[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-229102-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-229102-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","study-on-the-unit-cost-of-primary-education-in-jakarta-research-on-basic-education-financing-policy","Studi Satuan Biaya Pendidikan Sekolah Dasar di Jakarta - Penelitian kebijakan pembiayaan pendidikan dasar","","Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan pemerintah dalam pembiayaan pendidikan dasar yang merupakan wajib belajar bagi setiap warga negara, dengan fokus pada sekolah dasar. Analisis mencakup perhitungan satuan biaya pendidikan serta evaluasi keterkaitan dan konsistensi berbagai peraturan terkait pembiayaan pendidikan dan pelaksanaan wajib belajar. Hasil menunjukkan satuan biaya pendidikan sekolah dasar sebesar Rp1.767.000 per siswa per tahun, jauh melebihi alokasi yang diterapkan saat ini, sehingga temuan ini menjadi masukan untuk peninjauan kembali regulasi agar selaras antar-kebijakan.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/study-on-the-unit-cost-of-primary-education-in-jakarta-research-on-basic-education-financing-policy/229102/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/study-on-the-unit-cost-of-primary-education-in-jakarta-research-on-basic-education-financing-policy/229102.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Margaret","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-04","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",5,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa tujuan utama penelitian ini?","Question",{"text":63,"@type":64},"Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan pemerintah dalam pembiayaan pendidikan dasar, khususnya pada tingkat sekolah dasar, termasuk perhitungan satuan biaya pendidikan.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Berapa satuan biaya pendidikan sekolah dasar yang ditemukan dalam penelitian?",{"text":68,"@type":64},"Satuan biaya pendidikan sekolah dasar ditemukan sebesar Rp1.767.000 per siswa per tahun.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Apa temuan terkait konsistensi peraturan dan implikasinya?",{"text":72,"@type":64},"Penelitian menemukan adanya ketidakkonsistenan peraturan terkait pembiayaan pendidikan dasar dan pelaksanaan wajib belajar, sehingga diperlukan peninjauan kembali beberapa regulasi untuk menjaga keselarasan antar-kebijakan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},229102,1789035843,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},137451207643,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_3d24733baf745e90a7e4bdd5f77d97b2","Studi Satuan Biaya Pendidikan Sekolah Dasar di Jakarta  \nNgadirin  \n[ngadirin@yahoo.com](ngadirin@yahoo.com)  \nABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah dalam bidang pembiayaan pendidikan dasar yang merupakan wajib belajar bagi setiap warga negara, dengan fokus pada pembiayaan sekolah dasar. Analisis yang dilakukan termasuk menghitung biaya satuan pendidikan untuk sekolah dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa ketidakkonsistenan peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan pendidikan, termasuk kebijakan dan pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. Satuan biaya pendidikan untuk sekolah dasar adalah sebesar Rp1.767.000,00 per siswa per tahun yang jauh lebih besar dari alokasi satuan biaya yang diterapkan saat ini. Hasil penelitian ini sangat penting untuk diperhatikan oleh berbagai pihak sebagai masukan bagi penyusunan kebijakan publik, terutama melalui peninjauan kembali beberapa peraturan untuk menjaga konsistensi antarkebijakan .  \nKata kunci: konsisten kebijakan, pembiayaan pendidikan, satuan biaya pendidikan, sekolah dasar, kebijakan pendidikan, wajib belajar.  \nABSTRACT: The aim of this research is to examine the government policy in financing basic education in the frame of compulsory education which focuses on the educational policy for primary school. This includes an evaluation of all regulations related to financing education and calculation on finding the student unit cost at primary level through a survey to provide a reference for the government in allocating budget for education . The result of research shows that there are some inconsistencies in the regulations related to financing education . This includes the implementation policy on financing basic education in the frame of compulsory basic education . It is found that the education unit cost for primary school level is IDR1,767,000 per student per year. It is much higher than the current budget allocated. These findings seem to be important for all parties as a feedback and reflection for the government policy including reviewing some regulations to avoid inconsistency.  \nKeywords: policy’s consistency, education unit cost, financing education, primary school, educational policy, compulsary education.  \nPendahuluan  \nPendidikan merupakan salah satu faktor penting dalampertumbuhan suatu bangsa, karena pendidikan terkait langsung dengan pemba ngunan sumber dayamanusia. Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan sumber daya yang berkualitas dan kualitassumber daya manusia menentukan perkembangan bangsa. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa pendidikan merupakan investasi bagi masa depan bangsa dan berpengaruh kuat terhadap pertumbuhanekonomi negara. Frederick Harbison dan Charles A. Myers (1965) menyatakan bahwa Investment in education certainly contributes to economic growth, but it is also obvious that economic growth makes it possible for nations to invest in educational development. Hal senada juga disampaikan oleh John, Roe L & Morphet, Edgar L. (1969) bahwa warga negara yang berpendidikan lebih berpotensi untuk  \nmembangun bangsa. Selain itu investasi di bidang pendidikan dapat membangun sumber daya manusia yang berk ua litas yang pada a khir nya da pat meningkatkan ekonomi bangsa dan demokrasi  \n(Frederick Harbison dan Charles A. Myers, 1965) . Dalam usianya yang lebih dari setengah abad, Indonesia telah menempatkan pendidikan merupakan salah satu tujuan negara sebagaimana tertuangdalam Pembukaan UUD Tahun 1945 dalam rangkamencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam peraturan perundangan juga disebutkan pentingnya penyelenggaraan pendidikan yang bermutu . Namun demikian, terdapat pertanyaan mendasar tentang apakah yang dimaksud dengan pendidikan yang bermutu sebagaimana disebut dalam Sistem Pendidikan Nasional. Apakah penyelenggaraan pendidikan bermutu adalah pendidikan yang bertaraf internasional, sekolah dengan kategori mandiri, atau sekolah yang sudah  \nJurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 6, No","cbCaikXL2U6tvMY3","https://ap.wps.com/l/cbCaikXL2U6tvMY3","pdf",445301,13,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar belakang pendidikan dan investasi sumber daya manusia\n## Anggaran pendidikan dan kebijakan pendidikan dasar gratis\n## Rumusan permasalahan penelitian\n# Rumusan Permasalahan\n## Konsistensi kebijakan pembiayaan pendidikan\n## Konsep pendidikan bermutu berdasarkan peraturan dan persepsi lapangan\n## Realistisitas alokasi 20% APBN/APBD\n## Kebutuhan anggaran pendidikan dasar bermutu tingkat sekolah dasar","[{\"question\":\"Apa tujuan utama penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan pemerintah dalam pembiayaan pendidikan dasar, khususnya pada tingkat sekolah dasar, termasuk perhitungan satuan biaya pendidikan.\"},{\"question\":\"Berapa satuan biaya pendidikan sekolah dasar yang ditemukan dalam penelitian?\",\"answer\":\"Satuan biaya pendidikan sekolah dasar ditemukan sebesar Rp1.767.000 per siswa per tahun.\"},{\"question\":\"Apa temuan terkait konsistensi peraturan dan implikasinya?\",\"answer\":\"Penelitian menemukan adanya ketidakkonsistenan peraturan terkait pembiayaan pendidikan dasar dan pelaksanaan wajib belajar, sehingga diperlukan peninjauan kembali beberapa regulasi untuk menjaga keselarasan antar-kebijakan.\"}]","Studi Satuan Biaya Pendidikan Sekolah Dasar di Jakarta - Penelitian kebijakan pembiayaan pendidikan dasar | PDF",20]