[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-228509-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-228509-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","the-position-of-fingerprints-in-the-criminal-investigation-process-at-gorontalo-resort-police-from-an-islamic-law-perspective","Kedudukan Sidik Jari dalam Proses Penyidikan Tindak Pidana di Kepolisian Resor Gorontalo Perspektif Hukum Islam","","Sidik jari merupakan alat bukti yang dapat dikategorikan sebagai alat bukti surat dan keterangan ahli, sekaligus pelengkap serta pendukung dalam proses penyidikan untuk mengungkap pelaku tindak pidana. Penelitian bertujuan mengkaji kedudukan sidik jari dalam penyidikan menurut hukum Islam dengan pendekatan kualitatif melalui penelitian normatif-empiris. Hasil pada kasus Kepolisian Resor Gorontalo menunjukkan tingkat keakuratan hingga 90% dalam mengumpulkan bukti dan mengungkap pelaku melalui identitas sidik jari, sehingga relevansinya penting untuk pembuktian ilmiah.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/","Layanan Kesehatan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/the-position-of-fingerprints-in-the-criminal-investigation-process-at-gorontalo-resort-police-from-an-islamic-law-perspective/228509/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/the-position-of-fingerprints-in-the-criminal-investigation-process-at-gorontalo-resort-police-from-an-islamic-law-perspective/228509.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Riley","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":30},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa tujuan penelitian mengenai sidik jari dalam proses penyidikan tindak pidana?","Question",{"text":62,"@type":63},"Penelitian bertujuan mengkaji kedudukan sidik jari sebagai alat bukti dalam proses penyidikan tindak pidana menurut hukum Islam.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini?",{"text":67,"@type":63},"Kajian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian normatif-empiris, yakni studi kasus produk perilaku hukum.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa konsekuensi hukum bila sidik jari salah identifikasi dalam proses penyelidikan, penyidikan, dan persidangan?",{"text":71,"@type":63},"Akibat hukumnya adalah dakwaan batal demi hukum berdasarkan Pasal 143 ayat 3 KUHAP.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},228509,1789026927,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,103,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":102},53,"healthcare",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":86,"slug":106},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":101,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":30,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":141},1374391975076,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/14000253ca4ec9f6853?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1783305029341752051","Kedudukan Sidik Jari dalam Proses Penyidikan Tindak Pidana di Kepolisian Resor Gorontalo Perspektif Hukum Islam  \nNoor Asma, 1 Farhan Nikson Taha2  \n1,2IAIN Sultan Amai Gorontalo  \n[Email: noorasma2010anra@gmail.com](Email: noorasma2010anra@gmail.com); [niksontahafarhan@gmail.com](niksontahafarhan@gmail.com)  \nAuthor Correspondence: [noorasma2010anra@gmail.com](noorasma2010anra@gmail.com)  \nAbstract: Fingerprints are evidence that can be categorized as evidence of letters and expert statements, even as complementary and supporting evidence in carrying out the investigation process to reveal the perpetrators of criminal acts. The purpose of the article is to examine the position of fingerprints as evidence in the process of investigating criminal acts in Islamic law. In answering these problems, the author uses a qualitative approach, and empirical normative research methods, namely research that uses empirical normative legal case studies of legal behavior products. The results of the research show that in the cases handled by the Gorontalo Resort Police, the accuracy rate reaches 90 percent in collecting evidence and revealing the perpetrators of criminal acts through fingerprint identities. So that the position of fingerprints in identifying victims and perpetrators of criminal acts is very important to uncover and scientifically prove victims and perpetrators, which can be categorized as evidence of expert testimony that provides information from the identification results. The legal consequences that can be caused to perpetrators or defendants who have wrong identities due to incorrectly identifying fingerprints during investigations and investigations in the trial process are charges that are null and void based on article 143 paragraph 3 of the Criminal Procedure Code. Evidence using fingerprints in Islamic law is not directly stated in the evidence, but Islamic law is dynamic according to place and time so that fingerprint evidence can be verified with evidence of instructions (qarinah).  \nKeywords: Fingerprint; Evidence; Crime; Investigation Process  \nThe Position of Fingerprints in the Criminal Investigation Process atthe Gorontalo Resort Police from an Islamic Law Perspective  \nAbstrak: Sidik jari merupakan alat bukti yang dapat dikategorikan sebagai alatbukti surat dan keterangan ahli bahkan merupakan alat bukti pelengkap sertapendukung dalam melakukan proses penyidikan untuk mengungkap pelaku tindak pidana. Tujuan artikel adalah untuk mengkaji kedudukan sidik jari sebagai alatbukti dalam proses penyidikan tindak pidana dalam hukum Islam. Dalam menjawab permasalahan tersebut digunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian  \nnormatif empiris. Hasil penelitian menunjukkan pada kasus yang ditangani oleh Kepolisian Resor Gorontalo, tingkat keakuratan mencapai 90 persen dalam mengumpulkan bukti serta mengungkap pelaku tindak pidana melalui identitas sidik jari, sehingga kedudukan sidik jari dalam mengidentifikasi korban dan pelakutindak pidana sangat penting untuk mengungkap serta membuktikan korban dan pelaku secara ilmiah, dapat dikategorikan dalam alat bukti keterangan ahli yang memberikan keterangan dari hasil identifikasi. Akibat hukum yang dapat ditimbulkan bagi pelaku atau terdakwa yang salah identitas akibat salah dalam mengidentifikasi sidik jari pada saat penyelidikan dan penyidikan dalam proses persidangan, yaitu dakwaan batal demi hukum berdasarkan pasal 143 ayat 3 KUHAP. Pembuktian menggunakan sidik jari dalam hukum Islam memang tidak tercantum secara langsung dalam alat bukti, akan tetapi hukum Islam bersifat dinamis sesuai tempat dan waktu, sehingga alat bukti sidik jari dapat dianalogikandengan alat bukti petunjuk (qarinah) .  \nKata Kunci: Sidik Jari; Alat Bukti; Tindak Pidana; Proses Penyidikan  \nA. Pendahuluan  \nIslam melalui Alquran sudah sejak lama telah merumuskan dan menjelaskan teori mengenai biometrik. Biometrik adalah cara mengidentifikasi individu dengan menggunakan karakteristik suatu ","cbCaitY6KOS3TJTs","https://ap.wps.com/l/cbCaitY6KOS3TJTs","pdf",297714,24,"Indonesian","# A. Pendahuluan","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian mengenai sidik jari dalam proses penyidikan tindak pidana?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengkaji kedudukan sidik jari sebagai alat bukti dalam proses penyidikan tindak pidana menurut hukum Islam.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini?\",\"answer\":\"Kajian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian normatif-empiris, yakni studi kasus produk perilaku hukum.\"},{\"question\":\"Apa konsekuensi hukum bila sidik jari salah identifikasi dalam proses penyelidikan, penyidikan, dan persidangan?\",\"answer\":\"Akibat hukumnya adalah dakwaan batal demi hukum berdasarkan Pasal 143 ayat 3 KUHAP.\"}]","Kedudukan Sidik Jari dalam Proses Penyidikan Tindak Pidana di Kepolisian Resor Gorontalo Perspektif Hukum Islam | PDF",37]