[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-151948-113":53,"doc-detail-151948-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","the-appearance-of-new-women-and-the-pauline-communities","Penampilan Perempuan-Perempuan Baru dan Komunitas-Komunitas Paulus","","Pembahasan ini mengkaji bagaimana “perempuan-perempuan baru” serta komunitas-komunitas Paulus dipahami melalui konteks sosial-politik-budaya dunia Romawi abad pertama. Fokus utama menyoroti keterkaitan hukum Romawi dengan kehidupan komunitas Paulus dan bagaimana pengaruh itu membentuk perumusan instruksi dalam teks-teks Perjanjian Baru. Uraian juga menyoroti perubahan tata susila, peran perempuan yang sering diabaikan, serta sumbangan perempuan dalam penyebaran agama Kristen purba di luar Palestina, termasuk dasar sosial bagi peluang mereka berkontribusi.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/the-appearance-of-new-women-and-the-pauline-communities/151948/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/the-appearance-of-new-women-and-the-pauline-communities/151948.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Ivy","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-08-27",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":74},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Mengapa pembahasan hukum Romawi penting dalam menafsirkan teks tentang perempuan dalam komunitas Paulus?","Question",{"text":109,"@type":110},"Karena kelalaian atas pengaruh hukum Romawi mewarnai pemahaman terhadap teks-teks yang membahas perempuan-perempuan Kristen abad ke-1. Buku ini mencoba membuktikan bahwa unsur hukum tertentu juga tercermin dalam kehidupan komunitas-komunitas Paulus.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Apa peran aturan hukum Romawi dalam kehidupan perempuan menurut contoh yang dibahas?",{"text":114,"@type":110},"Aturan Romawi menjelaskan kewajiban berpakaian khusus bagi perempuan yang berselingkuh atau pelacur sehingga dikenali sebagai perempuan kurang sopan. Contoh lain dikaitkan dengan pembahasan tentang jilbab sebagai penanda perempuan yang terhormat.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana teks 1 Korintus 11:2-26 ditafsirkan dalam kaitannya dengan hukum Romawi?",{"text":118,"@type":110},"Teks tersebut dibuktikan perlu ditafsirkan berdasarkan undang-undang Romawi yang dimaksud, sehingga relevan dengan tata aturan yang memengaruhi praktik dan pemahaman komunitas.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},151948,1787853323,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":74,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},549758252649,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/8000253669c5317157?_k=1778319167496531819","PENAMPILAN ‘PEREMPUAN-PEREMPUAN BARU’ DAN KOMUNITAS-KOMUNITAS PAULUS  \nBruce W. Winter, Roman Wives, Roman Widows. The Appearance of New Women and the Pauline Communities, Grand Rapids, Michigan/Cambridge, U.K.: William B. Eerdmans Publishing Company, 2003.  \nPengantar.  \nDalam tulisan-tulisannya 1, Bruce W. Winter biasanya mencoba untuk menafsirkan Alkitab, terutama surat-surat Paulus dan Kisah Para Rasul, dalam konteks sosial-politik-budaya abad pertama. Secara itu dia mengusahakan untuk menjelaskan kehidupan gereja muda di tengah kehidupan kemasyarakatan untuk memperlihatkan sejauh mana teks-teks tertentu dipengaruhi oleh konteks sosial-politik-budaya itu dan sejauh mana umat Kristen justru memperlihatkan suatu cara hidup baru. Dalam suatu artikel2, Peter Oakes membedakan empat kemungkinan (opsi) interaksi antara terminologi Romawi dan terminologi Kristen. 1) Roma dan agama Kristen dua-duanya menggunakan secara independen sumber-sumber umum yang sama; 2) agama Kristen meniru unsur-unsur tertentu dari cara percakapan atau praktek tulisan Romawi; 3) Orang Kristen secara tertulis bereaksi pada konflik, yang berasal dari Roma dan 4) Tulisan Kristiani yang melawan cara percakapan atau praktek tulisan Romawi. Walaupun empat opsi tidak disebut secara eksplisit Bruce W. Winter sebenarnya juga mencoba untuk menilai kebersamaan dan perbedaan antara pengikut Kristen dan warga negara Romawi dengan 4 opsi itu, karena menurut dia tidak hanya terjadi suatupengaruh dari dunia Yunani dan Romawi kuno pada kekristenan, tetapi juga terjadi interaksi yang subur dari kekristenan ke kebudayaan tersebut. (1) 3.  \nRancangan buku.4  \nSeperti telah disebut, buku Isteri-isteri Romawi, Janda-janda Romawi. Penampilan PerempuanPerempuan Baru dan Komunitas-Komunitas Paulus merupakan bagian dari suatu komitmen Bruce W. Winter jangka waktu panjang untuk memakai sumber-sumber tertulis dan lain, berasal dari abad yang pertama yang berjumlah sangat banyak, untuk menerangkan konteks teks-teks Perjanjian Baru tertentu. (XV)  \n1. Hubungan antara Hukum Romawi dan MasyarakatRomawi  \nTidak mungkin untuk membahas hukum Romawi dan masyarakat Romawai, seolah-olah merekamerupakan bidang-bidang otonom yang tidak mempengaruhi satu sama lain. Hal itu tidak hanya berlaku untuk masyarakat Roma sendiri, tetapi juga untuk koloni-koloni Romawi dan PropinsiPropinsi kekaisaran Romawi. Hukum negara dan hukum perdata Romawi telah mengaturkebanyakan aspek kehidupan dalam zaman klasik. Aspek-aspek kehidupan inti masyarakat Romawi didirikan atas Hukum Romawi dan diatur atas dasar itu. Di mana-mana dalam kekaisaran Romawi warga negara mengetahui kepentingan hubungan ini dan oleh karena itu mereka mempunyai informasi tepat tentang hak-hak mereka, bagaimana hak istimewa mereka didasarkan pada hukum Romawi dan bagian apa dari kehidupan mereka ditentukan olehnya. Memperhatikan hubungan antara hukum dan masyarakat ini sangat penting. Sebelumnya, dalam diskusi-diskusi tentang perilaku dan peran perempuan dalam komunitas-komunitas Paulus, pembahasan kritis ataspengaruh jelas dari hukum Romawi sering kali diabaikan. Dengan hasil, bahwa kelalaian itu sangat mewarnai pengertian kami tentang teks-teks mengenai perempuan-perempuan Kristen yang hidup dalam abad yang ke-1 . Oleh karena itu dalam buku ini dicoba untuk membuktikan, bahwa unsurunsur tertentu dari hukum Romawai yang mau mengatur perilaku, juga dicerminkan dalam kehidupan komunitas-komunitas Paulus. Oleh karena itu nampaknya bahwa beberapa instruksi dari Pualus untuk komunitasnya dirumuskan berdasarkan pengetahuan undang-undang itu. Juga bisadibuktikan bahwa perempuan-perempuan dan laki-laki Kristen tertentu dipengaruhi, atau digoda,  \nuntuk mengikuti teladan-teladan orang yang dengan sukses mempropagandakan tata veil yang melarang hukum. (2-3)  \nSebagai contoh, menurut undang-undang Romawi perempuan-perempuan yang berselingkuh ataupelacur-pelacur diwajibkan untuk berpakaian khusus, sehingga melalui pakaian diketahui, mereka adalah perem","cbCais5z4pYOeyQA","https://ap.wps.com/l/cbCais5z4pYOeyQA","pdf",127916,6,"Indonesian","# Pengantar\n## Tafsir Alkitab dalam konteks sosial-politik-budaya abad pertama\n## Rancangan buku\n# Hubungan antara Hukum Romawi dan Masyarakat Romawi\n## Dampak kelalaian pembahasan hukum Romawi terhadap penafsiran perempuan\n## Contoh aturan Romawi terkait pakaian dan kesopanan\n## Penafsiran 1 Korintus 11:2-26 berdasarkan hukum Romawi\n# Perempuan-perempuan abad pertama yang diabaikan\n## Indikasi perubahan tata susila dan dampaknya\n## Peran perempuan dalam masyarakat dan penyebaran Kristen purba\n## Mendefinisikan penampilan, baru, dan Romawi","[{\"question\":\"Mengapa pembahasan hukum Romawi penting dalam menafsirkan teks tentang perempuan dalam komunitas Paulus?\",\"answer\":\"Karena kelalaian atas pengaruh hukum Romawi mewarnai pemahaman terhadap teks-teks yang membahas perempuan-perempuan Kristen abad ke-1. Buku ini mencoba membuktikan bahwa unsur hukum tertentu juga tercermin dalam kehidupan komunitas-komunitas Paulus.\"},{\"question\":\"Apa peran aturan hukum Romawi dalam kehidupan perempuan menurut contoh yang dibahas?\",\"answer\":\"Aturan Romawi menjelaskan kewajiban berpakaian khusus bagi perempuan yang berselingkuh atau pelacur sehingga dikenali sebagai perempuan kurang sopan. Contoh lain dikaitkan dengan pembahasan tentang jilbab sebagai penanda perempuan yang terhormat.\"},{\"question\":\"Bagaimana teks 1 Korintus 11:2-26 ditafsirkan dalam kaitannya dengan hukum Romawi?\",\"answer\":\"Teks tersebut dibuktikan perlu ditafsirkan berdasarkan undang-undang Romawi yang dimaksud, sehingga relevan dengan tata aturan yang memengaruhi praktik dan pemahaman komunitas.\"}]","Penampilan Perempuan-Perempuan Baru dan Komunitas-Komunitas Paulus | PDF",9]