[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-183658-113":53,"doc-detail-183658-id":132},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":125,"head_meta":127,"extra_data":129,"updated_unix":131},113,"id","subject-characteristics-and-the-relationship-between-smoking-level-and-hypertension-in-construction-workers","Karakteristik Subyek dan Hubungan Derajat Merokok dengan Hipertensi pada Pekerja Konstruksi","","Analisis menyajikan karakteristik subyek berdasarkan kategori usia 30–40 tahun dan 41–50 tahun serta derajat merokok ringan-sedang (1–20 batang/hari) dan berat (>20 batang/hari). Data juga memuat status tekanan darah (normal dan tinggi). Pada usia 30–40 tahun, prevalensi tekanan darah tinggi berbeda antar kelompok namun tidak menunjukkan kemaknaan statistik. Pada usia 41–50 tahun, prevalensi pada perokok berat lebih tinggi dan hubungan dengan hipertensi bermakna secara statistik berdasarkan nilai P-value.",{"@graph":63,"@context":124},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":27,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/subject-characteristics-and-the-relationship-between-smoking-level-and-hypertension-in-construction-workers/183658/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/subject-characteristics-and-the-relationship-between-smoking-level-and-hypertension-in-construction-workers/183658.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Ethan Miller","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-28","2026-09-02",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",7,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116,120],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Bagaimana distribusi usia subyek dalam analisis ini?","Question",{"text":110,"@type":111},"Subyek terbagi menjadi usia 30–40 tahun (107; 55,2%) dan 41–50 tahun (87; 44,8%).","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Apa saja kategori derajat merokok yang digunakan dan berapa proporsinya?",{"text":115,"@type":111},"Derajat merokok dibagi menjadi ringan-sedang (1–20 batang/hari) sebanyak 116 (59,8%) dan berat (>20 batang/hari) sebanyak 78 (40,2%).",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Bagaimana hubungan derajat merokok dengan hipertensi pada usia 30–40 tahun?",{"text":119,"@type":111},"Pada usia 30–40 tahun, prevalensi tekanan darah tinggi lebih tinggi pada perokok berat dibanding perokok ringan-sedang, namun hubungan tidak bermakna secara statistik (P-value tidak signifikan).",{"name":121,"@type":108,"acceptedAnswer":122},"Bagaimana hubungan derajat merokok dengan hipertensi pada usia 41–50 tahun?",{"text":123,"@type":111},"Pada usia 41–50 tahun, perokok berat memiliki prevalensi tekanan darah tinggi lebih tinggi daripada perokok ringan-sedang dan hubungan bermakna secara statistik (P-value = 0.031).","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":126,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":128,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":130,"site_id":56},183658,1788353547,{"code":4,"msg":5,"data":133},{"doc_id":130,"user_id":134,"nickname":89,"user_avatar":135,"doc_module":4,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":136,"file_id":137,"file_url":138,"file_type":139,"file_size":140,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":141,"language":142,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":143,"faqs":144,"seo_title":145,"seo_description":61,"update_tm":131,"read_time":146},687207017582,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_994ba38a5ba835b3df7d355c54d3ed8d","| Karakteristik subyek | Jumlah (%) |\n| --- | --- |\n| Kategori usia |  |\n| 30-40 tahun | 107 (55,2%) |\n| 41-50 tahun | 87 (44,8%) |\n| Derajat merokok |  |\n| Ringan-sedang (1-20 batang/hari) | 116 (59,8%) |\n| Berat (>20 batang/hari)\u003Cbr>Tekanan darah | 78 (40,2%) |\n| Normal | 141 (72,7%) |\n| Tinggi | 53 (27,3%) |\n\n| Berdasarkan data pada Tabel 3, subjekberusia 30-40 dengan derajat perokok ringan-sedang sebanyak 74 subjek dan derajat perokok berat sebanyak 33 subjek. Sedangkan untuk subjek berusia 41-50 yang memiliki derajat perokok ringan-sedang sebanyak 42 subjek dan yang memilikiderajat perokok berat sebanyak 45 subjek.\u003Cbr>Tabel 3. Derajat perokok dengan usia (N=194) |  |  |  |\n| --- | --- | --- | --- |\n| Jumlah |  | Derajat ringansedang | Derajat\u003Cbr>berat |\n| Usia\u003Cbr>30-40 | 107 | 74 | 33 |\n| 41-50 | 87 | 42 | 45 |\n\n\n|  | Tekanan Darah |  | PR | P-value |\n| --- | --- | --- | --- | --- |\n|  | Normal | Tinggi |  |  |\n| Derajat Perokok\u003Cbr>Ringan-Sedang\u003Cbr>Berat | 94 (81.0%)\u003Cbr>47 (60.3%) | 22 (19.0%)\u003Cbr>31 (39.7%) | 0.355 | 0.003 |\n| Dari hasil analisis hubungan derajat perokok ringan-sedang dan berat dengan tekanandarah pada pekerja konstruksi pada usia 30- 40 tahun diperoleh perokok ringan-sedang (11 orang; 14,9%) prevalensinya lebih |  | tinggi di bandingkan dengan perokok berat (8 orang ; 24,2%) yang mengalami tekanandarah tinggi (hipertensi), namun secara statistik tidak bermakna P value=0.369.(Tabel 5) |  |  |\n| Tabel 5. Hubungan Derajat Merokok Dengan Hipertensi pada usia 30-40 tahun (n=107) |  |  |  |  |\n|  | Tekanan Darah |  | PR | P-value |\n|  | Normal | Tinggi |  |  |\n| Derajat Perokok\u003Cbr>Ringan-Sedang\u003Cbr>Berat | 63 (85.1%)\u003Cbr>25 (75.8%) | 11 (14.9%)\u003Cbr>8 (24.2%) | 0.546 | 0.369 |\n| Dari hasil analisis hubungan derajat perokok ringan-sedang dan berat dengan tekanandarah pada pekerja konstruksi pada usia 41- 50 tahun PT. Takenaka Indonesia Bekasi Jawa barat diperoleh perokok berat (23 |  | orang ; 51, 1%) prevalensinya lebih tinggi di bandingkan dengan perokok ringan-sedang (11 orang; 26,2%) yang mengalami tekanandarah tinggi (hipertensi), dan secara statistik bermakna P value =0.031 . (Tabel 6) |  |  |\n| Tabel 5. Hubungan Derajat Merokok Dengan Hipertensi pada usia 30-40 tahun (n=87) |  |  |  |  |\n|  | Tekanan Darah |  | PR | P-value |\n|  | Normal | Tinggi |  |  |\n| Derajat Perokok\u003Cbr>Ringan-Sedang\u003Cbr>Berat | 31 (73.8%)\u003Cbr>22 (48.9%) | 11 (26.2%)\u003Cbr>23 (51.1%) | 0.339 | 0.031 |","cbCaiikANSS7aLqU","https://ap.wps.com/l/cbCaiikANSS7aLqU","pdf",274476,8,"Indonesian","# Karakteristik Subyek\n## Kategori Usia\n## Derajat Merokok\n## Tekanan Darah\n# Hubungan Derajat Merokok dengan Hipertensi\n## Usia 30-40 tahun\n## Usia 41-50 tahun","[{\"question\":\"Bagaimana distribusi usia subyek dalam analisis ini?\",\"answer\":\"Subyek terbagi menjadi usia 30–40 tahun (107; 55,2%) dan 41–50 tahun (87; 44,8%).\"},{\"question\":\"Apa saja kategori derajat merokok yang digunakan dan berapa proporsinya?\",\"answer\":\"Derajat merokok dibagi menjadi ringan-sedang (1–20 batang/hari) sebanyak 116 (59,8%) dan berat (\\u003e20 batang/hari) sebanyak 78 (40,2%).\"},{\"question\":\"Bagaimana hubungan derajat merokok dengan hipertensi pada usia 30–40 tahun?\",\"answer\":\"Pada usia 30–40 tahun, prevalensi tekanan darah tinggi lebih tinggi pada perokok berat dibanding perokok ringan-sedang, namun hubungan tidak bermakna secara statistik (P-value tidak signifikan).\"},{\"question\":\"Bagaimana hubungan derajat merokok dengan hipertensi pada usia 41–50 tahun?\",\"answer\":\"Pada usia 41–50 tahun, perokok berat memiliki prevalensi tekanan darah tinggi lebih tinggi daripada perokok ringan-sedang dan hubungan bermakna secara statistik (P-value = 0.031).\"}]","Karakteristik Subyek dan Hubungan Derajat Merokok dengan Hipertensi pada Pekerja Konstruksi | PDF",12]