[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-54035-id":3,"doc-seo-54035-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},54035,13056703019662,"Evangeline","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253a8e92610077?_k=1778726343310543188",48,"Cerita & Novel","Tamtam Amrin Pisey","Dokumen ini menceritakan kisah Tamtam, seorang anak yang sering diperintah oleh ibunya untuk mengerjakan berbagai hal. Tamtam menganggap perintah ibunya sebagai larangan untuk bersenang-senang. Ibunya selalu menasihatinya dengan alasan sayang, seperti \"Jangan makan terlalu banyak, Tamtam. Nanti perutmu sakit,\" atau \"Tamtam, jangan hujan-hujanan. Nanti kamu sakit.\" Namun, Tamtam tidak pernah mendengarkan ibunya. Suatu hari, Tamtam diam-diam pergi bermain tanpa sepengetahuan ibunya. Awalnya ia sangat senang, tetapi tak lama kemudian ia merasa lelah dan lapar. Sebelum pingsan karena kelaparan, Tamtam melihat ladang jagung dan makan sepuasnya hingga perutnya sakit. Ia menangis kesakitan, berharap ia mau mendengarkan nasihat ibunya. Setelah beristirahat, Tamtam merasa lebih baik dan melanjutkan perjalanannya. Ia kemudian bertemu dengan anak beruang dan ibunya. Ketika Tamtam mengajak anak beruang bermain, anak beruang menjawab bahwa ia sedang sibuk membantu ibunya. Cerita ini menyoroti pentingnya mendengarkan nasihat orang tua dan konsekuensi dari mengabaikannya. Kisah ini cocok untuk anak-anak, mengajarkan nilai pentingnya kepatuhan dan kasih sayang orang tua, serta akibat dari tindakan gegabah.","Tamtam Amrin Pisey  \nMay Sak  \nIbu Tamtam selalu menyuruhnya mengerjakan sesuatu! Ibunya berkata bahwaitu karena dia menyayangi Tamtam. Namun, Tamtam menganggap ibunya hanya inginmelarangnya bersenang-senang.  \n“Jangan makan terlalu banyak, Tamtam. Nanti perutmu sakit,” kata Ibu.  \n“Tamtam, jangan hujan-hujanan. Nanti kamusakit.”  \n“Tamtam, tolong ambilkan air.”  \nTamtam tidak pernah mau mendengaribunya.  \n3  \nSuatu hari, Tamtam menyelinap keluar ketikaibunya tidak melihat.  \nDia tidak sabar untuk melakukan semua yang dia inginkan!  \nMulanya, Tamtam sangat bersenang-senang.  \nNamun, tidak lama kemudian dia merasalelah dan lapar.  \nSebelum pingsan karena kelaparan, Tamtammelihat ladang jagung!  \nDia bisa makan sepuasnya tanpa ada yang melarangnya.  \nTamtam makan sampai perutnya terasa sakit.  \nDia menangis kesakitan, berharap seandainya dia mendengar nasihat ibunya.  \nSetelah beristirahat, Tamtam merasa lebih baik dan melanjutkan petualangannya.  \nTidak lama kemudian, Tamtam bertemu anak beruang dan ibunya.  \n“Halo!” Tamtam berkata kepada anak beruang.“Apakah kamu ingin bermain?”  \n“Aku sedang sibuk membantu ibuku,” jawab  \nanak beruang.","cbCaiuFVYrbgLqz1","https://ap.wps.com/l/cbCaiuFVYrbgLqz1","pdf",3597774,3,1,24,"Indonesian","id",113,"# Tamtam Amrin Pisey\n## Petuah Ibu\n## Petualangan Tamtam\n## Pertemuan dengan Anak Beruang","[{\"question\":\"Mengapa Tamtam merasa kesal dengan perintah ibunya?\",\"answer\":\"Tamtam menganggap perintah ibunya sebagai larangan untuk bersenang-senang, bukan karena ibunya sayang kepadanya.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi ketika Tamtam bermain sendiri dan mengabaikan nasihat ibunya?\",\"answer\":\"Tamtam merasa lelah dan lapar, lalu makan jagung terlalu banyak hingga perutnya sakit.\"},{\"question\":\"Apa pelajaran yang bisa diambil dari cerita Tamtam?\",\"answer\":\"Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya mendengarkan nasihat orang tua dan memahami bahwa nasihat tersebut diberikan karena rasa sayang.\"}]",1783672844,37,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"tamtam-amrin-pisey","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/tamtam-amrin-pisey/54035/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-24","2026-07-10",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa Tamtam merasa kesal dengan perintah ibunya?","Question",{"text":75,"@type":76},"Tamtam menganggap perintah ibunya sebagai larangan untuk bersenang-senang, bukan karena ibunya sayang kepadanya.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa yang terjadi ketika Tamtam bermain sendiri dan mengabaikan nasihat ibunya?",{"text":80,"@type":76},"Tamtam merasa lelah dan lapar, lalu makan jagung terlalu banyak hingga perutnya sakit.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa pelajaran yang bisa diambil dari cerita Tamtam?",{"text":84,"@type":76},"Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya mendengarkan nasihat orang tua dan memahami bahwa nasihat tersebut diberikan karena rasa sayang.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]