[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-57621-id":3,"doc-seo-57621-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},57621,8796095461564,"Liam","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d",48,"Cerita & Novel","Si Enggano Telur","Cerita ini mengisahkan tentang seekor entok yang bertelur, dan seekor ayam hutan bernama Ata yang juga bertelur. Entok tersebut bangga dengan telurnya yang besar, sementara Ata bertelur enam butir. Mereka berdua tinggal di kandang yang sama dan mencari makan bersama. Saat anak-anak bermain sepeda dengan cepat, entok bersuara 'Kwék! Kwék! Kwék!', ayam hutan bersuara 'Ketok! Ketok! Ketok!', dan terjadi perebutan telur. Entok mengira telur yang berdekatan dengan sarangnya adalah miliknya, namun ternyata telur tersebut dikenali oleh Ata sebagai miliknya. Entok menyadari bahwa telur bebek menetas lebih lama dari telur ayam. Cerita ini menampilkan interaksi antara entok dan Ata, di mana mereka berbagi kandang dan kadang-kadang berselisih mengenai telur mereka. Terdapat juga gambaran kehidupan di pedesaan dengan adanya rumah, kandang, kolam kecil, dan anak-anak bermain sepeda. Suara-suara binatang seperti 'Kwék! Kwék! Kwék!' dan 'Ciak! Ciak! Ciak!' serta suara ketukan 'Ketok! Ketok! Ketok!' mewarnai suasana cerita, menciptakan gambaran yang hidup tentang kehidupan di peternakan. Cerita ini menekankan kepemilikan dan kesalahpahaman yang terjadi di antara kedua hewan tersebut terkait telur yang mereka hasilkan.","Nu Boga Endog Syafrida Nasution  \nAdrinalia  \nNu Boga Endog  \nKuring Bétih. Tuh di ditu kandang kuring.  \nKwék! Kwék! Kwék! Éta babaturan kuring, ngaranna Ata. Manéhna mah hayamleuweung. Kuring duaan cicing di kandangnu sarua . Pasti Ata atoh. Manéhna mah hayangeun boga endog loba. Tapi, biasana paling loba ogé genep siki. Ilikan endong kuring. Ilikan.  \nKuring duaan sok néangan dahareun babarengan.  \nAduh! Barudak numpak sapédah té h sokkekebutan.  \nKwek! Kwek! Kwek! Ketok! Ketok! Ketok! Alahendog urang!  \nKwék! Kwék! Kwék! Éta endog kuring, Ata. Ketok! Ketok! Ketok! Endog ieu deukeut sayang kuring. Hartina ieu nu kuring.  \nWaktuna nyileungleum. Ciak! Ciak! Ciak! Ciak!  \nKwék! Kwék! Kwék! Ieuh Ata. Pantes wé endog nu éta mah can megar ogé . Endog éntog mah megarna leuwih lila.  \nKetok! Ketok! Ketok! Lain, ieu mah endog kuring!  \nKwék! Ciak! Kwék! Ciak! Mani lalucu... Kwék! Kwék! Kwék!  \nKetok! Ketok! Ketok!  \nCiak! Ciak! Ciak! Kwék! Kwék! Kwék!","cbCaiu0ZBoaJ7hKx","https://ap.wps.com/l/cbCaiu0ZBoaJ7hKx","pdf",2109861,4,1,19,"Indonesian","id",113,"# Si Enggano Telur\n## Hubungan Entok dan Ata\n## Kehidupan di Kandang\n## Perebutan Telur","[{\"question\":\"Siapa saja tokoh utama dalam cerita ini?\",\"answer\":\"Tokoh utama dalam cerita ini adalah seekor entok dan seekor ayam hutan bernama Ata.\"},{\"question\":\"Di mana entok dan Ata tinggal?\",\"answer\":\"Mereka berdua tinggal di kandang yang sama dan mencari makan bersama.\"},{\"question\":\"Mengapa terjadi perebutan telur?\",\"answer\":\"Terjadi perebutan telur karena entok mengira telur yang berdekatan dengan sarangnya adalah miliknya, padahal itu adalah telur Ata.\"}]",1783917738,29,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"the-egg-duck","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/the-egg-duck/57621/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-24","2026-07-13",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Siapa saja tokoh utama dalam cerita ini?","Question",{"text":75,"@type":76},"Tokoh utama dalam cerita ini adalah seekor entok dan seekor ayam hutan bernama Ata.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Di mana entok dan Ata tinggal?",{"text":80,"@type":76},"Mereka berdua tinggal di kandang yang sama dan mencari makan bersama.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Mengapa terjadi perebutan telur?",{"text":84,"@type":76},"Terjadi perebutan telur karena entok mengira telur yang berdekatan dengan sarangnya adalah miliknya, padahal itu adalah telur Ata.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]