[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-228973-113":53,"doc-detail-228973-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","synergy-of-four-pillars-in-realizing-a-modern-red-and-white-villagesubdistrict-cooperative","Sinergitas Empat Pilar dalam Mewujudkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang Modern","","Naskah membahas sinergi empat pilar sebagai landasan dalam mewujudkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang modern. Uraian menempatkan koperasi sebagai acuan ekonomi rakyat berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, sekaligus mengkritisi ketidakseimbangan antara pertumbuhan jumlah koperasi dan peningkatan kinerjanya. Dokumen menyoroti penyebab lemahnya kelembagaan dan usaha, serta menggambarkan indikator koperasi ideal yang mencakup penciptaan kerja, inklusi keuangan, kinerja manajemen, keterlibatan anggota, dan jejaring kerja sama.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/synergy-of-four-pillars-in-realizing-a-modern-red-and-white-villagesubdistrict-cooperative/228973/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/synergy-of-four-pillars-in-realizing-a-modern-red-and-white-villagesubdistrict-cooperative/228973.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Oliver Hayes","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-06","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",5,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa yang melatarbelakangi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)?","Question",{"text":110,"@type":111},"Pengembangan KDKMP didorong karena sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat berasal dari desa/kelurahan yang potensial, namun perlu didorong agar memberi manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi. Kebijakan pemerintah diarahkan agar koperasi menjadi pilar utama melalui pengembangan KDKMP.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Mengapa kinerja koperasi dinilai belum sejalan dengan pertumbuhannya?",{"text":115,"@type":111},"Pertumbuhan jumlah koperasi tidak diikuti peningkatan kinerja, ditunjukkan oleh belum dirasakannya keberadaan dan manfaat koperasi. Terdapat tindakan pembubaran koperasi yang tidak aktif baik kelembagaan maupun usaha, khususnya pada periode 2014–2020.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Indikator apa saja yang menggambarkan koperasi Indonesia yang ideal?",{"text":119,"@type":111},"Indikator meliputi peran aktif mengelola potensi desa, penciptaan lapangan kerja melalui aktivitas usaha, inklusi keuangan, penyelenggaraan RAT yang mencerminkan demokrasi anggota, jejaring kerja sama yang luas, keterlibatan aktif anggota, cakupan layanan, manajemen transparan, serta kemampuan menciptakan dan menghantarkan manfaat nilai tambah.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},228973,1789032551,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},687207020761,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","SINERGITASEMPAT PILAR DALAM MEWUJUDKANKOPERASIDESA/KELURAHAN MERAH PUTIH YANG MODERN  \nYuanita Indriani  \nUniversitas Koperasi Indonesia  \nGambaran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Ideal di Era Indonesia Emas  \nKoperasi menjadi acuan dalam pengembangan ekonomi rakyat di Indonesia, hal iniselain ditunjukkan oleh makna yang terkandung definisi koperasi yang digariskandalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Perkembangankoperasi hingga tahun 2024 yang ditunjukkan oleh kuantitas, bahwa jumlah koperasidi Indonesia mencapai 130.354 unit yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia danangka ini akan bertambah sejalan dengan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) . Kenyataan mengindikasikanbahwa perkembangan kuantitaskoperasi belum diikuti dengan peningkatan kinerjanya; hal ini ditunjukkan oleh keberadaan dan manfaat koperasi sebagai gerakan ekonomi masyarakat belum dapatdirasakan, bahkan ada tindakan pemerintah untuk membubarkan koperasi yang terbukti tidak aktif baik secara kelembagaan maupun usaha, sehingga pada kurunwaktu 2014 – 2020 terdapat penurunan jumlah koperasi secara signifikan, pembubaran ini mengindikasikan berbagai hal, diantaranya adalah:  \n1. koperasi tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan selama 3 tahun berturutturut;  \n2. koperasi tidak menjalankan aktivitas kelembagaan;  \n3. koperasi tidak menjalankan aktivitas usaha;  \nKondisi ini menunjukkan bahwa secara umumpendirian koperasi masih belum sesuai dengan tujuan dan harapan, bahkan dalam benak masyarakat (terutama kaum muda), bahwa koperasi merupakan gambaran lembaga ekonomi yang kumuh, dikelola oleh para senior, pengelolaan dilakukan secara tradisional, tidak kekinian dan tidak modern, skala usaha kecil dan tidak memberi manfaat.  \nKebijakan Pemerintah saat ini yang berpihak pada peningkatan peran koperasisebagai pilar utama perekonomian masyarakat melalui pengembangan KDKMP adalah karena disadari bahwa sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat berasal dari Desa/Kelurahan yang memiliki potensi sumber daya ekonomi yang sangat kaya, namun masih perlu didorong kebermanfaatannya untuk mengungkit dan akselerator peningkatan ekonomi masyarakat desa/kelurahan.  \nSecara tegas digariskan bahwa tujuan utama pengembangan koperasi di Pedesaan/Kelurahan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatdesa/kelurahan melalui penguatan ekonomi berbasis komunitas, menjadikan koperasi  \nsebagai wadah masyarakat dalam (1) mengelola potensi desa, (2) penciptaan lapangan kerja,(3) peningkatan inklusi keuangan; di pihak lain juga diharapkan agar koperasi Desa/Kelurahan menjadi akselerator, konsolidator dan aggregator UMKM di tingkat Desa/Kelurahan.  \nMengacu pada tujuan pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) maka dapat diilustrasikan bahwa indikator umum dari gambaran ideal koperasi Indonesia, ditunjukkan oleh:  \n1. Koperasi berperan aktifdalam pengelolaan potensi ekonomi desa/kelurahan, dan mengubahnya menjadi mata pencaharian masyarakat desa/kelurahan yang memberikan manfaat ekonomi terbesar bagi masyarakat desa/kelurahan;  \n2. Koperasi mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat desa/kelurahan melalui aktivitas usaha yang dilakukannya;  \n3. Kehadiran koperasi mampu menciptakan inklusi keuangan, masyarakatdesa/kelurahan dapat memodali kegiatan usaha koperasi dan sekaligus dapat memanfaatkan layanan usaha koperasi, membeli sarana produksi dengan harga yang lebih baik, meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan, meningkatkan skala ekonomi hingga meningkatkan posisi tawar masyarakatsebagai anggota dan juga produsen dalam menembus pasar yang lebih luasmelalui koperasinya;  \n4. Seluruh koperasi Indonesia aktif menyelenggarakan kegiatan organisasi dan usaha, yang dicirikan dengan pelaksanaan RAT yang mencerminkanterlaksananya demokrasi anggota, RAT terselenggara secara rutin dan menghasilkan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan anggotanya;  \n5. Jejaring kerjasama koperasi luas dan kuat, skala usaha koperasi besar dan/at","cbCaibnQWQLWPevF","https://ap.wps.com/l/cbCaibnQWQLWPevF","pdf",117066,10,"Indonesian","# Sinergitas Empat Pilar\n## Latar belakang perkembangan koperasi dan tantangan kinerja\n## Kebijakan pengembangan KDKMP\n## Tujuan penguatan ekonomi berbasis komunitas\n## Indikator gambaran koperasi Indonesia yang ideal\n## Pilar keberhasilan koperasi: kelembagaan, manajemen, dan peran anggota","[{\"question\":\"Apa yang melatarbelakangi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)?\",\"answer\":\"Pengembangan KDKMP didorong karena sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat berasal dari desa/kelurahan yang potensial, namun perlu didorong agar memberi manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi. Kebijakan pemerintah diarahkan agar koperasi menjadi pilar utama melalui pengembangan KDKMP.\"},{\"question\":\"Mengapa kinerja koperasi dinilai belum sejalan dengan pertumbuhannya?\",\"answer\":\"Pertumbuhan jumlah koperasi tidak diikuti peningkatan kinerja, ditunjukkan oleh belum dirasakannya keberadaan dan manfaat koperasi. Terdapat tindakan pembubaran koperasi yang tidak aktif baik kelembagaan maupun usaha, khususnya pada periode 2014–2020.\"},{\"question\":\"Indikator apa saja yang menggambarkan koperasi Indonesia yang ideal?\",\"answer\":\"Indikator meliputi peran aktif mengelola potensi desa, penciptaan lapangan kerja melalui aktivitas usaha, inklusi keuangan, penyelenggaraan RAT yang mencerminkan demokrasi anggota, jejaring kerja sama yang luas, keterlibatan aktif anggota, cakupan layanan, manajemen transparan, serta kemampuan menciptakan dan menghantarkan manfaat nilai tambah.\"}]","Sinergitas Empat Pilar dalam Mewujudkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang Modern | PDF",15]