[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-48315-id":3,"doc-seo-48315-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},48315,137441390410,"Hazel","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2000252f4ab5702993?_k=1776741390130283984",48,"Cerita & Novel","Lahirnya Ni Pohaci","Cerita rakyat tentang asal-usul Ni Pohaci dari mitologi Sunda. Batara Guru membangun istananya bersama para dewa, kecuali Naga Anta yang mendapat perhatian khusus. Naga Anta sedih dan air matanya berubah menjadi tiga telur berkilau; diperintahkan mempersembahkannya. Namun saat terbang, dua telur jatuh, dan hanya satu telur yang diterima Batara Guru lalu dieramkan hingga menetas menjadi Ni Pohaci. Setelah wafat, kebaikannya menjelma menjadi tanaman padi dan beragam akar-akaran yang bermanfaat bagi masyarakat Sunda.","Lahirnya Ni Pohaci  \nRakyat Jawa Barat Felicia Nadia  \nThe author, illustrator, and ITB encourage the sharing of this book and translation of the text, but we request that the images themselves not be altered. Thank you.  \nPengarang, ilustrator, dan ITB mendukung penerjemahan cerita bergambar ini ke dalam bahasa lain dengan mempertahankan keaslian gambar. Terima kasih.  \nBatara Guru, ketua para dewa, membangunistananya. Semua Dewa dan Dewi membantu, kecuali Naga Anta. Wakil Batara Guru, yaitu Batara Narada, sangat marah kepada Naga Anta.  \nNaga Anta sangat sedih sehingga matanyameneteskan tiga tetes air mata yang laluberubah menjadi tiga butir telur yang cantik berkilau. Melihat telur-telur yang indah itu, Batara Narada memerintahkan Naga Antauntuk mempersembahkannya kepada Batara Guru.  \nNamun, ketika Naga Anta terbang membawaketiga telur tersebut, dua telur terjatuh ke bumi. Naga Anta tak dapat mengambilnyakarena ia harus segera menemui Batara Guru. Dengan hanya membawa satu telur, Naga Anta pun menghadap Batara Guru. Batara Guru menerima telur tersebut, dan memerintahkan Naga Anta untuk mengeraminya.  \nAlangkah mengejutkannya, dari dalam telur tersebut menetaslah seorang gadis kecil yang cantik. Batara Guru manamai gadis kecil itu Ni Pohaci.  \nNi Pohaci tumbuh dewasa menjadi seorang dewi yang tak hanya cantik, namun juga halusbudi bahasa dan mulia perilakunya. Ni Pohaci sangat disayang oleh Batara Guru. Semasahidupnya, Ni Pohaci tinggal bersama Batara Guru di kahyangan. Saat Ni Pohaci wafat, tubuhnya diturunkan ke bumi. Kebaikan dan kemuliaan di dalam tubuhnya lalu menjelmamenjadi tanaman padi dan akar-akaran yang hingga kini dikonsumsi oleh masyarakat  \nSunda. Bahkan setelah wafat pun, Ni Pohaci memberikan manfaat bagi sekitarnya.  \nThe author, illustrator, and ITB encourage the sharing of this book and translation of the text,  \nbut we request that the images themselves not be altered. The name of author and/ or illustrator shall also be acknowledged in the content. Institut Teknologi Bandung Children Book Illustration and Design Course Visual Communication Design-Faculty of Art and Design Supervisors: Riama Maslan  \nSihombing, Triyadi Guntur, Dianing Ratri, and Iman Sudjudi; Editors: Refita Ika and  \nNovita Elisa [bukuanak.dkvitb@gmail.com](bukuanak.dkvitb@gmail.com)  \n[https://fsrd.itb.ac.id/program-studi/desain](https://fsrd.itb.ac.id/program-studi/desain)komunikasi-visual-s-1\u003C br/>Pengarang, ilustrator, dan ITB mendukung penerjemahan cerita bergambar ini ke dalam bahasa laindengan mempertahankan keaslian gambar. Nama pengarang dan/atau ilustrator wajib dicantumkan dalam karya terjemahan. Pengawas Mata Kuliah Ilustrasi dan Desain Buku Anak, Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung: Riama Maslan Sihombing, Triyadi Guntur, Dianing Ratri, dan Iman Sudjudi; Penyunting: Refita Ika dan Novita Elisa. Info lebih lanjut, hubungi bukuanak.dkvitb@gmail.com atau kunjungi [https://fsrd.itb.ac.id/program-studi/desain](https://fsrd.itb.ac.id/program-studi/desain)komunikasi-visual-s-1 .","cbCaimKbUoLUhm5v","https://ap.wps.com/l/cbCaimKbUoLUhm5v","pdf",1140213,4,1,11,"Indonesian","id",113,"# Lahirnya Ni Pohaci\n## Asal Usul dan Konflik Naga Anta\n## Telur Berkilau dan Misi Persembahan\n## Kelahiran Ni Pohaci\n## Kebermanfaatan Setelah Wafat","[{\"question\":\"Siapa yang memerintahkan Naga Anta mempersembahkan telur berkilau?\",\"answer\":\"Batara Narada memerintahkan Naga Anta untuk mempersembahkan telur-telur yang indah itu kepada Batara Guru.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi saat Naga Anta membawa tiga telur?\",\"answer\":\"Ketika Naga Anta terbang, dua telur terjatuh ke bumi dan ia tidak dapat mengambilnya karena harus segera menemui Batara Guru.\"},{\"question\":\"Bagaimana Ni Pohaci muncul dan apa yang terjadi setelah ia wafat?\",\"answer\":\"Ni Pohaci menetas dari telur yang dieramkan oleh Batara Guru. Setelah wafat, kebaikan dalam tubuhnya menjelma menjadi tanaman padi dan akar-akaran yang dikonsumsi masyarakat Sunda.\"}]",1783568653,17,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"the-birth-of-ni-pohaci","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/the-birth-of-ni-pohaci/48315/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-24","2026-07-09",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Siapa yang memerintahkan Naga Anta mempersembahkan telur berkilau?","Question",{"text":75,"@type":76},"Batara Narada memerintahkan Naga Anta untuk mempersembahkan telur-telur yang indah itu kepada Batara Guru.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa yang terjadi saat Naga Anta membawa tiga telur?",{"text":80,"@type":76},"Ketika Naga Anta terbang, dua telur terjatuh ke bumi dan ia tidak dapat mengambilnya karena harus segera menemui Batara Guru.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana Ni Pohaci muncul dan apa yang terjadi setelah ia wafat?",{"text":84,"@type":76},"Ni Pohaci menetas dari telur yang dieramkan oleh Batara Guru. Setelah wafat, kebaikan dalam tubuhnya menjelma menjadi tanaman padi dan akar-akaran yang dikonsumsi masyarakat Sunda.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]