[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-228277-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-228277-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","the-evidentiary-power-of-fingerprints-as-evidence-in-theft-criminal-offenses-case-study-at-makassar-city-police-headquarters","Kekuatan Pembuktian Sidik Jari Sebagai Alat Bukti Dalam Tindak Pidana Pencurian - Studi Kasus di Polrestabes Makassar","","Penelitian ini menganalisis kekuatan pembuktian sidik jari dalam penyidikan yang dilakukan penyidik Polrestabes Makassar, serta kendala dalam menentukan bobot pembuktian sidik jari pada perkara pencurian. Pendekatan yang digunakan bersifat empiris, dengan data primer dari wawancara tim identifikasi dan data sekunder berupa peraturan, literatur, dan bahan pustaka hukum relevan. Temuan menunjukkan sidik jari memiliki kekuatan pembuktian kuat bila diperoleh dan dianalisis sesuai prosedur, dipengaruhi ketepatan langkah serta keahlian petugas. Hambatan teknis dan kelalaian manusia dapat memengaruhi hasil pemeriksaan. Rekomendasi menekankan peningkatan sarana forensik, perluasan basis data sidik jari, penguatan INAFIS, serta penyempurnaan prosedur pengambilan dan analisis.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/the-evidentiary-power-of-fingerprints-as-evidence-in-theft-criminal-offenses-case-study-at-makassar-city-police-headquarters/228277/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/the-evidentiary-power-of-fingerprints-as-evidence-in-theft-criminal-offenses-case-study-at-makassar-city-police-headquarters/228277.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Ezra","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-13","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",9,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Mengapa sidik jari dinilai memiliki kekuatan pembuktian yang kuat dalam perkara pencurian?","Question",{"text":63,"@type":64},"Sidik jari memiliki kekuatan pembuktian kuat jika diperoleh dan dianalisis sesuai prosedur. Ketepatan prosedur serta keahlian petugas identifikasi sangat berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Apa saja kendala yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan sidik jari?",{"text":68,"@type":64},"Hambatan teknis dan kelalaian manusia dapat memengaruhi hasil pemeriksaan sidik jari. Hal ini berdampak pada penentuan kekuatan bukti sidik jari dalam penyidikan.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Apa rekomendasi penelitian untuk meningkatkan penggunaan sidik jari sebagai alat bukti?",{"text":72,"@type":64},"Lembaga penegak hukum disarankan meningkatkan sarana dan prasarana identifikasi forensik serta memperluas basis data sidik jari. Rekomendasi juga mencakup penguatan sistem INAFIS, peningkatan kompetensi SDM, pembaruan peralatan, serta penyempurnaan prosedur pengambilan dan analisis.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},228277,1789024102,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},1099514068035,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","Kekuatan Pembuktian SidikJari SebagaiAlat Bukti Dalam Tindak Pidana Pencurian (Studi Kasus di Polrestabes Makassar)  \nNadillah Nadillah 1, Muhammad Ya’rif Arifin2, Muhammad Arsy3  \n1,2,3 Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia, Indonesia  \nKoresponden: [nadillahumi36@gmail.com](nadillahumi36@gmail.com)  \nAbstrak:  \nPenelitian ini menganalisis kekuatan pembuktian sidikjari dalam penyidikanyang dilakukanoleh penyidik Polrestabes Makassar dan kendala yang dihadapi dalam menentukankekuatan bukti sidik jari dalam pencurian. Pendekatan yang digunakan adalah empiris, dengan data primer dari wawancara tim identifikasi dan data sekunder dari peraturan, literatur hukum, dan bahan pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sidik jari sebagai alatbukti memiliki kekuatan yang kuat jika diperoleh dan dianalisis sesuai prosedur. Ketepatan prosedur dan keahlian petugas identifikasi sangat berpengaruh. Namun, ada hambatanteknis dan kelalaian manusia yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan sidik jari. Disarankan agar lembaga penegak hukum meningkatkan sarana dan prasarana identifikasi forensik serta memperluas basis data sidik jari. Rekomendasi mencakup penguatan sistem identifikasi forensik, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pembaruan sarana, dan optimalisasi sistem INAFIS, serta penyempurnaan prosedur pengambilan dan analisis sidik jari.  \nKata Kunci: Tindak Pidana, Sidik jari, Pencurian, Pembuktian  \nAbstract:  \nThis study analyzes the evidentiary weight of fingerprints in investigations conducted by investigators at the Makassar City Police Headquarters and the challenges faced in determining the evidentiary weight of fingerprints in theft cases. The approach used is empirical, with primary data derived from interviews with the identification team and secondary data from regulations, legal literature, and relevant reference materials. The results of the study indicate that fingerprints, as a form of evidence, possess strong evidentiary weight if obtained and analyzed in accordance with procedures. The accuracy of procedures and the expertise of identification officers are highly influential. However, technical obstacles and human error can affect the results offingerprint examinations. It is recommended that law enforcement agencies improve forensic identification facilities and infrastructure and expand the fingerprint database. Recommendations include strengthening the forensic identification system, enhancing human resource competencies, updating equipment, and optimizing the INAFIS system, as well as refining fingerprint collection and analysis procedures.  \nKeywords: Criminal Offenses, Fingerprints, Theft, Evidence  \nA. PENDAHULUAN  \nRepublik Indonesia adalah negara yang berlandaskan hukum, sebagaimana tercantumdalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hukum adalah standar yang mengatur semua perilaku di dalam masyarakat. Oleh karenaitu, tujuan hukum di Indonesia adalah untuk mengatur perilaku pemerintah gunamencegah kerugian atau gangguanterhadap kepentingan umum. Utrecht mendefinisikanhukum sebagai kumpulan aturan, termasuk perintah dan larangan, yang mengaturketertiban sosial dan harus dipatuhi oleh anggotanya[1] . Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia berupaya menjadikan hukum sebagai pengatur kehidupanwarganya guna mencapai kemakmuran.  \nKepolisian Republik Indonesia (POLRI), sebagai lembaga penegak hukum, secarakonsisten menghadapi berbagai permasalahan, terutama terkait dengan pertumbuhannasional yang memicu perubahan di semua aspek kehidupan. Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, POLRI harus mampu beradaptasi dengan masyarakat yang multikultural. Selain itu, POLRI juga wajib memastikan pemerataan informasi mengenai perubahan-perubahan hukum yang berlaku kepada seluruh anggota tanpa terkecuali, guna mewujudkan POLRI yang profesional dan mampu mengayomi masyarakat.  \n[2] Di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tingkat kejahatan, ter","cbCaipWqMDtuRiKW","https://ap.wps.com/l/cbCaipWqMDtuRiKW","pdf",358909,11,"Indonesian","# A. PENDAHULUAN\n## Kerangka hukum dan peran hukum\n## Peran POLRI dan tantangan perkembangan kejahatan\n## Pencurian sebagai tindak pidana dan jejak di TKP\n## Sidik jari, daktiloskopi, dan landasan pembuktian\n## Relevansi sidik jari serta wewenang penyidik","[{\"question\":\"Mengapa sidik jari dinilai memiliki kekuatan pembuktian yang kuat dalam perkara pencurian?\",\"answer\":\"Sidik jari memiliki kekuatan pembuktian kuat jika diperoleh dan dianalisis sesuai prosedur. Ketepatan prosedur serta keahlian petugas identifikasi sangat berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan.\"},{\"question\":\"Apa saja kendala yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan sidik jari?\",\"answer\":\"Hambatan teknis dan kelalaian manusia dapat memengaruhi hasil pemeriksaan sidik jari. Hal ini berdampak pada penentuan kekuatan bukti sidik jari dalam penyidikan.\"},{\"question\":\"Apa rekomendasi penelitian untuk meningkatkan penggunaan sidik jari sebagai alat bukti?\",\"answer\":\"Lembaga penegak hukum disarankan meningkatkan sarana dan prasarana identifikasi forensik serta memperluas basis data sidik jari. Rekomendasi juga mencakup penguatan sistem INAFIS, peningkatan kompetensi SDM, pembaruan peralatan, serta penyempurnaan prosedur pengambilan dan analisis.\"}]","Kekuatan Pembuktian Sidik Jari Sebagai Alat Bukti Dalam Tindak Pidana Pencurian - Studi Kasus di Polrestabes Makassar | PDF",17]