[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-228685-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-228685-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","technical-guidelines-for-the-recovery-index-of-drug-prone-areas","Petunjuk Teknis Indeks Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba","","Petunjuk teknis ini menyajikan pedoman untuk pengukuran dan penilaian keterpulihan kawasan rawan narkoba di Indonesia. Dokumen menekankan pentingnya intervensi Program Pemberdayaan Alternatif dalam rangka P4GN melalui pemetaan, pemantauan, pengukuran indeks, serta analisis perubahan kondisi kawasan dari rawan menjadi pulih. Materi juga memuat indikator pokok dan pendukung, kerangka mengukur keberhasilan intervensi program, mekanisme pengumpulan data kuesioner berstruktur, serta penguatan sinergi antarlembaga untuk mendukung peningkatan pendapatan dan pencegahan bahaya narkoba.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/technical-guidelines-for-the-recovery-index-of-drug-prone-areas/228685/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/technical-guidelines-for-the-recovery-index-of-drug-prone-areas/228685.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Pentious","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-09","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",11,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa tujuan utama Petunjuk Teknis Indeks Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba?","Question",{"text":63,"@type":64},"Menjadi pedoman untuk membantu kegiatan satuan kerja Kedeputian Pemberdayaan Masyarakat serta mengukur keterpulihan kawasan rawan narkoba melalui indikator, pemantauan, dan analisis perubahan kondisi kawasan.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Bagaimana program pemberdayaan alternatif dikaitkan dengan P4GN dalam dokumen ini?",{"text":68,"@type":64},"Program pemberdayaan alternatif digunakan sebagai intervensi untuk mengurangi kerawanan kawasan rawan narkoba, membina masyarakat, serta mendorong dampak pencegahan bahaya narkoba melalui P4GN.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Data seperti apa yang digunakan untuk pengukuran indeks keterpulihan?",{"text":72,"@type":64},"Pengukuran dilakukan dengan menetapkan variabel dan mengumpulkan data menggunakan kuesioner berstruktur untuk mendukung analisis skala indeks dan perubahan kondisi kawasan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},228685,1789028262,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},1374404730887,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8","PETUNJUK TEKNIS  \nINDEKS KETERPULIHAN  \nKAWASAN RAWAN NARKOBA  \nDIREKTORAT PEMBERDAYAAN ALTERNATIF DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKATBADAN NARKOTIKA NASIONAL RITAHUN 2019  \nTIM PENYUSUN:  \nPenanggung Jawab : Drs. Dunan Ismail Isja, MM.  \nDeputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat  \nKetua Pelaksana  \nWakil  \nSekretaris  \nAnggota  \n: Drs. Andjar Dewanto, SH, MBA. Direktur Pemberdayaan Alternatif  \n: Tri Setiyadi, SE, SH, MH. Kasubdit Masyarakat Perkotaan  \n: Hendrajid PW. S.Sos, MM, M.Si. Kasubdit Masyarakat Pedesaan  \n: - I Nyoman Mertajaya  \n- Titik Trimulyani, SE.  \n- Mia Garmiaty SP. S.Pd, M.Si.  \n- Yudhi Widiarto, SP.  \n- Hesti Apriliyanti, SKM.  \n- Andarsari Pradani, SSi.  \n- Elisa Nurfriyana, SS.  \n- Hikmawati, S. Psi, M. Psi.  \n2  \nPetunjuk Teknis Indeks Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba  \nKATA PENGANTAR  \nD engan Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya kami  \ndapat menerbitkan Buku Petunjuk Teknis Indeks Keterpulihan  \nKawasan Rawan Narkoba di Indonesia pada Satuan Kerja Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkoba Nasional. Diharapkan dengan terbitnyabuku ini dapat menambah pemahaman pembaca tentang pentingnya intervensi program P4GN untuk mengurangi kerawanan Kawasan Rawan Narkoba melalui upaya pemberdayaan alternatif.  \nDengan terbitnya buku ini juga diharapkan implementasipemberdayaan alternatif baik di wilayah perkotaan dan perdesaan makin terlihat jelas indikator programnya sekaligus teridentifikasicapaian kinerjanya sehingga terwujud kerja dan kinerja yang semakinbaik dari tahun ke tahun.  \nSebagaimana diketahui, di Indonesia terdapat 654 titik rawan Narkoba, yang setiap tahunnya minimal 10% kawasan rawan Narkoba dilakukan pemberdayaan alternatif sehingga diharapkan pada TA 2024 nanti, semua kawasan rawan Narkoba dapat tuntas diintervensi P4GN dengan capaian akhir di setiap kota di 34 provinsi menjadi aman Narkoba .  \nAkhirnya, kami berharap buku petunjuk teknis ini dapat memicu dan memacu kerja dan kinerja BNN dan jajaran khususnya bidang Pemberdayaan Masyarakat, untuk menciptakan lingkungan dankawasan yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan dan peredarangelap Narkoba. Atas semua prestasi ini kami mengucapkanalhamdulillah dan terima kasih kepada semua pihak.  \nJakarta, September 2019 Tim Penyusun  \nPetunjuk Teknis Indeks Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba  \n3  \n4  \nPetunjuk Teknis Indeks Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba  \nSAMBUTAN  \nDEPUTI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BNN RI  \nS aya mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa  \ndan berterima kasih kepada semua pihak dengan telah terbitnya  \nBuku Petunjuk Teknis Indeks Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba di Indonesia diharapkan menjadi pedoman dalam membantu kegiatan di satuan kerja Kedeputian Pemberdayaan Masyarakat.  \nKegiatan Pemberdayaan Alternatif dalam memetakan kawasan rawan Narkoba adalah bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba yang dilakukan sejak tahun 2016 sebagai solusi atasfenomena maraknya kawasan rawan dan rentan Narkoba di Indonesia, yang jumlahnya diperkirakan 654 titik dan tersebar di kawasan perdesaan, perkotaan, pesisir dan wilayah perbatasan. Oleh karena ituberagam inovasi dilakukan dalam intervensi program pemberdayaan alternatif untuk mewujudkan kondisi masyarakat yang pulih dari keterpurukan Narkoba.  \nDengan terbitnya buku ini diharapkan kawasan yang telahdiintervensi dapat dimonitor, diukur skala indeksnya dan dianalisisapakah terjadi perubahan dari rawan Narkoba menjadi berkurang (pulih) dan diidentifikasi, apakah program intervensi yang dilakukan berhasil membina masyarakat serta kerja sama diantara lembaga dan lingkungan dapat memberikan dampak peningkatan pendapatan dan mencegah bahaya Narkoba di wilayah tersebut.  \nSemoga buku ini bermanfaatdan memudahkan bagi para pembacauntuk lebih memahami pentingnya membina kawasan rawan Narkobasebagai solusi dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) dan menjadi pedoman dalam mengu","cbCaibFX3wiriXEM","https://ap.wps.com/l/cbCaibFX3wiriXEM","pdf",908176,64,"Indonesian","# Kata Pengantar\n# Sambutan Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI\n# Bab I Pendahuluan\n## Latar Belakang\n## Maksud dan Tujuan\n## Ruang Lingkup\n## Pengertian\n# Bab II Indikator Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba\n## Indikator Pokok Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba\n## Indikator Pendukung Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba\n# Bab III Mengukur Keberhasilan Intervensi Program\n## Hasil Program yang Dirasakan Masyarakat\n## Keberlanjutan Program\n## Pelaksana Intervensi Program\n## Pelaksanaan Intervensi Program\n## Sinergi dengan Instansi Pemerintah\n## Kemitraan dengan Dunia Usaha\n## Dampak Program pada Keberdayaan Masyarakat\n# Bab IV Pengukuran Indeks Keterpulihan Kawasan\n## Menetapkan Variabel\n## Pengumpulan Data dengan Kuesioner Berstruktur","[{\"question\":\"Apa tujuan utama Petunjuk Teknis Indeks Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba?\",\"answer\":\"Menjadi pedoman untuk membantu kegiatan satuan kerja Kedeputian Pemberdayaan Masyarakat serta mengukur keterpulihan kawasan rawan narkoba melalui indikator, pemantauan, dan analisis perubahan kondisi kawasan.\"},{\"question\":\"Bagaimana program pemberdayaan alternatif dikaitkan dengan P4GN dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Program pemberdayaan alternatif digunakan sebagai intervensi untuk mengurangi kerawanan kawasan rawan narkoba, membina masyarakat, serta mendorong dampak pencegahan bahaya narkoba melalui P4GN.\"},{\"question\":\"Data seperti apa yang digunakan untuk pengukuran indeks keterpulihan?\",\"answer\":\"Pengukuran dilakukan dengan menetapkan variabel dan mengumpulkan data menggunakan kuesioner berstruktur untuk mendukung analisis skala indeks dan perubahan kondisi kawasan.\"}]","Petunjuk Teknis Indeks Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba | PDF",99]