[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40006-id":3,"doc-seo-40006-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40006,13056703019404,"Miles","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0",48,"Cerita & Novel","Tere Liye - Si Anak Spesial","Burlian dan keluarganya menghadapi kehadiran suara burung meratap yang dipercaya sebagai pertanda kematian di pekuburan belakang rumah. Saat kehamilan Burlian mendekati hari kelahiran, Mamak merasakan gangguan semakin mengganggu hingga malam dingin menusuk tulang. Melalui tindakan melempar bara api dari tungku ke arah pohon bungur raksasa, suara burung dan lolongan anjing berhenti. Setelah itu, rumah menjadi tenang, meski sebelumnya malam diwarnai pertengkaran dan ejekan antar saudara.","# Tere Liye\n\nSerial Keluarga NusantaraBuku Ke-2  \nSi Anak Spesial  \n## 1.Hari Dilahirkan\n\n\"Kau sejak dilahirkan memang sudah berbeda,Burlian.Spesial...Dulu waktu Mamak baru mengandungkau beberapa minggu,setiap malam dari pohon besarbelakang rumah selalu terdengar suara burung berisik,berceloteh tidak henti-henti.Suaranya kadang-kadangmelenguhnyaring,kadang-kadang berteriak sepertimemanggil sesuatu,dan lebih sering lagi seperti meratapsedih tidak berkesudahan.\"  \nMamak diam sebentar,meraih gelas air.Kamiberempat justru sejak tadi sudah terdiam lama,hanyamenelan ludah.Amelia mulai takut-takut beringsutmendekat,menyeka hidungnya yang beringus.Meski  \nsemua tahu,jika nakalnya lagi kumat,pilek separah apapun tidak akan menghentikan dia untuk bertingkah.  \n“Awalnya Mamak tidak peduli...Untuk apa pulaMamak pedulikan,bukan?Jadi Mamak diamkan saja,tapisialnya,semakin tua kehamilan kau,Burlian,suara burungitu semakin mengganggu.Suara meratapnya persis sudahseperti pertanda kalau mau ada yang meninggal dikampung.Melenguh-lenguh.\"  \nAmelia sekarang sudah mencengkeram lengan KakPukat.Kak Eli berhenti menggaruk kaki.Kami mengertibenar maksud kalimat Mamak,sudah jadi'kepercayaanumum’di kampung kalau ada burung yang meratapnyaring malam-malam di pekuburan belakang rumah,itupertanda bakal ada yang meninggal.Konon katanya,burung yang hinggap di pohon bungur raksasa itu sedangmelihat liang lahat kosong,jadilah ia melenguh sedih.  \n\"Seminggu sebelum kau lahir,Burlian,Mamaksudah tidak tahan lagi.Jadi di suatu malam yang Mamaklupa kapan persisnya,yang pasti malam itu udara terasadingin menusuk tulang,hembusan napas sepertimengeluarkan kabut,Mamak memutuskan mengambilpotongan kayu bakar yang membara dari tungku masakkita,membuka pintu,lantas ke belakang rumah.\"  \n\"Mak..Mak ke kuburan?\"Kak Pukat bertanyadengan suara mencicit.  \nMamak mengangguk kalem,memperbaiki tudung dikepala,\"Benar,Mamak ke kuburan.Mamak menyibakkawat pagar kuburan,mendekati pohon bungur besar itu,lantas melempar sekuat tenaga potongan bara ke arah suaraburung yang terus berceloteh.\"  \nMulut-mulut kami terbuka lebar,antara takut dantakjub.  \n“Astaga!Selepas lemparan bara pertama,burung itujustru melenguh panjang,disusul dengan suara gaduhburung-burunglain,bahkanlolongananjingikutterdengar,seketika membuat ramai pekuburan.Menyeramkan,sepertiseluruh penghuninya sedang marah besar...Dan kau tahuBurlian,tengkuk Mamak tiba-tiba terasa dingin,macam adatangan tidak terlihat yang menyentuhnya,dan perut besarMamak juga mendadak terasa berat sekali.”  \n\"Mak…ke..ke-napa Mak tidak lari saja?\"KakPukat bertanya serak.  \n“Tentu saja ingin rasanya Mamak lari ke rumah,masuk kamar lantas bergelung di belakang kemul.Tapisiapa yang akan membuat burung itu berhenti berteriakmengganggu?Oi,apa burung itu akan berhenti sendiri?\"Mamak bertanya balik.  \nKami serempak menggeleng,lebih tepatnya tidaktahu jawaban pertanyaan Mamak.  \n“Kalian tahu,kaki Mamak seperti ada tali yangmengikatnya,kaku tidak bisa digerakkan.Seperti kalian  \nyang tengah mimpi dikejar sesuatu,sekuat tenaga hendakkabur tapi tidak kunjung bisa bergerak,hanya lari ditempat..Waktu itu jam tiga dini hari,harusnya langitcerah berbintang,bulan juga setengah purnama,tapi semuaterlihat gelap,hanya ujung-ujung nisan dan batu-batupekuburan yang membayang.Melihat pohon sepertimelihat hantu sedang berbaris.Menatap dedaunan pohonbungur seperti ada sepasang mata bersinar mengintaitajam.Dan dariarah pekuburan tercium pekat aroma bungamelati yang menusuk hidung.\"  \nKami berempat sudah seperti tumpukan karung,merapat satu sama lain.Tidak ada yang peduli kalau lenganKak Pukat sudah merah dicengkeram Amelia.  \n\"Untunglah,setelah membaca Ayat Kursi berkali-kali,Mamak akhirnya bisa menggerakkan kaki..Mamakbergegas mengambil lagi potongan bara yang lebih besardari perapian,melemparnya kencang-kencang ke arahpohon...kembali lagi ke rumah,mengambil potongan baraapi yang lebih besar,melemparnya lagi,begituseterusnya…..  \n\"Hampir habis kayu bakar di tungku,hampir","cbCairuIvMRFAfoj","https://ap.wps.com/l/cbCairuIvMRFAfoj","pdf",1535121,31,1,406,"Indonesian","id",113,"# 1. Hari Dilahirkan\n## Suara burung pertanda kematian\n## Mamak mendatangi pekuburan\n## Ayat Kursi dan keberhasilan menghentikan gangguan\n## Malam pertengkaran sebelum cerita","[{\"question\":\"Apa yang dipercaya warga kampung tentang suara burung meratap di pekuburan belakang rumah?\",\"answer\":\"Suara burung yang melenguh dan berteriak pada malam hari dianggap sebagai pertanda ada yang akan meninggal di kampung.\"},{\"question\":\"Mengapa Mamak akhirnya pergi ke kuburan sebelum Burlian lahir?\",\"answer\":\"Mamak tidak tahan lagi dengan suara burung yang semakin mengganggu saat usia kehamilan Burlian semakin tua, karena suara itu diyakini seperti pertanda kematian.\"},{\"question\":\"Bagaimana Mamak menghentikan gangguan suara burung tersebut?\",\"answer\":\"Mamak melempar potongan kayu bakar yang membara ke arah suara burung dari pohon bungur raksasa, berulang kali, hingga burung-burung terbang menjauh dan suara-suara lain berhenti.\"}]",1783089073,625,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"tere-liye-si-anak-spesial","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/tere-liye-si-anak-spesial/40006/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-16","2026-07-03",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa yang dipercaya warga kampung tentang suara burung meratap di pekuburan belakang rumah?","Question",{"text":76,"@type":77},"Suara burung yang melenguh dan berteriak pada malam hari dianggap sebagai pertanda ada yang akan meninggal di kampung.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Mengapa Mamak akhirnya pergi ke kuburan sebelum Burlian lahir?",{"text":81,"@type":77},"Mamak tidak tahan lagi dengan suara burung yang semakin mengganggu saat usia kehamilan Burlian semakin tua, karena suara itu diyakini seperti pertanda kematian.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Bagaimana Mamak menghentikan gangguan suara burung tersebut?",{"text":85,"@type":77},"Mamak melempar potongan kayu bakar yang membara ke arah suara burung dari pohon bungur raksasa, berulang kali, hingga burung-burung terbang menjauh dan suara-suara lain berhenti.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":100},"story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":97,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":97,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":97,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":97,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":97,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general"]