[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39500-id":3,"doc-seo-39500-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":84},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},39500,549758146520,"Patrick","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/80002397d8c0411e94?_k=1775819394049821470",49,"Sastra","Daftar Isi dan Kata Pengantar Edisi Indonesia Mochtar Lubis","Naskah berbahasa Indonesia ini memuat daftar isi edisi Indonesia serta kata pengantar yang ditulis oleh Mochtar Lubis. Materi menampilkan pengantar tentang pemahaman kebenaran dan pantang kekerasan yang dihubungkan dengan gagasan M.K. Gandhi, termasuk pengalaman Lubis saat bertemu Gandhi dalam delegasi Republik Indonesia di Konferensi Asia pertama di New Delhi pada Maret 1946. Uraian mengantarkan pembahasan bab-bab seperti agama dan kebenaran, ahimsa, pengendalian diri, perdamaian dunia, manusia dan mesin, kemiskinan, demokrasi, pendidikan, kaum wanita, dan serba-serbi.","DAFTAR ISI  \nKata Pengantar untuk Edisi Indonesia, Mochtar Lubis Prakata  \nKata Pengantar, S. Radhakrishnan Bab I. Otobiografi 1  \nBab II. Agama dan Kebenaran 65 Bab III. Cara dan Tujuan 95  \nBab IV. Ahimsa atau Paham Pantang Kekerasan 99  \nBab V. Pengendalian Diri 127 Bab VI. Perdamaian Dunia 138 Bab VII. Manusia dan Mesin 145  \nBab VIII. Kemiskinan di Tengah-tengah Kelimpahan 151 Bab IX. Demokrasi dan Rakyat 161  \nBab X. Pendidikan 176 Bab XL Kaum Wanita 186 Bab XII. Serba-Serbi 196 Daftar Kata-kata Asing 209 Catatan 212  \nKepustakaan Pilihan 219  \nDiterbitkan pertama kali oleh Yayasan Obor Indonesia, Dan Penerbit PT Gramedia Anggota IKAPI Alamat Penerbit: Jl. Plaju No. 10 Jakarta 10230 Telp. 32488 326978  \nScanned book (sbook) ini hanya untuk pelestarian buku dari kemusnahan.  \nDILARANG MENGKOMERSILKAN !  \nBBSC ( [bubengsiaucut@yahoo.com](bubengsiaucut@yahoo.com))  \nMochtar Lubis  \nTiada yang baru yang saya ajarkan kepada dunia Kebenaran dan Pantang Kekerasan sama tuanya dengan bukit-bukit dan gunung.  \nM.K. GANDHI  \nSebagai seorang anak manusia saya merasa amat berbahagia, karena pernah mendapat kesempatan bertatap muka dan bersalaman dengan almarhum Gandhi. Kesempatan initerjadi ketika saya diikut-sertakan ke dalam delegasi Republik Indonesia yang dikinm menghadiri Konperensi Asia pertama di New Delhi pada bulan Maret tahun 1946 Pada masa itu bangsa kita masih bergulat menghadapi agresi penjajah Belanda, yang setelah perang dunia kedua mencoba untuk menjajah Indonesia kembali, dan Gandhi serta pemimpin-pemimpin India yang lain sedang sibuk menyiapkan kemerdekaan India dengan pemimpin-pemimpin Inggris.  \nPemimpin delegasi Republik Indonesia termasuk almarhum Sutan Sjahrir, dan diantara anggota delegasi antara lain termasuk pula almarhum Ah Sastroamidjojo, almarhum Jetty Zain, dan berbagai tokoh lain.  \nWaktu itu saya bekerja sebagai wartawan Kantor Berita Antara di Jakarta. Republik Indonesia masih belum sempat mencetak paspor, dan paspor kami hanya sehelai kertas biasa, yang diberi cap Departemen Luar Negeri saja. Dengan sebuah pesawatudara Dakota yang dikirim oleh pendukung RI, pengusaha kidia Pat Naik, kami menembus blokadedan mendarat di Singapura dengan selamat.  \nDi New Delhi delegasi Indonesia mendapat sambutan yang meriah. Karena darisekian banyak negara Asia, Indonesia termasuk yang pertama sekali memproklamirkan kemerdekaannya setelah Perang Dunia II berakhir. Berbagaidelegasi dari bangsa-bangsa Asia lain telah berkumpul di New Delhi, Nehru datang ke tempat penginapan delegasi Indonesia. Dia dengan Sutan Sjahrir telah saling mengenal sebelumnya.  \nSesuai tradisi di India, tempat konperensi diselenggarakan adalah sebuah tendaraksasa. Sarojini Naidu, penyair kenamaan India membacakan sajaknya. Nehru berpidato. Sutan Sjahrir berpidato, silih berganti dengan pemimpin-pemimpin bangsa Asia lainnya.  \nTetapi saya paling terpesona dengan seorang yang kurus, tidak terlalu tinggi tubuhnya, hanya memakai kain putih yang dibalutkan sekeliling tubuhnya, duduk bersila di ataspermadani, dan berbicara dengan suara yang lembut, tenang, tidak berapi-api, tetapi  \namat memukau. Bukan hanya saya yang merasa terpukau olehnya, tetapi seluruh peserta dalam tenda mendengarnya dengan penuh perhatian. Orang itulah Gandhi!  \nSebagai seorang muda, yang sejak umur 16 tahun telah memasuki gerakan nasionalis Indonesia, menjadi anggota kepanduan Bangsa Indonesia, dan Indonesia Muda, nama Gandhi telah saya kenal sebelum Perang Dunia II pecah. Saya telah membacaperjuangannya. Orang yang amat sederhana ini, yang penampilannya jauh bertentangan dengan citra seorang pahlawan yang tergambar dalam benak saya di waktu remaja (seorang pahlawan gagah perkasa, jantan, cakap, memancarkan keberanian, kekuatan, mata tajam berapi-api, dan sebagainya) adalah seorang anak manusia India yang telah memimpin bangsa untuk mendapatkan kemerdekaan bangsanya kembali, tidak dengan kekerasan, dan tidak dengan memakai senjata, penghancur apa pun. Kalaupun ia menggunakan ","cbCaitlt6nGNoslR","https://ap.wps.com/l/cbCaitlt6nGNoslR","pdf",1649942,5,1,221,"Indonesian","id",113,"# Kata Pengantar\n## Bab I. Otobiografi\n## Bab II. Agama dan Kebenaran\n## Bab III. Cara dan Tujuan\n## Bab IV. Ahimsa atau Paham Pantang Kekerasan\n## Bab V. Pengendalian Diri\n## Bab VI. Perdamaian Dunia\n## Bab VII. Manusia dan Mesin\n## Bab VIII. Kemiskinan di Tengah-tengah Kelimpahan\n## Bab IX. Demokrasi dan Rakyat\n## Bab X. Pendidikan\n## Bab XI. Kaum Wanita\n## Bab XII. Serba-Serbi\n# Daftar Kata-kata Asing dan Catatan","[{\"question\":\"Mengapa gerakan tanpa kekerasan disebut berhasil memperoleh kemerdekaan?\",\"answer\":\"Teks menyatakan bahwa perjuangan Gandhi dan rekan-rekannya berhasil sehingga bangsa India tidak harus mengangkat senjata. Perlawanan dilakukan dengan protes moral, termasuk keteguhan dan kepemimpinan yang lembut tetapi memiliki ketetapan hati.\"}]",1783083569,340,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":79,"head_meta":81,"extra_data":83,"updated_unix":28},"table-of-contents-and-indonesian-edition-foreword-by-mochtar-lubis","",{"@graph":36,"@context":78},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/table-of-contents-and-indonesian-edition-foreword-by-mochtar-lubis/39500/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-14","2026-07-03",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Mengapa gerakan tanpa kekerasan disebut berhasil memperoleh kemerdekaan?","Question",{"text":76,"@type":77},"Teks menyatakan bahwa perjuangan Gandhi dan rekan-rekannya berhasil sehingga bangsa India tidak harus mengangkat senjata. Perlawanan dilakukan dengan protes moral, termasuk keteguhan dan kepemimpinan yang lembut tetapi memiliki ketetapan hati.","Answer","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":80,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":82,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":85},[86,91,95,99,103,107,111,113,117,121],{"id":87,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":88,"show_sort_weight":89,"slug":90},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":92,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":93,"show_sort_weight":89,"slug":94},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":97,"show_sort_weight":89,"slug":98},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":89,"slug":102},51,"Komik","comic",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":89,"slug":106},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":89,"slug":110},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":89,"slug":112},"literature",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":89,"slug":116},52,"Teknologi","technology",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":89,"slug":120},50,"Ujian","exam",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":89,"slug":124},57,"Umum","general"]