[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-46144-id":3,"doc-seo-46144-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":90},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},46144,1374391974468,"Eden","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0",48,"Cerita & Novel","Sunset Di Tanah NKRI (Sayembara Teles)","Tulisan ini membahas tema kemerdekaan Indonesia melalui pengembangan pertanyaan tentang perlunya Indonesia menjadi republik yang terpisah, bukan negara persemakmuran. Penulis menautkan gagasan kebangsaan pendiri bangsa melalui karya Tan Malaka, Sukarno, dan Sjahrir—dari seruan “Merdeka” hingga renungan demokrasi dan ancaman feodalisme. Kemerdekaan dipandang sebagai mandat untuk membangun pemerintahan dan menghadapi persoalan dalam negeri, disertai imaji lanjutan tentang “buku ke empat” republik.","Sunset Di Tanah NKRI  \nMartoArt*  \nSaya termasuk yang tertarik dan memilih untuk membincang tema nomor dua;  \n“Kenapa Indonesia perlu menjadi negara yang merdeka, dan bukan menjadi negara persemakmuran?”  \nNamun jika Admin bersepakat, saya merasa perlu membenahi pertanyaan menjadi;  \n“Kenapa Indonesia perlu menjadi republik terpisah, dan bukan menjadi negara persemakmuran?” atau semacam itulah, sebab negara-negara persemakmuranitu pada dasarnya adalah juga negara yang merdeka1.  \nBerangkat dari situ maka saya menarasikan pendapat sebagai berikut, bahwa bicara tentang sejarah pendirian negara - sebagaimana tema, pastinya tak laik jika tak menukil kehendak para pendirinya. Yang saya amati, setidaknya ada tiga tokoh yang menuliskan gagasan keindonesiaannya ke dalam tulisan. Mereka adalah Tan Malaka, Sukarno, dan Sjahrir.  \nPagi-pagi Tan Malaka pada tahun 1925 sudah menulis buku dalam bahasa ibu penjajahnya, yang kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi“Menuju Republik Indonesia”2. Penerbitan buku dengan judul seperti itumemiliki kadar tamparan sekeras mengibarkan Bintang Kejora di depan Istana Negara.  \nDelapan tahun kemudian, 1933, Sukarno menerbitkan tulisan yang juga tak kalah gahar berjudul “Mencapai Indonesia Merdeka”3. Dengan lantang menulis kata “Merdeka” itu seperti sengaja meledek otoritas yang lima tahun sebelumnya punya kebijakan kolonialis sehingga membuat “Indonesia Raya” mengalami self censorships dari kata “Merdeka” menjadi “Mulia”.  \nKemudian Sjahrir menulis “Renungan Indonesia”4. Meskipun diterbitkan (dalam Bahasa Belanda) pada tahun 1951, bukan berarti kehilangan ruh gagasan kebangsaan apalagi menafikannya sebagai salah satu founding persons.  \nKeterkaitan dengan tema adalah betapa buku mereka itu berturut-turut seperti perwujudan bawah sadar yang sedemikian merindu-dendam akan sebuah negeri sendiri yang bebas merdeka apapun jadinya. Artinya, semakmur apapun negerimu, adalah bukan negerimu jika tunduk dalam aturan persemakmuran. Ini yang saya bayangkan akan gagasan mereka, terlebih jika kita membaca seorang Tan Malaka yang maunya “Merdeka 100 persen!”. Jargon terkenalnya itu sebenarnya terlontar karena kecewa akan kabinet Sjahrir5. Kemudian kemauan“Omah-omah dhewe” dalam terminologi Jawa juga menjadi inspirasi Sukarno tentang merdeka penuh tidak hidup dalam persemakmuran orang tua ataupun mertua. Sehingga ada dialog tentang kesiapan menjadi merdeka meski belum ada sekolahan untuk mencerdaskan rakyat, belum membangun rumah sakituntuk kesehatan rakyat, dan seterusnya. Ibarat kawin belum punya perabotan,  \nMerdeka dulu, baru semua dibangun. Untuk metafora perkawinan dan dialog kemerdekaan Sukarno itu saya hanya \\#BerdasarkanIngatan6. Namun saya tetap turut meyakini akan semangat kemandirian itu tak cuma kemauan para pendiri, seorang Cak Durasim pun sampai dicokok polisi Jepang gara2 melantunkan lirik“Pagupon omahe dara, melu Nipon tambah sengsara”.  \nSedang buku Sjahrir adalah ibarat bagaimana menggenapi apa yang disampaikan Sukarno setelah merdeka. Apa yang harus dibangun dan dikerjakan, juga negara dan pemerintahan semacam apa yang pantas dilakukan. Bukunya tentang keindonesiaan barangkali adalah buah kegelisahan pikiran dia sebagai seorang sosialis, yang dalam renungannya misal mengatakan bahwa “Tanpa demokrasi nasionalisme bisa bersekutu dengan feodalisme”. Renungan itu tentu saya pilihsekali lagi karena mepet dengan tema. Artinya bahwa meski hidup sendirisebagai negara kesatuan tanpa kenyamanan persemakmuran, “ancaman” dalam negeri berupa nasionalisme dan feodalisme tetap harus dihadapi.  \nAdalah dengan menjaga demokrasi, sebab ketika anak negeri tak mampu, sayahanya boleh membayangkan kelak akan terbit buku ke empat tentang sandyakalaning republik hingga bubarnya7. Buku itu kira-kira berjudul “Sunset Di Tanah NKRI”, yang bisa terbit tahun 2030 atau entah kapan, ditulis Jerinx atau entah oleh siapa.  \nAsal jangan menjadikan sebuah ironi, karena jika ternyata ditulis oleh anakturunnya PSI.  \n* Penu","cbCaigMtYPLvzMh1","https://ap.wps.com/l/cbCaigMtYPLvzMh1","pdf",58824,6,1,2,"Indonesian","id",113,"# Gagasan Kemerdekaan: Republik Terpisah, Bukan Persemakmuran\n## Jejak Pemikiran Tan Malaka\n## Jejak Pemikiran Sukarno\n## Jejak Pemikiran Sjahrir\n## Demokrasi, Tantangan Dalam Negeri, dan Rencana Penulisan Lanjutan","[{\"question\":\"Mengapa Indonesia perlu menjadi republik terpisah, bukan negara persemakmuran?\",\"answer\":\"Penulis menekankan bahwa persemakmuran pada dasarnya tetap menempatkan suatu bangsa dalam ketundukan aturan pihak lain. Karena itu, kemerdekaan dipandang sebagai prasyarat agar negeri sungguh menjadi milik sendiri.\"},{\"question\":\"Bagaimana Tan Malaka dihubungkan dengan tema kemerdekaan?\",\"answer\":\"Tan Malaka dipaparkan menulis “Menuju Republik Indonesia” pada 1925. Penulis menganggap penerbitan dan pilihan kata-katanya memuat dorongan kuat menuju republik dan kemerdekaan penuh.\"},{\"question\":\"Apa inti keterkaitan pemikiran Sjahrir dengan pembangunan setelah kemerdekaan?\",\"answer\":\"Penulis menyatakan bahwa “Renungan Indonesia” membantu menggenapi gagasan Sukarno setelah merdeka, termasuk apa yang harus dibangun serta bentuk negara dan pemerintahan yang pantas. Ada pula penekanan bahwa tanpa demokrasi, nasionalisme dapat bersatu dengan feodalisme.\"}]",1783471430,3,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":85,"head_meta":87,"extra_data":89,"updated_unix":28},"sunset-di-tanah-nkri-sayembara-teles","",{"@graph":36,"@context":84},[37,52,67],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,47,49],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":22},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",{"item":48,"name":12,"@type":43,"position":29},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",{"item":50,"name":13,"@type":43,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/sunset-di-tanah-nkri-sayembara-teles/46144/",4,{"url":50,"name":13,"@type":53,"author":54,"headline":13,"publisher":56,"fileFormat":59,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":60,"datePublished":61,"encodingFormat":59,"isAccessibleForFree":62,"interactionStatistic":63},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":55},"Person",{"url":41,"name":57,"@type":58},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-26","2026-07-08",true,{"@type":64,"interactionType":65,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":66},"ViewAction",{"@type":68,"mainEntity":69},"FAQPage",[70,76,80],{"name":71,"@type":72,"acceptedAnswer":73},"Mengapa Indonesia perlu menjadi republik terpisah, bukan negara persemakmuran?","Question",{"text":74,"@type":75},"Penulis menekankan bahwa persemakmuran pada dasarnya tetap menempatkan suatu bangsa dalam ketundukan aturan pihak lain. Karena itu, kemerdekaan dipandang sebagai prasyarat agar negeri sungguh menjadi milik sendiri.","Answer",{"name":77,"@type":72,"acceptedAnswer":78},"Bagaimana Tan Malaka dihubungkan dengan tema kemerdekaan?",{"text":79,"@type":75},"Tan Malaka dipaparkan menulis “Menuju Republik Indonesia” pada 1925. Penulis menganggap penerbitan dan pilihan kata-katanya memuat dorongan kuat menuju republik dan kemerdekaan penuh.",{"name":81,"@type":72,"acceptedAnswer":82},"Apa inti keterkaitan pemikiran Sjahrir dengan pembangunan setelah kemerdekaan?",{"text":83,"@type":75},"Penulis menyatakan bahwa “Renungan Indonesia” membantu menggenapi gagasan Sukarno setelah merdeka, termasuk apa yang harus dibangun serta bentuk negara dan pemerintahan yang pantas. Ada pula penekanan bahwa tanpa demokrasi, nasionalisme dapat bersatu dengan feodalisme.","https://schema.org",{"og:url":50,"og:type":86,"og:title":13,"og:site_name":57,"og:description":14},"article",{"robots":88,"canonical":50},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":91},[92,97,99,103,107,111,115,119,123,127],{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":94,"show_sort_weight":95,"slug":96},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":98},"story-novel",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":95,"slug":102},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":95,"slug":106},51,"Komik","comic",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":95,"slug":110},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":113,"show_sort_weight":95,"slug":114},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":117,"show_sort_weight":95,"slug":118},49,"Sastra","literature",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":121,"show_sort_weight":95,"slug":122},52,"Teknologi","technology",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":125,"show_sort_weight":95,"slug":126},50,"Ujian","exam",{"id":128,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":129,"show_sort_weight":95,"slug":130},57,"Umum","general"]