[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-48151-id":3,"doc-seo-48151-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},48151,16904993612988,"Olivia Brown","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd",48,"Cerita & Novel","Gadis Penyulut Lentera","Nora memutuskan untuk mengajak teman-temannya pulang lewat jalan yang berbeda, meskipun jalan itu melewati rumah seram. Ia beralasan jaraknya lebih dekat dan sebentar lagi akan turun hujan, sehingga mereka harus segera sampai di rumah. Devon dan Silva yang penakut, hanya menurut saja. Setiap ada bunyi, mereka berdua langsung merapat pada Nora. Tiba-tiba, obor yang dibawa Nora terjatuh dan padam! Keduanya sangat terkejut dan langsung berlari ketakutan, meninggalkan Nora sendirian. Nora terpaksa pulang sendirian, ia berharap listrik sudah masuk ke kampungnya agar ada penerangan. Setibanya di rumah, melihat api di tungku ibunya, muncul ide cemerlang di pikiran Nora. Ia meminta api dari ibunya untuk membuat obor penerangan di depan rumah. Sang ibu, meski heran, akhirnya mengangguk dan mendukung ide anaknya. Bersama-sama, Nora dan ibunya mengikat obor kuat-kuat ke tiang bambu. Seketika, suasana di depan rumah Nora menjadi terang dan ia merasa senang. Namun, embusan angin membuat api obor bergoyang-goyang. Kilat tampak menyambar di kejauhan. Embusan angin terasa makin kencang, membuat ibu dan Nora segera masuk rumah. Nora merasa waswas memikirkan obornya; bisakah apinya bertahan di tengah badai? Kisah ini menggambarkan kecerdikan seorang anak dalam mencari solusi penerangan di tengah keterbatasan, sambil menghadapi ketakutan dan tantangan alam.","Gadis Penyulut Lentera Rasya Swarnasta Kautsar Riina Arifin  \nUsai mengaji, Nora mengajak teman  \ntemannya pulang lewat jalan yang berbeda.  \n“Jaraknya lebih dekat,” kata Nora .  \n“Melewati rumah seram itu?” Devon berseru.  \n“Mengapa tidak lewat jalan biasa saja?” tanya Silva.  \n“Karena sepertinya sebentar lagi turun hujan. Kita harus cepat sampai di rumah,” sahut Nora .  \nDevon dan Silva pun menurut. Nora tahu, Devon dan Silva takut. Setiap ada bunyi, keduanya langsung merapat pada Nora . Sampai-sampai …  \n…obor Nora terjatuh dan padam! Semuanya terkejut. Devon dan Silva langsung lariketakutan.  \n“Hei, tunggu!” teriak Nora .  \nNamun, mereka berdua terus berlari.  \nNora terpaksa pulang sendirian. Ah, andaisaja listrik sudah masuk ke kampungnya. Apaya, yang dapat menerangijalan?  \nDi rumah, Ibu sedang memasak. Melihat api di tungku, muncul ide di pikiran Nora .  \n”Bu, minta apinya, ya,” kata Nora .  \nMeski terlihat heran, Ibu mengangguk.  \n“Untuk apa obor di dalam rumah?” tanya Ibu.  \n“Untuk menerangijalan di depan rumah kita, Bu.” Nora menjelaskan gagasannya.  \n“Wah, ide bagus,” sahut Ibu.“Mari kita coba.”  \nBersama-sama Nora dan Ibu mengikat obor kuat-kuat ke tiang bambu.  \nSeketika, suasana di depan rumah Nora menjadi terang. Nora pun senang.  \nNamun, embusan angin membuat api oborbergoyang-goyang. Kilat tampak menyambardi kejauhan.  \nEmbusan angin terasa makin kencang.  \nIbu dan Nora segera masuk rumah.  \nNora merasa waswas . Bagaimana denganobornya?  \nBisakah apinya bertahan?","cbCaivv00Vfe14yd","https://ap.wps.com/l/cbCaivv00Vfe14yd","pdf",2643876,3,1,27,"Indonesian","id",113,"# Gadis Penyulut Lentera\n# Cerita","[{\"question\":\"Mengapa Nora memilih jalan yang berbeda untuk pulang?\",\"answer\":\"Nora mengajak teman-temannya pulang lewat jalan yang berbeda karena jaraknya lebih dekat dan ia memperkirakan akan segera turun hujan, sehingga mereka harus cepat sampai di rumah.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi pada obor Nora saat pulang?\",\"answer\":\"Obor yang dibawa Nora terjatuh dan padam, membuat teman-temannya ketakutan dan berlari meninggalkannya.\"},{\"question\":\"Bagaimana Nora ide untuk menciptakan penerangan?\",\"answer\":\"Nora mendapatkan ide untuk menciptakan penerangan dari api di tungku ibunya. Ia meminta api dari ibunya untuk membuat obor di depan rumah.\"}]",1783567689,42,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"the-girl-who-lit-the-lantern","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/the-girl-who-lit-the-lantern/48151/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-16","2026-07-09",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa Nora memilih jalan yang berbeda untuk pulang?","Question",{"text":75,"@type":76},"Nora mengajak teman-temannya pulang lewat jalan yang berbeda karena jaraknya lebih dekat dan ia memperkirakan akan segera turun hujan, sehingga mereka harus cepat sampai di rumah.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa yang terjadi pada obor Nora saat pulang?",{"text":80,"@type":76},"Obor yang dibawa Nora terjatuh dan padam, membuat teman-temannya ketakutan dan berlari meninggalkannya.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana Nora ide untuk menciptakan penerangan?",{"text":84,"@type":76},"Nora mendapatkan ide untuk menciptakan penerangan dari api di tungku ibunya. Ia meminta api dari ibunya untuk membuat obor di depan rumah.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]