[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-43289-id":3,"doc-seo-43289-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},43289,1099514067415,"Rowan","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/100002539d78ffe74a7?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779092875211072502",55,"Agama & Spiritualitas","STUDI FILSAFAT 2 Pembacaan Atas Tradisi Barat Modern","Studi Filsafat 2: Pembacaan Atas Tradisi Barat Modern membahas kebangkitan Islam di dunia Arab-Islam melalui tiga problem sikap kultural: terhadap tradisi Islam, terhadap tradisi Barat, dan terhadap realitas kekinian. Naskah mengkritik dominasi pendekatan tradisionalis-fundamentalis yang cenderung a-historis serta modernis-sekular yang dianggap mengandalkan tradisi Barat secara berlawanan. Ditegaskan bahwa keseimbangan ketiganya diperlukan agar tidak terjadi keretakan identitas dan kemerosotan kesatuan bangsa. Buku juga memotret krisis filsafat yang terjebak sebagai artefak beku.","[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \nSTUDI FILSAFAT 2 Pembacaan Atas Tradisi Barat Modern  \n[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \n[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \n[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \n[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \nSTUDI FILSAFAT 2  \nPembacaan Atas Tradisi Barat Modern © Hassan Hanafi, LKiS, 2015  \nxxx + 472 halaman, 14,5 x 21 cm  \n1. Filsafat Islam 2. Oksidenalisme  \n3. Orientalisme 4. Islamics Studies  \nISBN : 602-0809-02-1  \nISBN 13 : 978-602-0809-02-1  \nEditor : Najib Kailani  \nPenerjemah : Miftah Faqih  \nRancang Sampul : Haitami El-Jaid Setting/Layout: Tim Redaksi  \nPenerbit & Distribusi:  \nLKiS Yogyakarta  \nSalakan Baru No. 1 Sewon Bantul Jl. Parangtritis Km. 4,4 Yogyakarta Telp.: (0274) 387194  \nFaks.: (0274) 379430  \n[http://www.lkis.co.id](http://www.lkis.co.id)  \ne-mail: [lkis@lkis.com](lkis@lkis.com)  \nAnggota IKAPI Cetakan I: 2015  \nPercetakan:  \nPT LKiS Printing Cemerlang  \nSalakan Baru No. 1 Sewon Bantul Jl. Parangtritis Km. 4,4 Yogyakarta Telp.: (0274) 387194  \ne-mail: [lkis.printing@yahoo.com](lkis.printing@yahoo.com)  \n[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \nPengantar Redaksi  \nGagasan mengenai kebangkitan Islam (an-nahdah al-Islâmiyyah) di dunia Arab-Islam telah mengantarkan kaum muslimin kepadatiga persoalan utama, yakni sikap terhadap tradisi Islam, sikap terhadaptradisi Barat, dan sikap terhadap realitas kekinian. Ketiga persoalan ini, pada gilirannya, menjadi positioning sikap kultural yang menjadiporos perbincangan, perdebatan, dan pencarian para intelektual Arab kontemporer dalam upaya penggalian otentisitas tradisi yang diandaikan menjadi spirit dalam menghadapi realitas kekinian umat Islam (al-ashâlah wa al-mu ’âsarah) .  \nBerbagai eksperimentasi telah dilakukan, baik pada ranah politik maupun kebudayaan. Meskipun demikian, pandangan yang dominan dalam menyikapi ketiga persoalan di atas, kalau tidak apologis dan ideologis maka cenderung bersifat a-historis. Ini tampak pada frame works kalangan yang disebut tradisionalis dan fundamentalis. Kelompok ini beranggapan bahwa formula kebangkitan harus berpijak pada ranah tradisi. Mempertahankan tradisi, praktik dan pemikiran Islam klasik serta meresonansikannya untuk kembali pada ajaran Islam klasik secara total, dalam pandangan kelompok ini, merupakan suatukebutuhan bagi kebangkitan Islam.  \nDemikian juga halnya dengan kalangan yang disebut modernis dan sekular. Kelompok ini mengusung asumsi yang berkebalikan  \n[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \nvi Studi Filsafat 2  \ndari kelompok tradisionalis. Mereka beranggapan bahwa formula kebangkitan Islam harus mengambil dari tradisi Barat, karena Islam dianggap tidak mengatur secara mendetil masalah-masalah kenegaraanselain hanya nilai-nilai universalnya saja, seperti keadilan, persamaan, musyawarah, dan seterusnya.  \nDalam arena inilah, Hassan Hanafi, seorang intelektual muslim yang namanya sudah sangat populer di tengah wacana keislaman di tanah air, secara serius dan konsisten, yang disertai dengan dedikasi keilmuan yang tinggi dan tanpa lelah berusaha untuk keluar dari jebakan sikap apologetik-ideologis dan a-historis dari kecenderungandua kelompok di atas. Baginya, kebangkitan Islam tidak akan terwujud dengan hanya menonjolkan satu sikap kultural dan mengesampingkan dua sikap kultural yang lain, melainkan harus berpijak dalam keseimbangan pada ketiga sikap kultural di atas.  \nMenurut Hassan Hanafi, ketidakseimbangan di dalam sikapkultural, hanya akan menyebabkan pupusnya kesatuan identitas (wahdah asy-syakhshiyyah) dan “keretakan yang payah” di kalangan bangsa Arab sendiri, sehingga peradaban-peradaban, metode-metodependidikan dan aliran-aliran politik saling berbenturan, yang pada gilirannya hanya ","cbCaivpvLzmkaP7z","https://ap.wps.com/l/cbCaivpvLzmkaP7z","pdf",2750031,5,1,503,"Indonesian","id",113,"# Pengantar Redaksi\n## Problem Kebangkitan Islam dan Tiga Sikap Kultural\n## Kritik terhadap Tradisionalis-Fundamentalis dan Modernis-Sekular\n## Gagasan Keseimbangan Sikap Kultural Menurut Hassan Hanafi\n## Eksplorasi Kegelisahan dan Krisis Filsafat di Dunia Arab-Islam","[{\"question\":\"Apa tiga persoalan utama yang dibahas dalam pengantar buku ini terkait kebangkitan Islam?\",\"answer\":\"Tiga persoalan itu adalah sikap terhadap tradisi Islam, sikap terhadap tradisi Barat, dan sikap terhadap realitas kekinian. Ketiganya menjadi poros perbincangan dan perdebatan intelektual Arab kontemporer.\"},{\"question\":\"Mengapa pendekatan tradisionalis dan fundamentalis dikritik dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Pendekatan itu dinilai cenderung a-historis jika tidak bersifat apologis dan ideologis. Kelompok ini menganggap formula kebangkitan harus berpijak pada ranah tradisi dan meresonansikan Islam klasik secara total.\"},{\"question\":\"Apa gagasan inti Hassan Hanafi tentang posisi kebangkitan Islam menurut dokumen?\",\"answer\":\"Kebangkitan Islam tidak akan terwujud hanya dengan menonjolkan satu sikap kultural dan mengesampingkan dua yang lain. Keseimbangan ketiga sikap kultural diperlukan untuk menjaga kesatuan identitas dan mencegah keretakan yang merugikan bangsa Arab.\"}]",1783379730,775,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"studi-filsafat-2-pembacaan-atas-tradisi-barat-modern","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/studi-filsafat-2-pembacaan-atas-tradisi-barat-modern/43289/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-18","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa tiga persoalan utama yang dibahas dalam pengantar buku ini terkait kebangkitan Islam?","Question",{"text":76,"@type":77},"Tiga persoalan itu adalah sikap terhadap tradisi Islam, sikap terhadap tradisi Barat, dan sikap terhadap realitas kekinian. Ketiganya menjadi poros perbincangan dan perdebatan intelektual Arab kontemporer.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Mengapa pendekatan tradisionalis dan fundamentalis dikritik dalam dokumen ini?",{"text":81,"@type":77},"Pendekatan itu dinilai cenderung a-historis jika tidak bersifat apologis dan ideologis. Kelompok ini menganggap formula kebangkitan harus berpijak pada ranah tradisi dan meresonansikan Islam klasik secara total.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Apa gagasan inti Hassan Hanafi tentang posisi kebangkitan Islam menurut dokumen?",{"text":85,"@type":77},"Kebangkitan Islam tidak akan terwujud hanya dengan menonjolkan satu sikap kultural dan mengesampingkan dua yang lain. Keseimbangan ketiga sikap kultural diperlukan untuk menjaga kesatuan identitas dan mencegah keretakan yang merugikan bangsa Arab.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,97,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":96},60,"religion-spirituality",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":95,"slug":100},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":95,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":95,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":95,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":95,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":95,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":95,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":95,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":95,"slug":132},57,"Umum","general"]