[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-297820-113":53,"doc-detail-297820-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","tajwid-knowledge-in-hafs-narration-an-ashim-perspective-of-the-syathibi-and-thayyibah-an-nasyr-paths","ILMU TAJWID RIWÂYAT HAFSH ‘ANASHIM PERSPEKTIF THÂRIQ SYATHIBI DAN THÂRIQ THAYYIBAH AN-NASYR","","Ilmu tajwid memuat konsep penting seperti qirâah, riwâyat, dan thâriq (jalur) yang menjadi dasar penentuan perbedaan bacaan dalam sanad para perawi. Perbedaan thâriq Syathibi dan thâriq Thayyibah An-Nasyr paling menonjol pada mad munfashil: Syathibi menetapkan tawashshuth (panjang 4 atau 5 harakat) sedangkan Thayyibah An-Nasyr menetapkan qashar (panjang 2 harakat) ketika washal. Keabsahan bacaan bergantung pada talaqqi kepada guru dan validitas sanad, melalui metode musyâfahah bersambung mutawâtir.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":10,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/tajwid-knowledge-in-hafs-narration-an-ashim-perspective-of-the-syathibi-and-thayyibah-an-nasyr-paths/297820/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/tajwid-knowledge-in-hafs-narration-an-ashim-perspective-of-the-syathibi-and-thayyibah-an-nasyr-paths/297820.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"WPS_1786070896","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-04","2026-09-18",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa saja istilah penting dalam ilmu tajwid yang harus diketahui?","Question",{"text":109,"@type":110},"Istilah penting yang disebut adalah qirâah, riwâyat, dan thâriq (jalur). Masing-masing terkait dengan cara bacaan dinisbatkan kepada perawi atau jalurnya.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Perbedaan apa yang paling menonjol antara thâriq Syathibi dan thâriq Thayyibah An-Nasyr?",{"text":114,"@type":110},"Perbedaan yang paling menonjol terletak pada mad munfashil. Syathibi menetapkan tawashshuth (4 atau 5 harakat), sedangkan Thayyibah An-Nasyr menetapkan qashar (2 harakat) ketika washal.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana keabsahan bacaan Al-Qur’an menurut dokumen ini?",{"text":118,"@type":110},"Keabsahan bacaan bergantung pada penetapan yang diterima melalui talaqqi kepada guru Al-Qur’an serta validitas sanadnya. Bacaan disampaikan dengan metode musyâfahah bersambung secara mutawâtir sehingga bacaan dianggap benar dan bersumber dari Rasulullah SAW.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},297820,1790564334,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":8,"category_name":10,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":141,"read_time":142},549768072016,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","ILMU TAJWID RIWÂYAT HAFSH ‘ANASHIM PERSPEKTIF THÂRIQASYSYATHIBY DAN THÂRIQ THAYYIBAHAN-NASYR  \nMaskanah  \nDosen, STIQ Amuntai, Kalimantan Selatan, Indonesia  \n[Email:](Email: Maskanah579@gmail.com)[ ](Email: Maskanah579@gmail.com)[Maskanah579@gmail.com](Email: Maskanah579@gmail.com)  \n[WA Number: 0852-4870-8596](WA Number: 0852-4870-8596)  \nAbstrak  \nDi dalam ilmu tajwid ada tiga istilah penting yang juga harus diketahui yaitu qirâah, riwâyat, dan thâriq (jalur) . Istilah Thâriq (jalur) digunakan untuk menerangkan apa-apa yang dinisbatkan kepada yang menukil dari perawi. Pada thâriq yang satu dengan yang lain terdapat perbedaan. Namun tentu saja perbedaannya tidak seperti perbedaan qirâ’atataupun riwâyat. Hal yang paling menonjol antara thâriq Syathibi dengan thâriq Thayyibah An-Nasyr terletak pada masalah mad munfashil. Thâriq Syathibi menetapkantawashshuth (panjang 4 atau 5 harakat) sedangkan thâriq Thayyibah An-Nasyrimenetapkan qashar (panjang 2 harakat) ketika washal. Baik “qirâ’at”, “riwâyat”, maupun“thâriq” merupakan tiga hal penting dalam ilmu tajwid. Artinya perbedaan itu harus kitakenali dan ketahui serta dipraktekkan bagi bacaan yang kita gunakan. Penetapannya bergantung pada apa yang diterima dari talaqqi kepada guru Al-Qur’an serta validitas sanadnya. Seperti itulah keabsahan bacaan Al-Qur’an sebagaimana ia diajarkan dengan metode musyâfahah bersambung secara mutawâtir. Dengan demikian tegaslah bahwa bacaan kita adalah bacaan yang benar dan bersumber dari Rasulullah Saw.  \nKata Kunci:  \nIlmu Tajwid, Riwayat Hafsh, Thariq Syathibi, Thariq Tayyibah An-Nasyr  \nPENDAHULUAN  \nAl-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan atas Nabi Muhammad saw. dan membacanya bernilai ibadah. Al-Qur’an juga adalah kitab suci terakhir untuk seluruhumat manusia, petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalamnya tentu saja bersifat universal, lengkap dan mampu menghadapi tantangan zaman dan memenuhi kebutuhankebutuhan manusia sepanjang masa.1 Allah menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad saw. dan dia memerintahkan beliau agar membacanya dengan tartilsebagaimana firman Allah swt. dalam Q.S. al-Muzammil/73: 4 : 2  \nأَوۡ زِ دۡ عَ لَيۡهِ وَ رَ تِّلِ ٱۡلقُرۡ ءَ انَ تَرۡ تِيلًا ٤  \nMaksud ayat tersebut adalah “hendaklah kita membaca Al-Qur’an sebagaimana Allah menurunkannya, yakni membaca Al-Qur’an dengan perlahan-lahan, jelas huruf-hurufnya  \n1A. Athaillah , SejarahAl-Qur’an, cet 1,(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), h. 34 2 Departemen Agama R.I, Al-Qur’an Dan Terjemahnya, h.547  \n98 Ilmu Tajwid Riwâyat Hafsh ‘An Ashim (Maskanah)  \ndan waqaf (berhenti) nya.3 Tata cara membaca tersebut dapat menunjang kita untuk dapat memahami dan mentadabburi Al-Qur’an serta menguatkan hati dalam mengamalkan hukum-hukumnya. Membaca Al-Qur’an merupakan suatu ibadah dan jembatan menuju pemahaman dan pengamalan. Kemampuan membaca aksara Arabsemata, belum cukup bagi seseorang untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baiksebagaimana sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, dibutuhkan suatu ilmu yang menuntunnya, yaitu ilmu tajwid.  \nIlmu tajwid sangat penting dalam literatur Al-Qur’an. Ilmu tajwid menuntun kaum muslim untuk mengetahui tentang tata cara melafalkan ayat-ayat Allah dengan baik dan benar, serta agar maknanya tetap terjaga. Sehingga diharapkan dengan belajar ilmu tajwid tidak sekedar tahu tentang kaidah tata cara membaca Al-Qur’an, namun juga dapat memahami isi kandungan Al-Qur’an tersebut, sampai akhirnya dapat mengaplikasikan isi dari pada kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.  \nPembelajaran Al-Qur’an yang optimal akan melahirkan generasi Qur’ani yang mampu memakmurkan bumi dengan Al-Qur’an dan menyelamatkan peradaban dunia dimasa mendatang. Syarat mutlak untuk memunculkan generasi Qur’ani adalah adanyapemahaman terhadap Al-Qur’an yang diawali dengan mampu membaca Al-Qur’andengan baik dan benar sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan.  \nLangkah awal untuk mencapai hal tersebut adalah umat Islam harus mampumembaca huruf-huruf Al-Qur’an. Kemampuan m","cbCait0Vcn9ARvD6","https://ap.wps.com/l/cbCait0Vcn9ARvD6","pdf",1042449,20,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Konsep penting dalam ilmu tajwid\n## Al-Qur’an, ibadah, dan tartil\n## Peran ilmu tajwid dalam pembelajaran\n## Keutamaan belajar membaca Al-Qur’an\n## Kebutuhan bimbingan guru","[{\"question\":\"Apa saja istilah penting dalam ilmu tajwid yang harus diketahui?\",\"answer\":\"Istilah penting yang disebut adalah qirâah, riwâyat, dan thâriq (jalur). Masing-masing terkait dengan cara bacaan dinisbatkan kepada perawi atau jalurnya.\"},{\"question\":\"Perbedaan apa yang paling menonjol antara thâriq Syathibi dan thâriq Thayyibah An-Nasyr?\",\"answer\":\"Perbedaan yang paling menonjol terletak pada mad munfashil. Syathibi menetapkan tawashshuth (4 atau 5 harakat), sedangkan Thayyibah An-Nasyr menetapkan qashar (2 harakat) ketika washal.\"},{\"question\":\"Bagaimana keabsahan bacaan Al-Qur’an menurut dokumen ini?\",\"answer\":\"Keabsahan bacaan bergantung pada penetapan yang diterima melalui talaqqi kepada guru Al-Qur’an serta validitas sanadnya. Bacaan disampaikan dengan metode musyâfahah bersambung secara mutawâtir sehingga bacaan dianggap benar dan bersumber dari Rasulullah SAW.\"}]","ILMU TAJWID RIWÂYAT HAFSH ‘ANASHIM PERSPEKTIF THÂRIQ SYATHIBI DAN THÂRIQ THAYYIBAH AN-NASYR | PDF",1789748205,31]