[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39968-id":3,"doc-seo-39968-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},39968,7971461740886,"Theodore","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_3d24733baf745e90a7e4bdd5f77d97b2",54,"Penelitian & Laporan","Sistem Sebagai Filsafat Tawaran Baru Jasser Auda Bagi Pengembangan Hukum Islam Kontemporer","Ledakan bom di London menjadi pemicu kecemasan intelektual Jasser Auda dalam pergulatan akademik, terutama dalam hukum Islam, yang ia nilai kurang mampu menghadirkan solusi bagi komunitas Muslim. Kondisi umat saat itu—termasuk isu keterbelakangan kualitas sains, pendidikan, politik, ekonomi, pemberdayaan perempuan—serta problem realitas fiqh yang dipandang minim pemecahan. Auda menyoroti persoalan metodologis: penerapan hukum cenderung reduksionis dan literal, sehingga perlu rekonstruksi pemahaman dan implementasi maqasid al-shari’ah.","Sistem Sebagai Filsafat  \n(Tawaran Baru Jasser Auda Bagi Pengembangan Hukum Islam Kontemporer)  \nAkhmad Supriadi  \nBKPRMI Kota Palangka Raya  \n[supriadilanjasbarito@gmail.com](supriadilanjasbarito@gmail.com)  \nAbstract  \nA bomb explosion in the City of London, England, not only shook Jasser Auda’s soul, but also increased the academic anxiety that encouraged him to start writing an important work in his academic career entitled Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law. The peak of his anxiety is a fidgetiness accumulation that he experienced during the struggle with the academic world, especially Islamic law. The condition of Muslims at that time is increasingly culminating in the case of terrorism in London that took the name of Islamic law 1 coupled with the low level of muslims human development index (HDI) indicated the inferioity as well as the low quality of Muslims both in terms of science, education, politics, economy, women's empowerment, and other capabilities that were still under of minimum standards2. Jasser Auda also felt an intellectual anxiety when finding the reality of Islamic law (fiqh) seemed to be lacking in solutions to the Islamic community in general. The anxieties here are not related to the material in Islamic law but to the understanding, thought, determination and implementation of Islamic law in the daily lives of Muslims in various countries.  \nkeywords: system, philosophy, contemporary Islamic law  \nA. Pendahuluan  \nPerjalanannya di beberapa negara Islam, Ia hampir tidak menemukan nilainilai keislaman seperti peningkatan produktivitas, perilaku humanis, spiritualis, kebersihan, persatuan, persaudaraan, demokratis yang dapat diterapkan di sana, sehingga ia pun bertanya dimana hukum Islam yang seharusnya diterapkandengan baik. Menurutnya dalam hal ini pasti ada yang salah dalam penerapan hukum Islam yang perlu dikritik untuk diperbaiki.1  \nSalah satu yang disorotnya adalah jika memberikan fatwa pada masa sekarang dengan hanya mengcopi secara tekstual terhadap hasil fatwa ulama dahulu atau dari hasil karya ulama tersebut, maka hal ini menurut Audamerupakan kondisi yang memprihatinkan karena fatwa tersebut dikemukakan didunia yang berbeda dan dalam keadaan yang berbeda pula. Hal ini sebagaimana  \n1 Jasser Auda, Maqasid Al-Shari‛ah as Philosophy of Islamic A System Approach (London: The International Institut of Islamic Thought: 2008, n.d.), xxii–xxiii.  \nyang dikatakan Jasser Auda bahwa “If the fatwa is copied verbatim from some classic book in the Islamic law, then it is quite possibly flawed because it is quite probably addressing different world with different circumstances”. 2  \nKegelisahan berikutnya, menurut Jasser Auda bahwa:  \n“current application (or rather, misapplication) of Islamic law are reductionist rather than holistic, literal rather than moral, one dimensional rather than multidimensional, binary rather than multi-valued, deconstructionist rather than reconstructions and causal rather than teleological”. 3  \nAsumsi tersebut, Jasser Auda terdorong untuk melakukan dan menyumbangkan sesuatu yang baru dalam diskurus hukum Islam yang dianggapnya bergerak lamban. Hukum Islam bagi Auda harus mampu memberikan jawaban atas problem kontemporer, bukan sebaliknya tidak bertentangan, tidak memberikan solusi bahkan meninggalkan masalah. Olehkarena itu, Jasser Auda pun tampaknya merasa perlu untuk mengemukakan ataumerekonstruksi metodologi istinbath hukum Islam khususnya maqasid alshari‛ah dan hukum Islam itu sendiri yang dikaji dengan menggunakan berbagaikeilmuan yang relevan.  \nB. Kajian Pustaka  \nTulisan ini memakai rujukan beberapa buku yang terkait dengan judul tulisan ini di antaranya Jasser Auda, Maqashid al-Shari ‛ah as Philosophy of Islamic A System Approach (London: The International Institut of Islamic Thought: 2008), M. Amin Abdullah, Islamic Studies di Perguruan Tinggi: pendekatan Integratif Interkonektif (Yogyakarta, Pustaka pelajar: 2006) dan bukubuku lain yang terkait dengan","cbCaiebgssfIr0i7","https://ap.wps.com/l/cbCaiebgssfIr0i7","pdf",414833,8,1,24,"Indonesian","id",113,"# Pendahuluan\n# Kajian Pustaka\n# Metode Penelitian\n# Pembahasan\n## Mengenal Jasser Auda","[{\"question\":\"Apa yang melatarbelakangi Jasser Auda merumuskan gagasan “maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law”?\",\"answer\":\"Kecemasan intelektual yang meningkat dalam dunia akademik hukum Islam, terutama karena hukum Islam dinilai tidak memberi solusi memadai; faktor situasi umat dan kasus terkait terorisme juga memperkuat dorongannya untuk menulis karya tersebut.\"},{\"question\":\"Mengapa Auda mengkritik pemberian fatwa dengan menyalin teks klasik secara verbatim?\",\"answer\":\"Karena fatwa yang disalin literal dari kitab klasik bisa keliru untuk dunia dan kondisi yang berbeda, sehingga tidak menjawab kebutuhan realitas kontemporer.\"},{\"question\":\"Apa ciri utama penerapan hukum Islam yang dianggap bermasalah oleh Auda?\",\"answer\":\"Penerapan (atau misaplikasi) dinilai reductionist dan literal, satu dimensi, biner, deconstructionist daripada reconstructions, serta kausal bukan teleologis; karenanya perlu pendekatan yang lebih holistik.\"}]","Sistem Sebagai Filsafat Tawaran Baru Jasser Auda Bagi Pengembangan Hukum Islam Kontemporer | PDF",1783088588,37,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"system-as-philosophy-jasser-audas-new-proposal-for-contemporary-islamic-law-development","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/system-as-philosophy-jasser-audas-new-proposal-for-contemporary-islamic-law-development/39968/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-16","2026-07-03",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Apa yang melatarbelakangi Jasser Auda merumuskan gagasan “maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law”?","Question",{"text":77,"@type":78},"Kecemasan intelektual yang meningkat dalam dunia akademik hukum Islam, terutama karena hukum Islam dinilai tidak memberi solusi memadai; faktor situasi umat dan kasus terkait terorisme juga memperkuat dorongannya untuk menulis karya tersebut.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Mengapa Auda mengkritik pemberian fatwa dengan menyalin teks klasik secara verbatim?",{"text":82,"@type":78},"Karena fatwa yang disalin literal dari kitab klasik bisa keliru untuk dunia dan kondisi yang berbeda, sehingga tidak menjawab kebutuhan realitas kontemporer.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Apa ciri utama penerapan hukum Islam yang dianggap bermasalah oleh Auda?",{"text":86,"@type":78},"Penerapan (atau misaplikasi) dinilai reductionist dan literal, satu dimensi, biner, deconstructionist daripada reconstructions, serta kausal bukan teleologis; karenanya perlu pendekatan yang lebih holistik.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,104,108,112,116,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":102,"show_sort_weight":98,"slug":103},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":98,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":110,"show_sort_weight":98,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":114,"show_sort_weight":98,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":117},"research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]