menambahkan ke karyaini. Anda harus menghargai hak cipta dan pengakuan untuk para penulis, ilustrator, dsb.  \nAdapted from original, Copyright © 1997, SIL International. Licensed under CC-BY-NC 4.0.  \nNama saya Inez. Saya tinggal di sebuah kota tidak jauh dari Laut Aral. Dahulu laut ini adalah laut pedalaman keempat terbesar di seluruh dunia. Dua sungai mengalir ke sana, membawa air segar dari pegunungan.  \nMenurut ayah saya, dahulu airnya biru, segardan berkilauan. Di laut itu terdapat  \npulau-pulau dan desa-desa nelayan berkembang di tepi pantai pulau dan laut itu. Laut itu kaya akan ikan dan merupakansumber pencaharian bagi 60.000 orang yang tinggal di sekelilingnya.  \nAda para nelayan yang menangkap ikandengan perahu motor mereka. Ada  \norang-orang yang membeli ikan-ikan itu dan menjualnya di kota-kota yang jauh dan dekat.  \nAda para penjual yang bekerja di toko-tokoikan di kota-kota tersebut. Ada juga parapekerja yang bekerja di pabrik-pabrik pengalengan ikan, yang menjualnya ke luar negeri.  \nKemudian pemerintah melakukan sesuatu. Hal ini mengubah seluruh kehidupan ribuan orang yang hidup di tepi laut itu. Pemerintahmemutuskan untuk mengalihkan kedua sungai itu ke ladang kapas di Asia Tengah.  \nRencana irigasi ini sangat menghasilkan bagipara petani kapas; tetapi bagi nelayan-nelayandi Laut Aral, ini merupakan awal dari akhirkehidupan mereka, meskipun mereka tidak sadar pada awalnya.","cbCaij5pwW3cBRvH","https://ap.wps.com/l/cbCaij5pwW3cBRvH","pdf",1163109,1,19,"Indonesian","id",113,"# Laut yang Hampir Susut\n## The Shrinking Sea\n## Bahasa Indonesia Lingkungan\n## Bahasa Indonesia\n## Nama saya Inez","[{\"question\":\"Apa yang diceritakan dalam buku \\\"Laut yang Hampir Susut\\\"?\",\"answer\":\"Buku ini menceritakan kisah Inez yang tinggal di dekat Laut Aral, menggambarkan kejayaan masa lalu laut tersebut dan bagaimana perubahan kebijakan pengelolaan air mengakibatkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat yang bergantung padanya.\"},{\"question\":\"Bagaimana peran Laut Aral dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya sebelum terjadi perubahan?\",\"answer\":\"Sebelum perubahan, Laut Aral adalah sumber kehidupan utama bagi sekitar 60.000 orang. Laut ini kaya akan ikan, mendukung berbagai profesi mulai dari nelayan, pedagang ikan, hingga pekerja pabrik pengalengan ikan.\"},{\"question\":\"Mengapa terjadi pengurangan luas Laut Aral?\",\"answer\":\"Pengurangan luas Laut Aral terjadi akibat keputusan pemerintah untuk mengalihkan kedua sungai yang mengalir ke laut tersebut ke ladang kapas di Asia Tengah sebagai bagian dari rencana irigasi.\"}]",1784292592,29,{"code":4,"msg":30,"data":31},"ok",{"site_id":24,"language":23,"slug":32,"title":13,"keywords":33,"description":14,"schema_data":34,"social_meta":85,"head_meta":87,"extra_data":89,"updated_unix":27},"the-shrinking-sea","",{"@graph":35,"@context":84},[36,53,67],{"@type":37,"itemListElement":38},"BreadcrumbList",[39,43,47,50],{"item":40,"name":41,"@type":42,"position":20},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":44,"name":45,"@type":42,"position":46},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":48,"name":12,"@type":42,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":51,"name":13,"@type":42,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/the-shrinking-sea/90347/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":23,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":61,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":62,"interactionStatistic":63},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":40,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-17",true,{"@type":64,"interactionType":65,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":66},"ViewAction",{"@type":68,"mainEntity":69},"FAQPage",[70,76,80],{"name":71,"@type":72,"acceptedAnswer":73},"Apa yang diceritakan dalam buku \"Laut yang Hampir Susut\"?","Question",{"text":74,"@type":75},"Buku ini menceritakan kisah Inez yang tinggal di dekat Laut Aral, menggambarkan kejayaan masa lalu laut tersebut dan bagaimana perubahan kebijakan pengelolaan air mengakibatkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat yang bergantung padanya.","Answer",{"name":77,"@type":72,"acceptedAnswer":78},"Bagaimana peran Laut Aral dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya sebelum terjadi perubahan?",{"text":79,"@type":75},"Sebelum perubahan, Laut Aral adalah sumber kehidupan utama bagi sekitar 60.000 orang. Laut ini kaya akan ikan, mendukung berbagai profesi mulai dari nelayan, pedagang ikan, hingga pekerja pabrik pengalengan ikan.",{"name":81,"@type":72,"acceptedAnswer":82},"Mengapa terjadi pengurangan luas Laut Aral?",{"text":83,"@type":75},"Pengurangan luas Laut Aral terjadi akibat keputusan pemerintah untuk mengalihkan kedua sungai yang mengalir ke laut tersebut ke ladang kapas di Asia Tengah sebagai bagian dari rencana irigasi.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":86,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":88,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":24},{"code":4,"msg":5,"data":91},[92,97,101,105,109,113,117,119,123,127],{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":94,"show_sort_weight":95,"slug":96},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":99,"show_sort_weight":95,"slug":100},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":103,"show_sort_weight":95,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":107,"show_sort_weight":95,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":111,"show_sort_weight":95,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":115,"show_sort_weight":95,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":118},"literature",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":121,"show_sort_weight":95,"slug":122},52,"Teknologi","technology",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":125,"show_sort_weight":95,"slug":126},50,"Ujian","exam",{"id":128,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":129,"show_sort_weight":95,"slug":130},57,"Umum","general"]