[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-43287-id":3,"doc-seo-43287-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":83},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},43287,1099514067415,"Rowan","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/100002539d78ffe74a7?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779092875211072502",55,"Agama & Spiritualitas","STUDI FILSAFAT 1 Pembacaan Atas Tradisi Islam Kontemporer","STUDI FILSAFAT 1: Pembacaan Atas Tradisi Islam Kontemporer membahas gagasan kebangkitan Islam di dunia Arab-Islam melalui tiga persoalan utama: sikap terhadap tradisi Islam, sikap terhadap tradisi Barat, dan sikap terhadap realitas kekinian. Teks mengkritik kecenderungan tradisionalis-fundamentalis yang apologis serta modernis-sekularis yang a-historis. Buku menonjolkan pendekatan seimbang menurut Hassan Hanafi: menjaga keseimbangan tiga sikap kultural agar tidak terjadi keretakan identitas Arab. Kajian juga memotret krisis filsafat yang “beku” dan belum berdialog dengan konteks sekarang.","[http://pustaka-indo.blogspot.com](http://pustaka-indo.blogspot.com)  \nSTUDI FILSAFAT 1 PembacaanAtasTradisi Islam Kontemporer  \n[http://pustaka-indo.blogspot.com](http://pustaka-indo.blogspot.com)  \n[http://pustaka-indo.blogspot.com](http://pustaka-indo.blogspot.com)  \n[http://pustaka-indo.blogspot.com](http://pustaka-indo.blogspot.com)  \n[http://pustaka-indo.blogspot.com](http://pustaka-indo.blogspot.com)  \nSTUDI FILSAFAT 1  \nPembacaanAtas Tradisi Islam Kontemporer © Hassan Hanafi, LKiS, 2015  \nxxx + 344 halaman, 14,5 x 21 cm  \n1. Filsafat ISlam 2. Oksidenalisme  \n3. Orientalisme 4. Islamics Studies  \nISBN : 602-0809-01-3  \nISBN 13 : 978-602-0809-01-4  \nEditor : Najib Kailani  \nPenerjemah : Miftah Faqih  \nRancang Sampul : Haitami El-Jaid Setting/Layout: Tim Redaksi  \nPenerbit & Distribusi:  \nLKiS Yogyakarta  \nSalakan Baru No. 1 Sewon Bantul Jl. Parangtritis Km. 4,4 Yogyakarta Telp.: (0274) 387194  \nFaks.: (0274) 379430  \n[http://www.lkis.co.id](http://www.lkis.co.id)  \ne-mail: [lkis@lkis.com](lkis@lkis.com)  \nAnggota IKAPI Cetakan I: 2015  \nPercetakan:  \nPT LKiS Printing Cemerlang  \nSalakan Baru No. 1 Sewon Bantul Jl. Parangtritis Km. 4,4 Yogyakarta Telp.: (0274) 387194  \ne-mail: [lkis.printing@yahoo.com](lkis.printing@yahoo.com)  \n[http://pustaka-indo.blogspot.com](http://pustaka-indo.blogspot.com)  \nPengantar Redaksi  \nGagasan mengenai kebangkitan Islam (an-nahdah al-Islâmiyyah) di dunia Arab-Islam telah mengantarkan kaum muslimin kepadatiga persoalan utama, yakni sikap terhadap tradisi Islam, sikap terhadaptradisi Barat, dan sikap terhadap realitas kekinian. Ketiga persoalan ini, pada gilirannya, menjadi positioning sikap kultural yang menjadiporos perbincangan, perdebatan, dan pencarian para intelektual Arab kontemporer dalam upaya penggalian otentisitas tradisi yang diandaikan menjadi spirit dalam menghadapi realitas kekinian umat Islam (al-ashâlah wa al-mu ’âsarah) .  \nBerbagai eksperimentasi telah dilakukan, baik pada ranah politik maupun kebudayaan. Meskipun demikian, pandangan yang dominan dalam menyikapi ketiga persoalan di atas, kalau tidak apologis dan ideologis maka cenderung bersifat a-historis. Ini tampak pada frame works kalangan yang disebut tradisionalis dan fundamentalis. Kelompok ini beranggapan bahwa formula kebangkitan harus berpijak pada ranah tradisi. Mempertahankan tradisi, praktik dan pemikiran Islam klasik serta meresonansikannya untuk kembali pada ajaran Islam klasik secara total, dalam pandangan kelompok ini, merupakan suatukebutuhan bagi kebangkitan Islam.  \nDemikian juga halnya dengan kalangan yang disebut modernis dan sekular. Kelompok ini mengusung asumsi yang berkebalikan  \n[http://pustaka-indo.blogspot.com](http://pustaka-indo.blogspot.com)  \nvi Studi Filsafat 1  \ndari kelompok tradisionalis. Mereka beranggapan bahwa formula kebangkitan Islam harus mengambil dari tradisi Barat, karena Islam dianggap tidak mengatur secara mendetil masalah-masalah kenegaraanselain hanya nilai-nilai universalnya saja, seperti keadilan, persamaan, musyawarah, dan seterusnya.  \nDalam arena inilah, Hassan Hanafi, seorang intelektual muslim yang namanya sudah sangat populer di tengah wacana keislaman di tanah air, secara serius dan konsisten, yang disertai dengan dedikasi keilmuan yang tinggi dan tanpa lelah berusaha untuk keluar dari jebakan sikap apologetik-ideologis dan a-historis dari kecenderungandua kelompok di atas. Baginya, kebangkitan Islam tidak akan terwujud dengan hanya menonjolkan satu sikap kultural dan mengesampingkan dua sikap kultural yang lain, melainkan harus berpijak dalam keseimbangan pada ketiga sikap kultural di atas.  \nMenurut Hassan Hanafi, ketidakseimbangan di dalam sikapkultural, hanya akan menyebabkan pupusnya kesatuan identitas (wahdah asy-syakhshiyyah) dan “keretakan yang payah” di kalangan bangsa Arab sendiri, sehingga peradaban-peradaban, metode-metodependidikan dan aliran-aliran politik saling berbenturan, yang pada gilirannya hanya mengakibatkan kesatuan nasional dan identitas keb","cbCaigwXLzq4HaFY","https://ap.wps.com/l/cbCaigwXLzq4HaFY","pdf",2348624,3,1,375,"Indonesian","id",113,"# Pengantar Redaksi\n## Tiga persoalan kebangkitan Islam\n## Kritik tradisionalis dan fundamentalis\n## Kritik modernis dan sekular\n## Gagasan keseimbangan sikap kultural Hassan Hanafi\n## Krisis filsafat dan dialog dengan realitas kekinian","[{\"question\":\"Apa yang ditegaskan Hassan Hanafi tentang cara mencapai kebangkitan Islam?\",\"answer\":\"Kebangkitan tidak diwujudkan dengan menonjolkan satu sikap kultural saja, melainkan dengan keseimbangan ketiga sikap kultural agar tidak terjadi keretakan identitas dan benturan di berbagai bidang.\"}]",1783379713,578,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":78,"head_meta":80,"extra_data":82,"updated_unix":28},"studi-filsafat-1-pembacaan-atas-tradisi-islam-kontemporer","",{"@graph":36,"@context":77},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/studi-filsafat-1-pembacaan-atas-tradisi-islam-kontemporer/43287/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-14","2026-07-06",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa yang ditegaskan Hassan Hanafi tentang cara mencapai kebangkitan Islam?","Question",{"text":75,"@type":76},"Kebangkitan tidak diwujudkan dengan menonjolkan satu sikap kultural saja, melainkan dengan keseimbangan ketiga sikap kultural agar tidak terjadi keretakan identitas dan benturan di berbagai bidang.","Answer","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":79,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":81,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":84},[85,88,92,96,100,104,108,112,116,120],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":86,"slug":87},60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":86,"slug":107},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":86,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":86,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":86,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":86,"slug":123},57,"Umum","general"]