[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-199344-113":53,"doc-detail-199344-id":131},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":124,"head_meta":126,"extra_data":128,"updated_unix":130},113,"id","the-effect-of-positive-thinking-therapy-and-cognitive-behavior-therapy-cbt-on-reducing-anxiety-in-students-at-mulawarman-university","Pengaruh Terapi Berpikir Positif dan Cognitive Behavior Therapy (CBT) terhadap Penurunan Kecemasan pada Mahasiswa Universitas Mulawarman","","Kecemasan dipahami sebagai keadaan emosi gelisah yang berkaitan dengan respons takut dan dapat mengganggu fungsi individu. Penelitian ini bertujuan mengetahui penurunan kecemasan pada mahasiswa Universitas Mulawarman setelah diberikan terapi berpikir positif dan Cognitive Behavior Therapy (CBT). Metode yang digunakan kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Sampel berjumlah 40 mahasiswa dengan kecemasan tingkat tinggi. Hasil menunjukkan penurunan kecemasan pada terapi berpikir positif (U = 62.000, p = 0.000) serta pada CBT (U = 91.000, p = 0.003). CBT terbukti lebih efektif ditinjau dari mean post (15.05 > 13.60).",{"@graph":63,"@context":123},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/the-effect-of-positive-thinking-therapy-and-cognitive-behavior-therapy-cbt-on-reducing-anxiety-in-students-at-mulawarman-university/199344/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/the-effect-of-positive-thinking-therapy-and-cognitive-behavior-therapy-cbt-on-reducing-anxiety-in-students-at-mulawarman-university/199344.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Đào","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-06","2026-09-04",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115,119],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa tujuan penelitian ini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Mengetahui penurunan kecemasan pada mahasiswa Universitas Mulawarman setelah diberi terapi berpikir positif dan Cognitive Behavior Therapy (CBT).","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana metode penelitian yang digunakan?",{"text":114,"@type":110},"Penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, yaitu memberikan perlakuan pada sampel lalu mengamati konsekuensi perlakuan tersebut.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana hasil terapi berpikir positif terhadap kecemasan?",{"text":118,"@type":110},"Terdapat penurunan kecemasan dengan nilai U = 62.000 dan p = 0.000 setelah terapi berpikir positif diberikan.",{"name":120,"@type":107,"acceptedAnswer":121},"Terapi mana yang lebih efektif menurunkan kecemasan?",{"text":122,"@type":110},"CBT lebih efektif dibanding terapi berpikir positif, ditunjukkan dari mean post dengan nilai CBT lebih mengarah pada penurunan (mean post 15.05 > 13.60 pada terapi berpikir positif).","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":125,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":127,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":129,"site_id":56},199344,1788505700,{"code":4,"msg":5,"data":132},{"doc_id":129,"user_id":133,"nickname":89,"user_avatar":134,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":135,"file_id":136,"file_url":137,"file_type":138,"file_size":139,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":140,"language":141,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":142,"faqs":143,"seo_title":144,"seo_description":61,"update_tm":130,"read_time":145},1374402968488,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","PENGARUH TERAPI BERPIKIR POSITIF DAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA MAHASISWA  \nUNIVERSITAS MULAWARMAN  \n1) Muhammad Ali Adriansyah, 2) Diah Rahayu, 3) Netty Dyan Prastika  \n1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman  \nemail: [ali.adriansyah@gmail.com](ali.adriansyah@gmail.com)  \n2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman  \nemail: [rahayudiah@gmail.com](rahayudiah@gmail.com)  \n3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman  \n[email: prastika.nd@gmail.com](email: prastika.nd@gmail.com)  \nAbstract. Anxiety is an emotional state used to show an emotional response that is inconsistent with a fear-provoking state. This study aims to determine the decrease in anxiety students Mulawarman University after being given positive thinking and cognitive behavior therapy (CBT). The research method used in this research is quantitative with experimental approach. Experimental research is a study that provides treatment to a sample of research which then observes the consequences of treatment to the object of research. The sample of this research is students who experience high level of anxiety at the Faculty of Social and Political Sciences Mulawarman University a number of 40 students. The results showed there was decreased anxiety on the subject after given positive thinking therapy with U = 62.000 and p = 0.000. There was decreased anxiety on the subject after cognitive behavioral therapy (CBT) was given with U = 91.000 and p = 0.003. Further cognitive behavioral therapy (CBT) gets mean post = 15.05> mean post = 13.60 positive thinking therapy. This means that cognitive behavioral therapy is more effective for reducing anxiety than positive thinking.  \nKeywords: positive thinking therapy, cognitive behavior therapy, anxiety.  \nAbstak. Kecemasan adalah suatu keadaan emosi yang dipakai untuk menunjukkan responemosional yang tidak sesuai dengan keadaan yang menimbulkan rasa takut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kecemasan pada mahasiswa Universitas Mulawarmansetelah diberi terapi berfikir positif dan cognitive behavior therapy (CBT) . Metode penelitianyang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang memberikan perlakuan terhadap suatu sampel penelitian yang kemudian mengamati konsekuensi perlakuan tersebut terhadap obyek penelitian. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa yang mengalami kecemasan tingkat tinggi di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman sejumlah 40 orang mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan ada penurunan kecemasan pada subjek setelah diberikan terapi berpikir positif dengan nilai U = 62.000 dan p = 0.000. Ada penurunankecemasan pada subjek setelah diberikan cognitive behavioral therapy (CBT) dengan nilai U = 91.000 dan p = 0.003. Lebih lanjut cognitive behavioral therapy (CBT) mendapat mean post = 15.05 > mean post = 13.60 terapi berpikir positif. Hal ini bermakna cognitive behavioral therapy lebih efektif untuk menurukan kecemasan dibanding terapi berpikir positif.  \nKata kunci: terapi berpikir positif, cognitive behavior therapy (CBT), kecemasan.  \nPENDAHULUAN  \nHakikat manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari persoalan dalam hidupnya. Manusia memiliki respon atau tanggapan yang beragam ketika menghadapi suatu masalah. Respon maupun tanggapan tersebut bisa berupakecemasan. Kecemasan merupakan perasaaan gelisah yang berasal dari rasa takut terhadap sesuatu yang akan dihadapi dan bersifat individual (Chaplin, 2011) . Lebih lanjut Daradjat (2001) menjelaskankecemasan sebagai manifestasi dari berbagai proses emosi yang bercampur baur, yang terjadi ketika orang sedang mengalami tekanan perasaan (frustasi) dan bertentangan batin (konflik) . Kecemasan bisa terjadi pada setiap manusia. Menurut Bornstein dan Lamb serta Muris dkk.(dalam Rice, 2008) bahwa semua manusia, baik anak-anak maupun orang dewasa pern","cbCaicrO08mHMH9F","https://ap.wps.com/l/cbCaicrO08mHMH9F","pdf",277667,21,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Konsep dan sumber kecemasan\n## Kecemasan pada mahasiswa dan dampaknya\n## Reaksi fisiologis dan penanganan kecemasan","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian ini?\",\"answer\":\"Mengetahui penurunan kecemasan pada mahasiswa Universitas Mulawarman setelah diberi terapi berpikir positif dan Cognitive Behavior Therapy (CBT).\"},{\"question\":\"Bagaimana metode penelitian yang digunakan?\",\"answer\":\"Penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, yaitu memberikan perlakuan pada sampel lalu mengamati konsekuensi perlakuan tersebut.\"},{\"question\":\"Bagaimana hasil terapi berpikir positif terhadap kecemasan?\",\"answer\":\"Terdapat penurunan kecemasan dengan nilai U = 62.000 dan p = 0.000 setelah terapi berpikir positif diberikan.\"},{\"question\":\"Terapi mana yang lebih efektif menurunkan kecemasan?\",\"answer\":\"CBT lebih efektif dibanding terapi berpikir positif, ditunjukkan dari mean post dengan nilai CBT lebih mengarah pada penurunan (mean post 15.05 \\u003e 13.60 pada terapi berpikir positif).\"}]","Pengaruh Terapi Berpikir Positif dan Cognitive Behavior Therapy (CBT) terhadap Penurunan Kecemasan pada Mahasiswa Universitas Mulawarman | PDF",32]