[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-228536-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-228536-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","the-role-of-the-police-in-countering-violent-theft-a-case-study-at-the-east-aceh-resort-police","PERAN POLRI TERHADAP PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN - STUDI KASUS DI KEPOLISIAN RESOR ACEH TIMUR","","Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Polri dalam penanggulangan tindak pidana pencurian dengan kekerasan di wilayah Kepolisian Resor Aceh Timur. Kajian berlandaskan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memetakan tugas dan fungsi kepolisian, termasuk bentuk peran preventif dan represif. Metode penelitian menggunakan yuridis empiris dan yuridis normatif dengan sumber data primer dan sekunder. Hasil menunjukkan peran penegakan hukum masih rendah, kasus banyak tidak terselesaikan, terhambat oleh rendahnya kesadaran saksi, lambatnya informasi, ketiadaan barang bukti, serta kekurangan personel, dengan upaya operasi rutin, operasi khusus, sistem buru sergap, dan gerilya kota.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/the-role-of-the-police-in-countering-violent-theft-a-case-study-at-the-east-aceh-resort-police/228536/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/the-role-of-the-police-in-countering-violent-theft-a-case-study-at-the-east-aceh-resort-police/228536.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Alex Sinclair","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-08","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",5,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa tujuan penelitian tentang pencurian dengan kekerasan ini?","Question",{"text":63,"@type":64},"Penelitian bertujuan mengetahui peran Polri dalam penanggulangan tindak pidana pencurian dengan kekerasan serta hambatan dan upaya penanggulangannya di wilayah Kepolisian Resor Aceh Timur.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Apa metode penelitian yang digunakan?",{"text":68,"@type":64},"Penelitian memakai metode yuridis empiris dan yuridis normatif, dengan sumber data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian lapangan dan dokumentasi.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Apa hambatan yang dihadapi Polres Aceh Timur dalam penanggulangan pencurian dengan kekerasan?",{"text":72,"@type":64},"Hambatannya meliputi kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjadi saksi, lambatnya informasi, tidak ditemukannya barang bukti, dan kurangnya personel kepolisian.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},228536,1789027067,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},1099523882182,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8","PERAN POLRI TERHADAP PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (STUDI KASUS DI KEPOLISIAN  \nRESOR ACEH TIMUR)  \nTHE ROLE OF THE POLICE TOWARDS THE CRIMINAL ACTION OF THE COMMUNICATION WITH VIOLENCE (CASE STUDY AT THE EAST ACEH  \nRESORT POLICE)  \nMusafirul Hadi1, Malahayati2, Marlia Sastro3  \n1Mahasiswa Prodi Magister Hukum Universitas Malikussaleh  \n2,3 Dosen Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh  \n[Email: ](Email: musafirulhadi@gmail.com)[musafirulhadi@gmail.com](Email: musafirulhadi@gmail.com)  \nAbstrak  \nPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Polisi terhadap penanggulangan tindak pidana Pencurian dengan kekerasan. Dengan mengkaji Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia dapat mengetahui tugas dan fungsisehingga polisi berperan seperti apa, bila terjadi tindak pidana pencurian dengankekerasan, hambatan-hambatan dalam penanggulangan tindak pidana pencurian dengankekerasan, serta upaya dalam menanggulangi hambatan-hambatan dalam rangka penanggulangan tindak pidana pencurian dengan kekerasan di wilayah Kepolisian Resor Aceh Timur. Metode penelitian pada penelitian ini adalah penelitian hukum Yuridis Empiris dan Yuridis Normatif. Sumber data adalah data primer dan data sekunder, pengumpulan data dilakukan dengan penelitian lapangan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh, bahwa peran Polri dalam penegakan hukum terhadap pelaku pencurian dengan kekerasan masih rendah, banyaknya kasus pencurian dengankekerasan yang terjadi di wilayah Kepolisian Polres Aceh Timur yang tidak terselesaikan. Peran Polres Aceh Timur hanya mencakup cara preventif yaitu cara mencegah terjadinya pencurian, cara represif yaitu menindak tegas terhadap pelaku kejahatan. Hambatan Polres Aceh Timur dalam menanggulangi Tindak Pidana pencurian dengan kekerasan meliputi kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjadisaksi dalam sebuah kasus, lambatnya informasi, tidak ditemukannya barang bukti, dan kurangnya personel dalam Kepolisian. Upaya penanggulangan tindak pidana pencuriandengan kekerasan dilakukan melalui operasi rutin, operasi khusus, sistem buru sergap, dan gerilya kota.  \nKata Kunci: Peran, Polri, Pencurian dengan Kekerasan.  \nAbstract:  \nThis study aims to determine the role of the police in overcoming the crime of theft with violence, Law No. 2 of 2002 concerning the Indonesian National Police to determine the duties and functions so that the police play a role, if there is a criminal act of theft with violence, to find out the obstacles in overcoming the crime of theft with violence, to find out the efforts to overcome obstacles in the context of overcoming the crime of theft  \nwith violence in the area of the Police of the East Aceh Resort. The research method used in this research is juridical empirical and normative juridical research. The data required is primary data that is prescriptive or verification using Primary Law materials, including the Criminal Code, the Criminal Procedure Code, Law Number 2 of 2002 concerning the Indonesian National Police and other relevant legal sources. It also includes primary legal materials, namely direct interviews with sources, these are used as supporters who will explain primary legal materials. Based on the results of the study, it was found that the role of the Police in law enforcement against perpetrators of violent theft was still low, the number of cases of violent theft that occurred in the area of the Police of the East Aceh Police was not resolved. The role of the East Aceh Police only includes preventive methods, namely ways to prevent theft, and repressive methods, namely taking firm action against perpetrators of crimes. Barriers to the East Aceh Police in tackling the crime of violent theft include the lack of public awareness tobe witnesses in a case, the delay in information, the absence of evidence, and the lack of personnel within the Police. Efforts to overcome the crime of theft with violence are carried out through routin","cbCaivyv7KT5BQjJ","https://ap.wps.com/l/cbCaivyv7KT5BQjJ","pdf",577023,12,"Indonesian","# A. Pendahuluan\n## Dasar hukum dan peran Polri\n## Hubungan polisi dan masyarakat\n## Fungsi hukum dan pengaruhnya\n## Kedudukan Polri menurut UU No. 2 Tahun 2002\n## Pentingnya keamanan, ketertiban, perlindungan, dan pelayanan","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian tentang pencurian dengan kekerasan ini?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengetahui peran Polri dalam penanggulangan tindak pidana pencurian dengan kekerasan serta hambatan dan upaya penanggulangannya di wilayah Kepolisian Resor Aceh Timur.\"},{\"question\":\"Apa metode penelitian yang digunakan?\",\"answer\":\"Penelitian memakai metode yuridis empiris dan yuridis normatif, dengan sumber data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian lapangan dan dokumentasi.\"},{\"question\":\"Apa hambatan yang dihadapi Polres Aceh Timur dalam penanggulangan pencurian dengan kekerasan?\",\"answer\":\"Hambatannya meliputi kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjadi saksi, lambatnya informasi, tidak ditemukannya barang bukti, dan kurangnya personel kepolisian.\"}]","PERAN POLRI TERHADAP PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN - STUDI KASUS DI KEPOLISIAN RESOR ACEH TIMUR | PDF",18]