[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-448690-113":53,"doc-detail-448690-id":121},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":114,"head_meta":116,"extra_data":118,"updated_unix":120},113,"id","the-countrys-burning-debt-questioned-ideological-islamic-critique-of-the-capitalist-paradigm","Hutang Terbakar Negara Dipertanyakan - Kritik Islam Ideologis terhadap Paradigma Kapitalisme","","Dokumen ini menyajikan analisis kritis terhadap tata kelola ekonomi dan administrasi negara dari perspektif Islam ideologis sebagai antitesis terhadap paradigma kapitalisme. Materi membahas desentralisasi administrasi dan sistem distribusi kekayaan melalui Baitul Mal untuk memastikan kemaslahatan umat. Terdapat perbandingan sistemik antara tata kelola kapitalisme yang berbasis eksploitasi individu dengan tata kelola syariah Islam yang mengutamakan pemenuhan hajat rakyat. Dokumen mengkritik kegagalan sistem kapitalis, terutama dalam pengelolaan hutan dan distribusi kekayaan, yang menyebabkan ketidakadilan sistemik dan dominasi oligarki korporasi. Melalui pendekatan syariah, negara berperan sebagai pelindung dan pengelola kekayaan umum yang didistribusikan secara adil untuk kesejahteraan publik tanpa monopoli. Analisis ini menekankan perlunya perubahan paradigma tata kelola agar selaras dengan koridor hukum syariat demi mencapai keadilan sosial yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.",{"@graph":63,"@context":113},[64,81,96],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":10,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/the-countrys-burning-debt-questioned-ideological-islamic-critique-of-the-capitalist-paradigm/448690/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"author":83,"headline":59,"publisher":86,"fileFormat":89,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":90,"datePublished":90,"encodingFormat":89,"isAccessibleForFree":91,"interactionStatistic":92},"DigitalDocument",{"name":84,"@type":85},"Cart","Person",{"url":68,"name":87,"@type":88},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.presentationml.presentation","2026-09-30",true,{"@type":93,"interactionType":94,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":95},"ViewAction",{"@type":97,"mainEntity":98},"FAQPage",[99,105,109],{"name":100,"@type":101,"acceptedAnswer":102},"Apa perbedaan utama antara tata kelola kapitalisme dan syariah Islam menurut dokumen tersebut?","Question",{"text":103,"@type":104},"Tata kelola kapitalisme berfokus pada kepemilikan individu dan eksploitasi ekonomi untuk segelintir oligarki, sedangkan tata kelola syariah Islam menekankan kepemilikan umum (Al-Milkiyah Al-'Ammah) yang bertujuan memenuhi hajat rakyat dan pengabdian kepada Allah.","Answer",{"name":106,"@type":101,"acceptedAnswer":107},"Bagaimana sistem distribusi kekayaan melalui Baitul Mal bekerja?",{"text":108,"@type":104},"Dalam sistem syariah, 100% pendapatan dari sektor kepemilikan umum masuk ke Baitul Mal untuk kemudian didistribusikan secara penuh bagi kemaslahatan rakyat sesuai koridor hukum syariah tanpa monopoli pihak tertentu.",{"name":110,"@type":101,"acceptedAnswer":111},"Apa kritik utama terhadap paradigma kapitalisme dalam pengelolaan sumber daya hutan?",{"text":112,"@type":104},"Paradigma kapitalisme dianggap memicu eksploitasi ekstrem melalui instrumen kepemilikan pribadi (HPH), yang mengakibatkan kerusakan ekologis dan ketidakadilan sistemik di mana keuntungan ekonomi dinikmati oleh oligarki sementara biaya kerugian ditanggung oleh rakyat luas.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":115,"og:title":59,"og:site_name":87,"og:description":61},"article",{"robots":117,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":119,"site_id":56},448690,1790728509,{"code":4,"msg":5,"data":122},{"doc_id":119,"user_id":123,"nickname":84,"user_avatar":124,"doc_module":4,"category_id":8,"category_name":10,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":60,"file_id":125,"file_url":126,"file_type":127,"file_size":128,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":129,"language":130,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":131,"faqs":132,"seo_title":133,"seo_description":61,"update_tm":120,"read_time":134},18829141979164,"https://eur-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8","cbCailkCzREESjDW","https://ap.wps.com/l/cbCailkCzREESjDW","pptx",14499018,12,"Indonesian","# Desentralisasi Administrasi dan Distribusi Baitul Mal\n## Pembagian Wewenang Pemerintah\n## Aliran Distribusi Kekayaan\n# Matriks Sintesis: Paradigma Tata Kelola\n## Perbandingan Tata Kelola Kapitalisme dan Syariah Islam\n# Akar Masalah: Paradigma Kapitalisme\n## Ideologi Kapitalisme dan Dampak Ekologis\n## Ketidakadilan Sistemik dalam Pengelolaan Sumber Daya","[{\"question\":\"Apa perbedaan utama antara tata kelola kapitalisme dan syariah Islam menurut dokumen tersebut?\",\"answer\":\"Tata kelola kapitalisme berfokus pada kepemilikan individu dan eksploitasi ekonomi untuk segelintir oligarki, sedangkan tata kelola syariah Islam menekankan kepemilikan umum (Al-Milkiyah Al-'Ammah) yang bertujuan memenuhi hajat rakyat dan pengabdian kepada Allah.\"},{\"question\":\"Bagaimana sistem distribusi kekayaan melalui Baitul Mal bekerja?\",\"answer\":\"Dalam sistem syariah, 100% pendapatan dari sektor kepemilikan umum masuk ke Baitul Mal untuk kemudian didistribusikan secara penuh bagi kemaslahatan rakyat sesuai koridor hukum syariah tanpa monopoli pihak tertentu.\"},{\"question\":\"Apa kritik utama terhadap paradigma kapitalisme dalam pengelolaan sumber daya hutan?\",\"answer\":\"Paradigma kapitalisme dianggap memicu eksploitasi ekstrem melalui instrumen kepemilikan pribadi (HPH), yang mengakibatkan kerusakan ekologis dan ketidakadilan sistemik di mana keuntungan ekonomi dinikmati oleh oligarki sementara biaya kerugian ditanggung oleh rakyat luas.\"}]","Hutang Terbakar Negara Dipertanyakan - Kritik Islam Ideologis terhadap Paradigma Kapitalisme | PPTX",18]