[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39902-id":3,"doc-seo-39902-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},39902,8796095462418,"Noah","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/80000253c1241d02b47?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1778826106357471780",53,"Layanan Kesehatan","Nestapa Guru Honorer Indonesia Meraih Kesejahteraan","Tulisan ini mengangkat nestapa guru honorer di Indonesia melalui kisah seorang guru sejarah dan pendidikan Pancasila yang menghadapi ketidakpastian status kerja. Uraian menelusuri kerapuhan posisi guru honorer karena minimnya ikatan kelembagaan, rendahnya kesejahteraan dari masa lalu hingga kini, serta ancaman cleansing akibat ketiadaan data pada Dapodik dan NUPTK. Artikel menyoroti kebijakan larangan tenaga honorer di institusi pemerintah dan mekanisme PPPK yang tampak mengutamakan riwayat Dapodik, sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang keadilan.","Nestapa Guru Honorer Indonesia Meraih Kesejahteraan: Harapan dan Aksi yang  \nDapat Dilakukan  \nPutu Prima Cahyadi  \n[prima.cahyadi.p@mail.ugm.ac.id](prima.cahyadi.p@mail.ugm.ac.id)  \nIa datang membawa kegelisahan. Pikirannya tak tentu arah serta tujuan. Dalam benaknya, ia berharap bahwa pekerjaannya sebagai guru honorer dapat terus berlanjut. Namun, di sisi lain, ia tahu, bahwa posisinya sangat rentan.  \nSebagai guru honorer, terlebih yang direkrut dari lowongan pekerjaan yang diterbitkan sekolah, ia tidak memiliki ikatan khusus dengan lembaga pendidikan tempat ia bekerja. Ia hanya datang sesuai jam mengajar, memberikan pengetahuan kepada siswa, dan mengerjakan administrasiumum. Setelah itu, ia bisa beristirahat di rumah, atau bercengkrama dengan sesama guru.  \nNamun, kegelisahan akan posisinya sebagai guru membuatnya terus bertanya, apakah ia akantetap aman. Kehadiran guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan menyingkirkan posisinya. Terlebih, sejak kehadiran guru sejarah pada Februaritahun ini, ia berubah menjadi guru PKN, dan porsinya untuk mengajar sejarah hanya tinggaldua Jam Pelajaran (JP) saja.  \nKegelisahan tersebut merupakan kisah Kadek, seorang guru sejarah dan pendidikan Pancasila di sebuah SMK di Kuta Selatan, menghadapi realita kehidupan sebagai guru honorer. Tentu, Kadek punya risiko bernasib seperti 107 guru honorer di Jakarta, yang mengalami cleansing [beberapabulan yang lalu. Mengutip pemberitaan](beberapabulan yang lalu. Mengutip pemberitaan Tempo.co)[ Tempo.co](beberapabulan yang lalu. Mengutip pemberitaan Tempo.co) (Regar, 2024), cleansing dilakukankarena mereka tidak memiliki data di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) .  \nKegelisahan tersebut semakin menguat, seiring dengan instruksi Pemerintah yang melarang tenaga honorer untuk bekerja di institusi pemerintah mulai Desember 2024 mendatang. [Sebagaimana diberitakan](Sebagaimana diberitakan Kompas.id)[ Kompas.id](Sebagaimana diberitakan Kompas.id) (Aranditio, 2024), status mereka yang tidak begitu jelas membuat posisi mereka berada dalam ketidakpastian. Nasib mereka, bisa dikatakan, hanya tinggal menunggu ditendang dari sekolah tempat mereka mengajar, atau digantikan oleh guru PPPK.  \nKondisi ini tentu memantik sebuah pertanyaan, langkah apa yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlangsungan hidup, dan dalam banyak hal meningkatkan kesejahteraan, guru honorer di negeri ini?  \nKondisi Guru Honorer, Dulu dan Kini  \nSebagai salah satu profesi yang mulia, kehadiran guru honorer menjadi pondasi penting bagipembangunan peradaban bangsa. Tanpanya, sulit untuk membayangkan bagaimana nasib generasi penerus negeri ini, yang menjadi pemegang tampuk kemajuan bangsa.  \nNamun, pekerjaan mulia para guru honorer tidak sebanding dengan nasib yang harus mereka alami. Sejak beberapa puluh tahun yang lalu, mereka harus hidup di bawah garis sejahtera.  \nMengutip pemberitaan Radar Jogja denganjudul Kisah Sedih Guru Honorer (Anonim, 2015), sebagian besar guru honorer di negeri ini mendapatkan upah di bawah standard yang layak.  \nDengan mengutip kisah Bayu Prihartanto, seorang guru honorer di Yogyakarta, gaji sebesar Rp200.000 per bulan, ditambah dengan honor dari kabupaten sebesar Rp100.000, tak sebanding dengan tugas yang ia emban sebagai guru. Ditambah dengan kebutuhan hidup yang semakin meningkat, gaji sebesar Rp300.000 per bulan tidak akan mencukupi untuk Bayu (Anonim, 2015) .  \nSuara penderitaan guru honorer tidak hanya digambarkan melalui kisah para pelakunya. Masyarakatjuga menuangkan keluh kesah mereka melalui meme di internet. Seperti mengutip[sebuah artikel dalam situs](sebuah artikel dalam situs Fimela.com)[ Fimela.com](sebuah artikel dalam situs Fimela.com) (Abdul, 2015), para kreator meme mengabadikan kisahmiris para guru honorer melalui bahasa mereka sendiri.  \nGambar 1. Salah satu meme yang dibuat warganet Indonesia terkait nasib guru honorer di  \nnegeri ini | Foto: Abdul, 2015  \nS","cbCaiskR9c1ia9Er","https://ap.wps.com/l/cbCaiskR9c1ia9Er","pdf",69805,9,1,4,"Indonesian","id",113,"# Kondisi Guru Honorer, Dulu dan Kini\n## PPPK bagi Guru Honorer: Hanya Melihat Riwayat Dapodik","[{\"question\":\"Mengapa posisi guru honorer di sekolah terasa rentan?\",\"answer\":\"Karena guru honorer tidak memiliki ikatan khusus dengan lembaga pendidikan tempat mengajar, datang sesuai jam mengajar, lalu menjalankan administrasi umum. Status yang tidak jelas membuat mereka mudah berada dalam ketidakpastian.\"},{\"question\":\"Apa penyebab cleansing terhadap guru honorer yang tidak memiliki data?\",\"answer\":\"Cleansing dilakukan karena guru honorer tidak memiliki data di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).\"},{\"question\":\"Bagaimana skema PPPK memengaruhi harapan guru honorer untuk kesejahteraan?\",\"answer\":\"PPPK memberi peluang guru honorer menjadi tenaga yang terikat kontrak sebagai bagian dari ASN. Namun, tidak semua terserap karena hanya yang lolos tes dapat menjadi PPPK, dan mekanismenya menekankan riwayat Dapodik.\"}]","Nestapa Guru Honorer Indonesia Meraih Kesejahteraan | PDF",1783087780,6,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":29},"the-plight-of-contract-teachers-in-indonesia-achieving-welfare","",{"@graph":37,"@context":86},[38,54,69],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":22},"https://docshare.wps.com/id/document/the-plight-of-contract-teachers-in-indonesia-achieving-welfare/39902/",{"url":53,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":42,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-16","2026-07-03",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Mengapa posisi guru honorer di sekolah terasa rentan?","Question",{"text":76,"@type":77},"Karena guru honorer tidak memiliki ikatan khusus dengan lembaga pendidikan tempat mengajar, datang sesuai jam mengajar, lalu menjalankan administrasi umum. Status yang tidak jelas membuat mereka mudah berada dalam ketidakpastian.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Apa penyebab cleansing terhadap guru honorer yang tidak memiliki data?",{"text":81,"@type":77},"Cleansing dilakukan karena guru honorer tidak memiliki data di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Bagaimana skema PPPK memengaruhi harapan guru honorer untuk kesejahteraan?",{"text":85,"@type":77},"PPPK memberi peluang guru honorer menjadi tenaga yang terikat kontrak sebagai bagian dari ASN. Namun, tidak semua terserap karena hanya yang lolos tes dapat menjadi PPPK, dan mekanismenya menekankan riwayat Dapodik.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,103,107,111,113,117,121,125,129,133],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":101,"show_sort_weight":97,"slug":102},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":105,"show_sort_weight":97,"slug":106},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":109,"show_sort_weight":97,"slug":110},51,"Komik","comic",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":112},"healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":115,"show_sort_weight":97,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":119,"show_sort_weight":97,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general",{"id":134,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":135,"show_sort_weight":4,"slug":136},181,"Formulir","formulir"]