[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-37288-id":3,"doc-seo-37288-113":29},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":20,"is_downloadable":20,"audit_status":20,"page_count":21,"language":22,"language_code":23,"site_id":24,"html_lang":23,"table_of_contents":25,"faqs":26,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":27,"read_time":28},37288,1374391975076,"Riley","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_994ba38a5ba835b3df7d355c54d3ed8d",55,"Agama & Spiritualitas","Tahlilan Ajaran Dari Siapa","Konten ini membahas asal-usul kebiasaan tahlilan pada hari ke-3, 7, 40, 100, dan 1000 setelah kematian, serta menilai praktik tersebut sebagai bid’ah yang tercela. Pembahasan mengutip pandangan ulama Syafi’iyah dan menyatakan tidak ada riwayat valid sebagai dasar. Artikel juga mengaitkan tahlilan dengan ritual umat Hindu melalui rujukan kitab Samawedha Samhita, lalu menegaskan penolakan terhadap tradisi non-Islam dengan landasan ayat Al-Maidah:104.","Viral!Wanita Curhat TakSuka Tradisi Tahlilan,  \nDisuruh Layani Tamu SaatAyahnya Meninggal HinggaHarus Kasih Amplop  \ndoj.clca doj.clca 13 jam13 jam  \n○2  \nreelssunnah \"Tahlilan\"Ajaran Dari Siapa?  \nKebiasaan melakukan kegiatan \"tahlilan\"pada haripertama kedua ketiga,7,40,100 dan 1000 hariansetelah kematian adalah bid'ah yang tercela yangdikatakan oleh imam Syafili rahimahullah dan tidakada asal usulnya dari ajaran Islam.Oleh karena itu,tidak ada satu riwayat pun yang valid,yang dapatmenjadi pegangan dalam membenarkan kebiasaantersebut.Bahkan apabila ditelusuri,ternyata \"tahlilan\"adalah acara ritual dari umat Hindu atau kebiasaanturun temurun dari nenek moyang yang jelas-jelasbukan dari ajaran Islam.  \nDidalam kitab Samawedha Samhita (kitab ajaranumat Hindu)buku satu,bagian satu,hal.20 yangberbunyi:\"Purwacika prataka-prataka pramoredya rsibarawajah medantitisudi purmurti tayurwantaramawaeda dewata agni candra gayatri ayatna agnaayahi withaigrano hamyaditahi liltastasi barnesiagne\".Yang artinya:\"Lakukanlah pengorbanan padaorangtuamu dan lakukanlah kirim doa pada  \norangtuamu di hari pertama,ketiga,ketujuh,empatpuluh,seratus,mendak pisan,mendak pindo\".  \nLantas pantaskah sebagai umat muslim(masih)mengerjakan ritual dari umat Hindu dengan dalihtradisi turun temurun dari nenek moyang?  \nAllah Ta'ala berfirman:  \nLg Lis Igl6 JgJ Jl6 aJI Jši Li JI I1L6 pě Jo lil69ie5 X9 L &b58po₉Li8J₅I LLī ale  \n\"Dan jika dikatakan kepada mereka,Marilah kalian  \n一  \nkepada apa yang Allah turunkan kepada Rasul,  \nniscaya mereka berkata,Cukuplah bagi kami apa yangkami dapati bapak-bapak kami berada padanya.Apakah(mereka tetap bersikap demikian)meskipunbapak-bapak mereka tidak mengetahui sesuatuapapun dan tidak mendapat petunjuk?\".(QS.Al-Maidah:104)  \nWallaahu a'lam,semoga saudara-saudara muslim kitayang masih melakukan kebiasaan \"tahlilan\"mendapatkan hidayah dari Allah Ta'ala,Aamiin.  \nFollow Instagram  \n@reelssunnah@reelssunnah@reelssunnah  \nLink Tautan  \nlg:https://www.Instagram.com/reelssunnahTg:https://t.me/reels_sunnah  \n\\#tahlilan \\#tahlilan40hari \\#tahlilan100hari\\#kenduri\\#haul\\#bidah\\#khurafat \\#syirik \\#ziarahkubur \\#habib\\#asawaja \\#nu","cbCaiqGVNz8ZEj9b","https://ap.wps.com/l/cbCaiqGVNz8ZEj9b","pdf",1963656,1,6,"Indonesian","id",113,"# Asal-usul tahlilan\n## Penilaian bid’ah dan ketiadaan dalil\n## Rujukan kitab Hindu dan kritik tradisi\n## Dalil Al-Qur’an (QS. Al-Maidah:104)","[{\"question\":\"Kebiasaan tahlilan dilakukan pada hari apa saja setelah kematian?\",\"answer\":\"Tahlilan disebut dilakukan pada hari pertama, kedua, ketiga, ketujuh, 40, 100, dan 1000 hari setelah kematian.\"},{\"question\":\"Bagaimana penilaian terhadap tahlilan dalam konten ini?\",\"answer\":\"Konten ini menilai tahlilan sebagai bid’ah yang tercela, tanpa asal usul yang jelas dari ajaran Islam dan tidak memiliki riwayat valid sebagai pegangan.\"},{\"question\":\"Apa hubungan tahlilan yang dijelaskan dengan tradisi umat Hindu?\",\"answer\":\"Konten menyatakan tahlilan berasal dari ritual umat Hindu atau tradisi turun-temurun, lalu mengutip bagian dari kitab Samawedha Samhita sebagai rujukan.\"},{\"question\":\"Apa dalil yang digunakan untuk menolak praktik tradisi tersebut?\",\"answer\":\"Konten menggunakan firman Allah dalam QS. Al-Maidah:104 tentang mengikuti apa yang Allah turunkan kepada Rasul, bukan mengikuti kebiasaan nenek moyang yang tidak memiliki pengetahuan atau petunjuk.\"}]",1783026790,9,{"code":4,"msg":30,"data":31},"ok",{"site_id":24,"language":23,"slug":32,"title":13,"keywords":33,"description":14,"schema_data":34,"social_meta":89,"head_meta":91,"extra_data":93,"updated_unix":27},"tahlilan-ajaran-dari-siapa","",{"@graph":35,"@context":88},[36,53,67],{"@type":37,"itemListElement":38},"BreadcrumbList",[39,43,47,50],{"item":40,"name":41,"@type":42,"position":20},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":44,"name":45,"@type":42,"position":46},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":48,"name":12,"@type":42,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":51,"name":13,"@type":42,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/tahlilan-ajaran-dari-siapa/37288/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":23,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":61,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":62,"interactionStatistic":63},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":40,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-02",true,{"@type":64,"interactionType":65,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":66},"ViewAction",{"@type":68,"mainEntity":69},"FAQPage",[70,76,80,84],{"name":71,"@type":72,"acceptedAnswer":73},"Kebiasaan tahlilan dilakukan pada hari apa saja setelah kematian?","Question",{"text":74,"@type":75},"Tahlilan disebut dilakukan pada hari pertama, kedua, ketiga, ketujuh, 40, 100, dan 1000 hari setelah kematian.","Answer",{"name":77,"@type":72,"acceptedAnswer":78},"Bagaimana penilaian terhadap tahlilan dalam konten ini?",{"text":79,"@type":75},"Konten ini menilai tahlilan sebagai bid’ah yang tercela, tanpa asal usul yang jelas dari ajaran Islam dan tidak memiliki riwayat valid sebagai pegangan.",{"name":81,"@type":72,"acceptedAnswer":82},"Apa hubungan tahlilan yang dijelaskan dengan tradisi umat Hindu?",{"text":83,"@type":75},"Konten menyatakan tahlilan berasal dari ritual umat Hindu atau tradisi turun-temurun, lalu mengutip bagian dari kitab Samawedha Samhita sebagai rujukan.",{"name":85,"@type":72,"acceptedAnswer":86},"Apa dalil yang digunakan untuk menolak praktik tradisi tersebut?",{"text":87,"@type":75},"Konten menggunakan firman Allah dalam QS. Al-Maidah:104 tentang mengikuti apa yang Allah turunkan kepada Rasul, bukan mengikuti kebiasaan nenek moyang yang tidak memiliki pengetahuan atau petunjuk.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":90,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":92,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":24}]