[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-494632-113":53,"doc-detail-494632-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","study-on-the-quality-of-lighting-sound-and-room-temperature-in-mosque-prayer-spaces-case-study-masjid-raya-jakarta-islamic-centre-koja-north-jakarta","STUDI KUALITAS PENCAHAYAAN, SUARA, DAN SUHU RUANG SALAT MASJID - Studi Kasus: Masjid Raya Jakarta Islamic Centre - Koja, Jakarta Utara","","Masjid sebagai tempat ibadah Muslim menuntut kondisi ruang yang mampu menghadirkan kenyamanan bagi jamaah pada setiap waktu salat. Kenyamanan ini dipengaruhi performa kualitas fisik ruang yang dapat dinilai melalui tingkat pencahayaan, suara, dan suhu. Seminar arsitektur ini menyajikan hasil penelitian pada ruang salat utama Masjid Raya Jakarta Islamic Centre, didasarkan pada pengamatan kondisi fisik serta pengukuran langsung menggunakan lux meter, sound level meter, dan termometer disertai analisis matematis.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/study-on-the-quality-of-lighting-sound-and-room-temperature-in-mosque-prayer-spaces-case-study-masjid-raya-jakarta-islamic-centre-koja-north-jakarta/494632/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/study-on-the-quality-of-lighting-sound-and-room-temperature-in-mosque-prayer-spaces-case-study-masjid-raya-jakarta-islamic-centre-koja-north-jakarta/494632.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Fahsai","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-05","2026-10-01",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa faktor fisik yang dinilai untuk menentukan kenyamanan ruang salat?","Question",{"text":109,"@type":110},"Kenyamanan ruang salat dinilai melalui kualitas pencahayaan, suara, dan suhu ruang.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana kualitas pencahayaan pada ruang salat dinilai?",{"text":114,"@type":110},"Penilaian pencahayaan mengacu standar The Society of Light and Lighting, dengan tingkat pencahayaan yang baik untuk prayer room masjid sebesar 150 lux.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana distribusi suara dalam ruang dinilai agar tidak bising dan merata?",{"text":118,"@type":110},"Distribusi suara dinilai menggunakan selisih nilai rata-rata SPL antar titik terhadap nilai minimum dan maksimum, dengan batas ketidakrataan maksimum 3 dB; jika selisih kurang dari 3 dB maka distribusi dianggap merata.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},494632,1791135963,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":141,"read_time":142},549768702563,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/8000c4aa63b76e948b?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1786536092046926083","STUDI KUALITAS PENCAHAYAAN, SUARA, DAN SUHU RUANG SALAT MASJID  \n(Studi Kasus: Masjid Raya Jakarta Islamic Centre – Koja, Jakarta Utara)  \nNazaruddin Khuluk  \nStaff pengajar prodi Arsitektur FT. UNKRIS.  \nAbstrak  \nMasjid adalah tempat ibadah umat Muslim, yang penggunaannya diharapkan dapat memberikan rasa kenyamanan bagi para jamaah di setiap waktu ibadahnya. Rasa nyaman ini merupakan dampak dari performa kualitasfisik ruang masjid, yang dapat diukur dari nilai kuantitas kondisi fisiknya yang meliputi tingkat pencahayaan, suara, dan suhu. Seminar Arsitektur ini mencoba memberikan gambaran tersebut dengan memaparkan hasil penelitian terhadap kualitaspencahayaan, suara, dan suhu di tempat utama ibadah, yaitu ruang salat dengan studi kasus ruang salat utama Masjid Raya Jakarta Islamic Centre. Pemaparan kondisi objektif ruang salat didasarkan pada hasil pengamatan kondisi fisik sertapengukuran langsung tingkat pencahayaan, suara, dan suhu menggunakan Lux Meter, Sound Level Meter, dan  \nTermometer dengan analisis matematis.  \nKata Kunci: masjid, kenyamanan, kualitas, fisika, pencahayaan, suara, suhu.  \n1. PENDAHULUAN  \nMasjid merupakan bangunan yang menjadi pusat kegiatan ibadah umat Muslim. Bentuk ibadah umat Muslim yang beraneka ragam membuat penggunaan masjid menjadi rutin dengan minimal setiap 5 waktu dalam satu hari, yaitu ketika pagidini hari, siang hari, sore hari, petang hari, dan malam hari. Kondisi ini menjadikan masjid sebagai salah satu tempat yang penggunaannya melalui beragam kondisiterhadap besarnya intensitas cahaya, suara, serta kondisi suhu. Oleh karena itu, desain bangunan masjid haruslah mengakomodasikebutuhan-kebutuhan fisik tersebut. Ruangdalam masjid (ruang salat) yang bermasalahakan berpengaruh buruk terhadap kenyamanan beribadah para jamaahnya.  \nSetiap muslim pasti menginginkankekhusyukan dalam salat, karena salat yang khusyuk bisa mendatangkan kenikmatan. Khusyuk adalah tuntutan seseorang yang akan terbentuk melalui koordinasi dengan ruang, sebagai wadah beraktivitas ibadah. Lingkungan harus menjadi pendukungaktivitas manusia. Arsitektur adalah hasil  \ndialog manusia dengan lingkungan, sehingga arsitektur yang terbentuk harusselalu sesuai dengan perkembangankebutuhan manusia terhadap lingkungannya. Termasuk di dalamnya lingkungan harus mendukung ketika manusia membutuhkan ketenangan saat berkhusyuk dalam salat (Syamsiyah, 2013) .  \nKenyamanan dan kekhusyukan beribadah sangat dipengaruhi oleh kondisi pencahayaan, suara, dan suhu di dalam ruang salat. Diharapkan cahaya di dalam ruang salat tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup, suara yang diperdengarkancukup keras namun tidak bising, serta suhu yang dirasakan nyaman. Kondisi nyamanini menjadi salah satu kriteria penting dalam perancangan ruang seperti halnya ruang salat, dimana kondisi ini akan berpengaruh terhadap terlaksananyakesempurnaan aktivitas ibadah baik secaraindividu maupun berjamaah.  \n2. TINJAUAN PUSTAKA  \nPenilaian kualitas pencahayaan dapat menggunakan standar dari The Society of Light and Lighting (2014), dimana tingkat pencahayaan yang baik untuk prayer room pada masjid (ruang salat) adalah sebesar 150 lux.  \nUntuk suara, terdapat beberapa faktoruntuk dapat menilai kualitasnya. Faktorfaktor tersebut meliputi kekerasan suara yang mencukupi, distribusi suara yang merata, dan tingkat bising yang rendah (Soegijanto, 2001) .  \nKekerasan suara dalam ruang diukurdengan Tingkat Tekanan Suara (Sound Pressure Level) dalam skala desibel (dB) . Nilai SPL menunjukkan kekuatan ataukekerasan suara yang ditangkap oleh pendengar pada suatu titik dalam ruang dengan jarak tertentu dari sumber suara. Jika suara yang dipancarkan dari sumber suara dapat ditangkap dengan kekerasanyang sama oleh pendengar pada semua posisi/titik dalam ruang, maka dapat dikatakan distribusi suara dalam ruang tersebut merata.  \nDalam Lawrence (1970), suara (sound) diklasifikasikan menjadi 3, yaitu speech (pidato/pembicaraan), music (musik), dan noise (kebisingan) . Menurut fu","cbCaiaeW07ottmYp","https://ap.wps.com/l/cbCaiaeW07ottmYp","pdf",146944,10,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar belakang kebutuhan kenyamanan ibadah\n# TINJAUAN PUSTAKA\n## Standar kualitas pencahayaan (lux)\n## Penilaian kualitas suara (SPL, distribusi, kebisingan)\n## Klasifikasi dan ambang tingkat suara\n## Standar kebisingan (Kepmen LH)\n## Standar penilaian kenyamanan suhu","[{\"question\":\"Apa faktor fisik yang dinilai untuk menentukan kenyamanan ruang salat?\",\"answer\":\"Kenyamanan ruang salat dinilai melalui kualitas pencahayaan, suara, dan suhu ruang.\"},{\"question\":\"Bagaimana kualitas pencahayaan pada ruang salat dinilai?\",\"answer\":\"Penilaian pencahayaan mengacu standar The Society of Light and Lighting, dengan tingkat pencahayaan yang baik untuk prayer room masjid sebesar 150 lux.\"},{\"question\":\"Bagaimana distribusi suara dalam ruang dinilai agar tidak bising dan merata?\",\"answer\":\"Distribusi suara dinilai menggunakan selisih nilai rata-rata SPL antar titik terhadap nilai minimum dan maksimum, dengan batas ketidakrataan maksimum 3 dB; jika selisih kurang dari 3 dB maka distribusi dianggap merata.\"}]","STUDI KUALITAS PENCAHAYAAN, SUARA, DAN SUHU RUANG SALAT MASJID - Studi Kasus: Masjid Raya Jakarta Islamic Centre - Koja, Jakarta Utara | PDF",1790894062,15]