[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-57664-id":3,"doc-seo-57664-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":95},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},57664,1099514068035,"Ezra","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",48,"Cerita & Novel","Sang Penyembuh Alyson Curro Nan Hom Noon","Kisah Sang Penyembuh mengikuti perjalanan dokter Cynthia Maung pada masa militer menguasai Burma tahun 1988. Bersama dokter dan aktivis lain, ia menempuh perjalanan berbahaya hingga tiba di Thailand, tempat ia menghadapi banyak pengungsi Myanmar yang terluka dan sakit dengan keterbatasan dana. Cynthia membuka klinik di Mae Sot, memulai dari peralatan sederhana dan ruang seadanya, lalu memberi layanan gratis bagi pasien yang menderita malaria, diare, dan luka tembak. Bertahun-tahun kemudian, kliniknya berkembang pesat dan Cynthia dikenal berkat penghargaan internasional atas kepemimpinan serta pengabdiannya.","Sang Penyembuh Alyson Curro Nan Hom Noon  \nDokter Cynthia Maung sedang bersembunyi. Saat itu bulan September 1988 dan militermenguasai Burma. Dokter Cynthia bersamadokter-dokter dan aktivis-aktivis lainnya takutakan keselamatan mereka, sehingga mereka menunggu di hutan. Setelah matahari terbenam, mereka melanjutkan perjalanan menuju Thailand.  \nDi sepanjang perjalanan, mereka bertemu orang-orang sakit yang belum pernah bertemu dokter. Dokter Cynthia dan temantemannya berkomitmen dan cerdas, merekamenolong sebisa mereka dengan apa yang mereka punya. Di tas Dokter Cynthia ada sebilah pisau bedah, stetoskop, dan termometer. Perlu waktu tujuh hari untuk mereka bisa sampai di Thailand.  \nDi Thailand, Dokter Cynthia bertemu dengan banyak pengungsi seperti dirinya yang telah melarikan diri dari Myanmar. Merekamenderita cedera dan berbagai penyakit, dan mereka hanya memiliki sedikit uang. Dokter Cynthia ingin membantu mereka, sehingga dia memutuskan membuka sebuahklinik di Mae Sot, sebuah kota yang berada di perbatasan antara Thailand dan Myanmar.  \nAwalnya, klinik beroperasi di reruntuhan rumah beton berlantaikan tanah. Dokter Cynthia membersihkan peralatan medisnyadi sebuah penanak nasi. Dia dan timnya hidup sederhana dan bekerja keras . Mereka memberikan pelayanan gratis untuk pasien, yang sebagian besar pelajar dan anak muda yang menderita malaria, diare, dan luka tembak.  \nBeberapa puluh tahun kemudian, Dokter Cynthia terkenal. Dia memenangkan banyak penghargaan internasional ataskepemimpinan dan pengabdiannya dalam menolong para pengungsi Myanmar. Kliniknya sekarang melayani ratusan ribu orang setiap tahunnya.  \nGunakan petunjuk-petunjuk ini untuk menulis ceritamu di selembar kertas.  \nKapan kamu merasa sangat senang? Aktivitas apa yang kamu senangi? Kadang, hidup bisa terasa sulit.  \nCeritakan kesulitan yang telah kamu atasidalam kehidupanmu.  \nCeritakan juga masa depanmu.  \nImpian apa yang ingin kamu lakukan?  \nGambar potret dirimu.  \nBrought to you by  \nLet’s Read is a program of The Asia Foundation that supports early reading skills and habits to develop our next generation of critical thinkers and creative innovators in Asia and the Pacific.  \nTo read more books like this and get further information,  \nvisit: [letsreadasia.org](letsreadasia.org)  \nOriginal Story  \nSang Penyembuh (The Healer) . Author: Alyson Curro. Illustrator: Nan Hom Noon.  \nPublished by The Asia Foundation-Let’s Read, © The Asia Foundation-Let’s Read. Released under CC-BY-4 .0.  \nThis work is a modified version of the original story. @ The Asia Foundation, 2020. Some rights reserved. Released under  \nCC-BY-4 .0.  \nFor full terms of use and attribution,  \n[http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/](http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/)  \nContributing translators: Dina Begum","cbCair0IPOdWeOP6","https://ap.wps.com/l/cbCair0IPOdWeOP6","pdf",572640,2,1,9,"Indonesian","id",113,"# Perjalanan menuju Thailand\n# Mendirikan klinik di Mae Sot\n# Dampak dan pengakuan internasional\n# Tugas menulis dan refleksi","[{\"question\":\"Mengapa dokter Cynthia Maung dan timnya menunggu di hutan sebelum melanjutkan perjalanan?\",\"answer\":\"Mereka bersembunyi karena takut akan keselamatan diri saat militer menguasai Burma. Setelah matahari terbenam, perjalanan dilanjutkan menuju Thailand.\"},{\"question\":\"Apa yang dilakukan dokter Cynthia ketika tiba di Thailand bersama para pengungsi?\",\"answer\":\"Ia membantu pengungsi Myanmar yang cedera dan sakit dengan membuka klinik di Mae Sot. Klinik awalnya beroperasi di reruntuhan rumah beton dan melayani pasien secara gratis.\"},{\"question\":\"Layanan medis apa yang paling sering dibutuhkan para pasien di klinik Mae Sot?\",\"answer\":\"Mayoritas pasien adalah pelajar dan anak muda yang menderita malaria, diare, serta luka tembak.\"},{\"question\":\"Bagaimana akhir cerita menggambarkan perkembangan dan pengakuan terhadap dokter Cynthia?\",\"answer\":\"Beberapa puluh tahun kemudian, dokter Cynthia terkenal dan menerima banyak penghargaan internasional. Kliniknya berkembang hingga melayani ratusan ribu orang setiap tahun.\"}]",1783917966,14,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":90,"head_meta":92,"extra_data":94,"updated_unix":28},"the-healer-alyson-curro-nan-hom-noon","",{"@graph":36,"@context":89},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,47,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",{"item":48,"name":12,"@type":43,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/the-healer-alyson-curro-nan-hom-noon/57664/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-21","2026-07-13",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81,85],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa dokter Cynthia Maung dan timnya menunggu di hutan sebelum melanjutkan perjalanan?","Question",{"text":75,"@type":76},"Mereka bersembunyi karena takut akan keselamatan diri saat militer menguasai Burma. Setelah matahari terbenam, perjalanan dilanjutkan menuju Thailand.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa yang dilakukan dokter Cynthia ketika tiba di Thailand bersama para pengungsi?",{"text":80,"@type":76},"Ia membantu pengungsi Myanmar yang cedera dan sakit dengan membuka klinik di Mae Sot. Klinik awalnya beroperasi di reruntuhan rumah beton dan melayani pasien secara gratis.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Layanan medis apa yang paling sering dibutuhkan para pasien di klinik Mae Sot?",{"text":84,"@type":76},"Mayoritas pasien adalah pelajar dan anak muda yang menderita malaria, diare, serta luka tembak.",{"name":86,"@type":73,"acceptedAnswer":87},"Bagaimana akhir cerita menggambarkan perkembangan dan pengakuan terhadap dokter Cynthia?",{"text":88,"@type":76},"Beberapa puluh tahun kemudian, dokter Cynthia terkenal dan menerima banyak penghargaan internasional. Kliniknya berkembang hingga melayani ratusan ribu orang setiap tahun.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":91,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":93,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":96},[97,102,104,108,112,116,120,124,128,132],{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":100,"slug":101},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":100,"slug":103},"story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":100,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":100,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":100,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":100,"slug":119},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":100,"slug":123},49,"Sastra","literature",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":100,"slug":127},52,"Teknologi","technology",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":100,"slug":131},50,"Ujian","exam",{"id":133,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":134,"show_sort_weight":100,"slug":135},57,"Umum","general"]