[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-57644-id":3,"doc-seo-57644-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},57644,8796095461610,"Oliver","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",48,"Cerita & Novel","Sang Pemanah","Kisah Aung Ngeain, gadis kecil dari Myanmar yang menyukai olahraga memanah. Pada usia 17 tahun ia pindah ke Yangon untuk berlatih bersama Federasi Panahan Myanmar, menekankan gerakan pelan, fokus, serta teknik merentangkan busur, membidik sasaran, dan melepas anak panah. Ia mencoba berbagai jenis busur hingga menemukan busur kompon. Setelah sempat frustrasi dan mengalami kekalahan, latihan konsisten selama bertahun-tahun membawanya meraih medali emas, Piala Presiden, dan pengakuan sebagai pemanah terbaik.","Sang Pemanah  \nAlyson Curro Nan Hom Noon  \nDulu, di Negara Bagian Chin di Myanmar, tinggallah seorang gadis kecil yang bernama Aung Ngeain. Dia gemar berolahraga dan olahraga favoritnya adalah memanah, yaitu olahraga menembakkan anak panah dari busurnya menuju sebuah target. Dengansebuah busur dan anak panah di tangan, Aung Ngeain merasa hebat.  \nSaat Aung Ngeain berusia 17 tahun, dia pindah ke Kota Yangon agar dia bisa berlatih dengan Federasi Panahan Myanmar. Di sanadia berlatih dengan keras dan belajar banyak hal.  \nDia belajar untuk bisa bergerak dengan perlahan dan lebih fokus pada satu gerakandalam satu waktu: merentangkan busur, membidik sasaran, dan melepaskan anak panah.  \nDia mencoba berbagai jenis busur sampaidia menemukan sebuah busur yang tepat untuknya, yaitu busur kompon, busur yang mempunyai banyak roda dan katrol.  \nDua tahun kemudian, Aung Ngeain mulaimengikuti Kejuaraan Internasional. Itu adalah prestasi yang sangat hebat. Aung Ngeain yang berasal dari sebuah desa kecildi Myanmar bisa mewakili negaranya dalamajang internasional.  \nAwalnya, Aung Ngeain tidak langsung menang. Dia merasa frustasi, bahkanterkadang ingin menyerah.  \n5  \nNamun, keluarga dan pelatih-pelatihnya terus menyemangatinya agar dia tetap bertahan. Aung Ngeain pun terus berlatih. Dia berlatihselama 5 jam setiap harinya.  \nEmpat tahun kemudian, jerih payah dan kerjakeras Aung Ngeain membuahkan hasil. Dia memenangkan medali emas pertamanya di Asian Grand Prix 20 08 .  \nSaat dia berusia 28 tahun Aung Ngeain telah mengantongi belasan medali internasional. Ditahun 20 13 dia memenangkan Piala Presidenuntuk atlet berbakat.  \nAung Ngeain memang tidak memulaikariernya dengan langsung menjadi juara .  \nBeberapa kali dia mengalami kekalahan. Akan tetapi, dengan kerja keras dan kesabaran, dia menjadi salah satu pemanah terbaik di Myanmar dan di dunia.  \nGunakan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk menulis ceritamu sendiri di atasselembar kertas.  \nKapan kamu merasa paling bahagia? Apa saja kegemaranmu?  \nHidup tidak selalu mudah. Ceritakan sebuahmasa sulit yang pernah kaualami dan bagaimana caramu melaluinya.  \nCeritakan masa depan impianmu dan hal apasaja yang ingin kaulakukan?","cbCaihEVVPW4b1n8","https://ap.wps.com/l/cbCaihEVVPW4b1n8","pdf",555139,4,1,15,"Indonesian","id",113,"# Perkenalan Aung Ngeain\n## Kecintaan pada memanah dan pelatihan awal\n# Perjalanan ke Yangon dan teknik latihan\n## Menemukan busur yang tepat\n# Kejuaraan dan pengalaman gagal\n## Dukungan keluarga dan pelatih\n# Pencapaian hingga pengakuan\n## Medali dan Piala Presiden\n# Tugas menulis refleksi pribadi","[{\"question\":\"Apa yang membuat Aung Ngeain merasa hebat sejak kecil?\",\"answer\":\"Ia merasa hebat saat memegang busur dan anak panah untuk menembak target, karena memanah menjadi olahraga favoritnya.\"},{\"question\":\"Mengapa Aung Ngeain pindah ke Yangon saat berusia 17 tahun?\",\"answer\":\"Ia pindah agar dapat berlatih dengan Federasi Panahan Myanmar dan meningkatkan kemampuannya melalui latihan serius.\"},{\"question\":\"Apa yang dialami Aung Ngeain sebelum meraih prestasi besar?\",\"answer\":\"Ia sempat tidak langsung menang, merasa frustrasi, bahkan ingin menyerah, serta mengalami beberapa kekalahan sebelum akhirnya berhasil.\"}]",1783917864,23,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"the-archer","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/the-archer/57644/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-21","2026-07-13",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa yang membuat Aung Ngeain merasa hebat sejak kecil?","Question",{"text":75,"@type":76},"Ia merasa hebat saat memegang busur dan anak panah untuk menembak target, karena memanah menjadi olahraga favoritnya.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Mengapa Aung Ngeain pindah ke Yangon saat berusia 17 tahun?",{"text":80,"@type":76},"Ia pindah agar dapat berlatih dengan Federasi Panahan Myanmar dan meningkatkan kemampuannya melalui latihan serius.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa yang dialami Aung Ngeain sebelum meraih prestasi besar?",{"text":84,"@type":76},"Ia sempat tidak langsung menang, merasa frustrasi, bahkan ingin menyerah, serta mengalami beberapa kekalahan sebelum akhirnya berhasil.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]