[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-291847-113":53,"doc-detail-291847-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","the-importance-of-evidence-in-the-legal-discovery-process-in-civil-courts","Arti Pentingnya Pembuktian dalam Proses Penemuan Hukum di Peradilan Perdata","","Standar pembuktian merupakan langkah krusial dalam proses penemuan hukum. Setelah peristiwa konkret yang menjadi sengketa terbukti, hakim memperoleh kebenaran atas peristiwa tersebut. Selanjutnya, hakim mengkualifikasi peristiwa menjadi isu hukum dengan mencari serta menerapkan peraturan yang relevan. Rangkaian ini berkaitan dengan kewajiban hakim dalam memeriksa, mengadili, dan memutus perkara tanpa menolak, serta menggali nilai hukum yang hidup dalam masyarakat.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/the-importance-of-evidence-in-the-legal-discovery-process-in-civil-courts/291847/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/the-importance-of-evidence-in-the-legal-discovery-process-in-civil-courts/291847.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Jake","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-03","2026-09-17",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Mengapa pembuktian penting dalam proses penemuan hukum pada peradilan perdata?","Question",{"text":109,"@type":110},"Pembuktian menjadi tahap yang menentukan karena setelah peristiwa konkret terbukti, hakim dapat memperoleh kebenaran mengenai peristiwa yang disengketakan dan melanjutkan ke kualifikasi serta penerapan hukum.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Apa dasar kewajiban hakim dalam memeriksa, mengadili, dan memutus perkara?",{"text":114,"@type":110},"Hakim berkewajiban memeriksa, mengadili, dan memutus perkara serta terikat pada asas larangan menolak perkara (rechtsweigering), meskipun undang-undangnya tidak jelas atau tidak lengkap.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana tahapan peristiwa dan hukum diproses sebelum penerapan hukum dilakukan?",{"text":118,"@type":110},"Peristiwa diperoleh dari proses jawab-menjawab, kemudian diseleksi untuk menentukan peristiwa yang relevan bagi hukum. Peristiwa relevan selanjutnya dibuktikan untuk memperoleh kepastian, baru kemudian hakim menghubungkan peristiwa konkrit dengan peraturan hukum yang menguasainya.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},291847,1790224070,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":141,"read_time":142},962084928904,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","ARTI PENTINGNYA PEMBUKTIAN DALAMPROSES PENEMUAN HUKUM DI PERADILAN PERDATA  \nElisabeth Nurhaini Butarbutar􀀱*  \nAbstract Abstrak  \nStandard of proof in law-finding process is a crucial step. After the occurence of a concrete event has been proven, the judge then will be able to acquire the truth regarding that disputed event. Then, he will qualify the event into a legal issue byfinding the relevant applicable law.  \nPembuktian dalamproses penemuan hukumadalah tahapanyang sangat penting. Apabilaperistiwa konkret sudah dibuktikan, hakim akan memperoleh kebenaran mengenai peristiwa yang disengketakan tersebut. Kemudian, hakim akan mengkualifikasi peristiwa tersebut menjadiperistiwa hukum dengan cara mencari peraturan hukum yang relevan untuk diterapkan.  \nKata Kunci: pembuktian, penemuan hukum, hakim perdata, pengadilan negeri.  \nA. Pendahuluan  \nPada umumnya problematika penemuan hukum, dipusatkan pada hakim dan pembentuk undang-undang. Hakim selalu melakukan penemuan hukum karena hakimlah yang sering dihadapkan kepada peristiwa konkrit atau konflik untuk diselesaikannya.  \nSebagaimana ditentukan dalam Pasal 11 ayat (3) UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, selanjutnya akan disebut UU Kekuasaan Kehakiman, ditentukan bahwa hakim dalam memeriksa, mengadili dan memutus perkara dibantu oleh seorang panitera. Dari ketentuantersebut diketahui bahwa tugas pokok hakim adalah memeriksa, mengadili dan memutus perkara.  \nBerdasarkan Pasal 10 ayat (1) UUKekuasaan Kehakiman, pengadilan tidak boleh menolak untuk memeriksa, mengadili dan memutus suatu perkara yang diajukan kepadanya, dengan dalih hukumnya tidakada atau tidak jelas. Ketentuan Pasal 10 ayat (1) UU Kekuasaan Kehakiman itu, dikenaldengan asas larangan menolak suatu perkara (rechtsweigering) yang mewajibkan hakim untuk memeriksa dan mengadili perkara yang diajukan kepadanya meskipun undang-undangnya tidak jelas atau tidak lengkap.  \nAsas larangan menolak suatu perkara ini, lahir karena pada asasnya hakim dianggap tahu semua hukum (ius curia novit). Oleh karena itu, apabila sekiranya, hakim tidak menemukan hukumnya dalam  \n* Dosen HukumAcara Unika St. Thomas Medan (e-mail: [elisa_nurhaini@yahoo.com](elisa_nurhaini@yahoo.com)) .  \n348 MIMBAR HUKUM Volume 22, Nomor 2, Juni 2010, Halaman 347-359  \nhukum tertulis, maka hakim wajib mencari hukumnya di luar hukum tertulis. Kewajiban hakim ini ditegaskan dalam Pasal 5 ayat (1) UU Kekuasaan Kehakiman, mewajibkan hakim untuk menggali, mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat. Oleh karena itu, pasalini menjadi salah satu dasar bagi hakim untuk menemukan hukumnya, melaluikegiatan penemuan hukum.  \nPenemuan hukum oleh hakim perdata dilakukan dalam kegiatan pemeriksaan perkara di pengadilan. Oleh karena itu, untuk mengetahui prosedur penemuan hukum dapat diikuti tahapan dalampemeriksaan perkara perdata. Dalam menyelesaikan suatu perkara, pada dasarnya ada dua hal yang penting bagi hakim yaitu peristiwa yang disengketakan dan hukumnya. Hal ini juga dikemukakanbahwa,“hij weet, dat hij twee dingen noodig heeft: de kennis der feiten en van den regel; een toepassing van den regel op de feiten geeft het antwoord.”􀀱 Oleh karena itu yang harus dikemukakan oleh para pihak dalamproses berperkara adalah peristiwanyabukan hukumnya, karena secara ex officio, hakim dianggap harus diketahui dan diterapkanoleh hakim (ius curia novit).  \nPeristiwa yang disengketakan diperoleh dari proses jawab menjawab, karena jawab menjawab ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi hakim tentang peristiwa manakah yang sekiranya menjadi sengketaatau agar hakim dapat menentukan pokok  \nperkara. Peristiwa yang menjadi pokok perkara yang diketemukan dari proses jawab menjawab itu masih merupakan kompleks peristiwa yang harus diseleksi.  \nSetelah peristiwa yang sekiranyadisengketakan2 diketahui oleh hakim, maka hakim harus menyeleksi peristiwa-peristiwa yang relevan bagi hukum, karena hasil dari proses jawab menjawab merupakan peristiwa","cbCaigxcnUEsyrkQ","https://ap.wps.com/l/cbCaigxcnUEsyrkQ","pdf",303848,13,"Indonesian","# A. Pendahuluan\n## Problematika penemuan hukum pada hakim dan pembentuk undang-undang\n## Kewajiban hakim: larangan menolak perkara dan ius curia novit\n## Peristiwa, proses jawab-menjawab, dan seleksi peristiwa yang relevan\n## Pembuktian untuk kepastian sengketa dan penerapan hukum","[{\"question\":\"Mengapa pembuktian penting dalam proses penemuan hukum pada peradilan perdata?\",\"answer\":\"Pembuktian menjadi tahap yang menentukan karena setelah peristiwa konkret terbukti, hakim dapat memperoleh kebenaran mengenai peristiwa yang disengketakan dan melanjutkan ke kualifikasi serta penerapan hukum.\"},{\"question\":\"Apa dasar kewajiban hakim dalam memeriksa, mengadili, dan memutus perkara?\",\"answer\":\"Hakim berkewajiban memeriksa, mengadili, dan memutus perkara serta terikat pada asas larangan menolak perkara (rechtsweigering), meskipun undang-undangnya tidak jelas atau tidak lengkap.\"},{\"question\":\"Bagaimana tahapan peristiwa dan hukum diproses sebelum penerapan hukum dilakukan?\",\"answer\":\"Peristiwa diperoleh dari proses jawab-menjawab, kemudian diseleksi untuk menentukan peristiwa yang relevan bagi hukum. Peristiwa relevan selanjutnya dibuktikan untuk memperoleh kepastian, baru kemudian hakim menghubungkan peristiwa konkrit dengan peraturan hukum yang menguasainya.\"}]","Arti Pentingnya Pembuktian dalam Proses Penemuan Hukum di Peradilan Perdata | PDF",1789647066,20]