[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-56642-id":3,"doc-seo-56642-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},56642,1649267921044,"Ava Thompson","https://us-avatar.wpscdn.com/avatar/1800007509477c92dfb?_k=1782875107921204101",48,"Cerita & Novel","The Camel Bath","The story 'Memandikan Boneka Unta' (Bathing the Camel Doll) revolves around two sisters, Nana and Nini, and their beloved stuffed animals. Nana cherishes a fluffy camel doll, while Nini has a soft giraffe doll she considers her best friend. The narrative unfolds as Nana plays with her camel, imagining it as a desert explorer. Nini, wanting to join in, playfully suggests testing the camel's ability to swim, comparing it to a whale. This innocent experimentation leads to the camel getting thoroughly soaked. Their mother intervenes, gently scolding them for getting the toy wet. Nini initially finds amusement in her dry giraffe, but Nana's camel soon follows suit in getting wet. The mother takes both dolls away, stating that she will return them only when the sisters have made up. This situation prompts Nana and Nini to consider reconciliation, highlighting themes of sibling dynamics, imaginative play, and the consequences of actions within a familial context. The story, illustrated with charming watercolor art, is part of the 'Let's Read' initiative by The Asia Foundation, aiming to promote literacy and imaginative storytelling among young readers.","Memandikan Boneka Unta Bích khoa  \nBích khoa  \nNana punya boneka unta lembut yang sangat dia sayangi. Nini juga punya bonekajerapah lembut yang dia anggap sahabat. Terkadang, Nini juga ingin bermain dengan Unta.  \nNana mengubah karpet ruang tamu menjadi padang gurun, lalu menunggangi Untanya dengan riang melintasi gurun tersebut.  \nMelihat itu, Nini menyarankan, “Kira-kira Untabisa berenang seperti ikan paus tidak, ya, kita coba, yuk?”  \nTentu saja Unta tidak bisa berenang sepertiikan paus.  \nUnta pun basah kuyup.  \nIbu kemudian datang dan berkata, “Sudah, Sayang! Bonekanya jadi basah.”  \n“Ha ha, Jerapahku masih kering.” Nini tertawa puas.  \n“Sekarang sudah tidak lagi!” teriak Nana.  \nAkhirnya, Ibu mengambil si Unta dan si Jerapah. Nana dan Nini jadi cemberut.  \n“Sana, masuklah ke kamar kalian, Nak! Ibuakan mengembalikan bonekanya kalau kalian berdua sudah berbaikan.”","cbCais5DlWQDjHXC","https://ap.wps.com/l/cbCais5DlWQDjHXC","pdf",1774353,6,1,16,"Indonesian","id",113,"","[{\"question\":\"Siapa saja tokoh utama dalam cerita \\\"Memandikan Boneka Unta\\\"?\",\"answer\":\"Tokoh utama dalam cerita ini adalah dua kakak beradik, Nana dan Nini, serta boneka unta milik Nana dan boneka jerapah milik Nini.\"},{\"question\":\"Apa yang dilakukan Nana dan Nini dengan boneka mereka?\",\"answer\":\"Nana bermain dengan boneka untanya di karpet ruang tamu, sementara Nini mengajak Nana untuk mencoba apakah boneka unta bisa berenang seperti ikan paus, yang akhirnya membuat boneka unta menjadi basah kuyup.\"},{\"question\":\"Bagaimana cerita ini berakhir?\",\"answer\":\"Cerita ini berakhir ketika Ibu mengambil kedua boneka karena basah dan menyuruh Nana dan Nini masuk ke kamar mereka sampai mereka berbaikan. Ibu berjanji akan mengembalikan boneka jika mereka sudah rukun kembali.\"}]",1783912146,25,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":26,"description":14,"schema_data":34,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"the-camel-bath",{"@graph":35,"@context":85},[36,53,68],{"@type":37,"itemListElement":38},"BreadcrumbList",[39,43,47,50],{"item":40,"name":41,"@type":42,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":44,"name":45,"@type":42,"position":46},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":48,"name":12,"@type":42,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":51,"name":13,"@type":42,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/the-camel-bath/56642/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":40,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-23","2026-07-13",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Siapa saja tokoh utama dalam cerita \"Memandikan Boneka Unta\"?","Question",{"text":75,"@type":76},"Tokoh utama dalam cerita ini adalah dua kakak beradik, Nana dan Nini, serta boneka unta milik Nana dan boneka jerapah milik Nini.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa yang dilakukan Nana dan Nini dengan boneka mereka?",{"text":80,"@type":76},"Nana bermain dengan boneka untanya di karpet ruang tamu, sementara Nini mengajak Nana untuk mencoba apakah boneka unta bisa berenang seperti ikan paus, yang akhirnya membuat boneka unta menjadi basah kuyup.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana cerita ini berakhir?",{"text":84,"@type":76},"Cerita ini berakhir ketika Ibu mengambil kedua boneka karena basah dan menyuruh Nana dan Nini masuk ke kamar mereka sampai mereka berbaikan. Ibu berjanji akan mengembalikan boneka jika mereka sudah rukun kembali.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]