[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-199375-113":53,"doc-detail-199375-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","subaltern-ethical-politics-and-hegemony-from-spivaks-perspective","Subaltern, Politik Etis, dan Hegemoni dalam Perspektif Spivak","","Istilah subaltern merujuk pada kelompok yang ditundukkan secara sosial, politik, dan geografis oleh kelompok dominan. Dalam diskusi subaltern, selalu berlangsung praktik hegemonik: suara yang seharusnya muncul justru dimanipulasi secara etis sebagai bagian dari strategi politik untuk mendominasi. Karena hegemoni bersifat tidak langsung, ia bekerja melalui kecenderungan ideologis dan etis. Perspektif Spivak menekankan bahwa representasi adalah alat menuju dominasi nyata, sehingga studi subaltern mengungkap praktik politik etis yang bertopeng.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/subaltern-ethical-politics-and-hegemony-from-spivaks-perspective/199375/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/subaltern-ethical-politics-and-hegemony-from-spivaks-perspective/199375.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"\tCallum ","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-06","2026-09-04",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa yang dimaksud dengan subaltern dalam konteks pembahasan ini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Subaltern merujuk pada populasi yang ditundukkan secara sosial, politik, dan geografis oleh kelompok penguasa. Kelompok ini berada di luar struktur kekuatan hegemonik.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana praktik hegemonik bekerja dalam diskusi subaltern menurut teks?",{"text":114,"@type":110},"Hegemoni bersifat tidak langsung dan biasanya dioperasikan melalui ideologi serta kecenderungan etis terhadap kelompok yang dikuasai. Suara subaltern direpresentasikan, tetapi representasi berfungsi sebagai alat menuju dominasi nyata.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Mengapa representasi dianggap penting tetapi bermasalah dalam perspektif Spivak?",{"text":118,"@type":110},"Representasi membuat suara subaltern tampak hadir, namun pada saat yang sama menjadi mekanisme untuk mencapai dominasi nyata. Suara yang direpresentasikan tidak otomatis memiliki kebebasan bersuara.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},199375,1788505798,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},137451211410,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2000bb0a9246f588df?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1786362646172706240","Poetika : Jurnal Ilmu Sastra Vol. VI No. 1 Juli 2018  \nDOI 10.22146/poetika.35013 ISSN 2338-5383 (print) ; 2503-4642 (online)  \nSubaltern, Politik Etis, dan Hegemoni dalam Perspektif Spivak  \nRahmat Setiawan  \nUniversitas PGRI Adi Buana Surabaya  \n[wawan.rstw@gmail.com](wawan.rstw@gmail.com)  \nAbstrak  \nIstilah subaltern merujuk pada populasi yang secara sosial, politik, dan geografis ditundukkan oleh suatu kelompok yang menguasai mereka. Dari sana kita memahami bahwa selalu ada praktik hegemonik dalam diskusi subaltern yang mana suara mereka selalu dimanipulasi secara etis sebagai bagian dari praktik politik suatu kelompok untuk mendominasi. Itu mengapa kelompok subaltern merupakan alat dari suatu praktik hegemonik yang melambangkan dominasi politik, militer, sosial, dan bahkan kultural oleh suatu kelompok di atas kelompok lainnya. Karena hegemoni bersifat tak langsung, maka praktikini biasanya dioperasikan melalui hal-hal yang bersifat ideologi dan cenderung etis terhadap kelompok yang akan dikuasai, dan dalam kajian teoretis Spivak, kelompok subaltern adalah kelompok yang suaranya selalu direpresentasikan, sementara representasi hanyalah alat untuk menuju dominasi nyata. Oleh karena itu, topik mengenai subaltern adalah mengenai bentuk praktik politik etis kelompok hegemon terhadap kelompok subaltern yang menjelaskan adanya hegemoni yang bertopeng.  \nKata kunci: subaltern; politik etis; hegemoni; Spivak.  \nAbstract  \nThe term of subaltern refers to a population that is socially, politically, and geographically subjugated by a controlling group over them. Based on that, we understand that there is always a hegemonic practice in subaltern discussions where their voices are always ethically manipulated as part ofa group’s political practice to dominate. Accordingly, subalterns are just a tool of a hegemonic practice that symbolizes political, military, social, and even cultural domination by a group against the the other. Since hegemony is indirect, it is usually operated through ideological and ethical inclinations to the dominated group, and in Spivak’s perspective, the subaltern group is a group whose voices are always represented, while the representation is only a toolfor the actual domination. Therefore, the topic of the subaltern is about the form of ethical practice of the hegemonic group against the subalterngroup and it explains the practice of the masked hegemony.  \nKeywords: subaltern; ethicalpolicy; hegemony; Spivak  \nPendahuluan  \nSpivak memfokuskan permasalahan pascakolonialisme pada subalternitas. Istilah subaltern memiliki konotasi yang cukup luas karenasecara terminologis, subaltern pada dasarnyamerujuk pada perwira junior dalam konteks militer Inggris, yang secara harfiah berarti bawahan. Selain itu, kata ini juga sering digunakan untuk menggambarkan petugas yang berpangkat ren-  \ndah atau di bawah pangkat kapten. Sementara itu, dalam kajian teori kritis dan pascakolonialisme, istilah subaltern merujuk pada populasi yang secarasosial, politik dan geografis berada di luar strukturkekuatan hegemonik bangsa kolonial.  \nIstilah ini sendiri dipromosikan pertama kali oleh Antonio Gramsci, terutama melalui karyanyamengenai hegemoni kultural, yang mengidentifikasi kelompok-kelompok yang dikecualikan, diekslu-  \nPoetika : Jurnal Ilmu Sastra Vol. VI No. 1 Juli 2018  \nDOI 10.22146/poetika.35013 ISSN 2338-5383 (print) ; 2503-4642 (online)  \nsi, dan dikucilkan dalam tatanan sosial. Dari konotasi negatif tersebut, Spivak mengembangkan bahwa subaltern bukan hanya kata berkelas yang ditunjukkan bagi kelas yang tertindas atau bagikelompok the Other. Bagi Spivak, di dalam istilahpascakolonial, istilah tersebut merujuk pada segala sesuatu yang terkait dengan pembatasanakses. Ia menjadi semacam ruang pembedaan.  \nAkan tetapi, Spivak menjelaskan paradoks yang selalu salah dipahami. Masalah utama subaltern bukan hanya mengenai kategori orang yang tertindas atau kelas pekerja yang tertindas, namun juga mengenai siapa saja yang suar","cbCaim1wkw0MHBF1","https://ap.wps.com/l/cbCaim1wkw0MHBF1","pdf",188015,13,"Indonesian","# Abstrak\n## Konsep subaltern dan praktik hegemonik\n## Representasi, dominasi, dan hegemoni tidak langsung\n# Pendahuluan\n## Fokus Spivak pada subalternitas\n## Asal-usul istilah subaltern (Gramsci)\n## Paradoks subaltern: pembatasan akses suara\n## Pertanyaan keterlibatan akademisi","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan subaltern dalam konteks pembahasan ini?\",\"answer\":\"Subaltern merujuk pada populasi yang ditundukkan secara sosial, politik, dan geografis oleh kelompok penguasa. Kelompok ini berada di luar struktur kekuatan hegemonik.\"},{\"question\":\"Bagaimana praktik hegemonik bekerja dalam diskusi subaltern menurut teks?\",\"answer\":\"Hegemoni bersifat tidak langsung dan biasanya dioperasikan melalui ideologi serta kecenderungan etis terhadap kelompok yang dikuasai. Suara subaltern direpresentasikan, tetapi representasi berfungsi sebagai alat menuju dominasi nyata.\"},{\"question\":\"Mengapa representasi dianggap penting tetapi bermasalah dalam perspektif Spivak?\",\"answer\":\"Representasi membuat suara subaltern tampak hadir, namun pada saat yang sama menjadi mekanisme untuk mencapai dominasi nyata. Suara yang direpresentasikan tidak otomatis memiliki kebebasan bersuara.\"}]","Subaltern, Politik Etis, dan Hegemoni dalam Perspektif Spivak | PDF",20]