[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-232359-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-232359-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","students-perceptions-of-traffic-jams-in-malang-city-at-muhammadiyah-university-of-malang","Persepsi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang tentang Kemacetan di Kota Malang","","Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang mengenai kemacetan di Kota Malang. Kota Malang dipilih karena dikenal sebagai Kota Pendidikan di Jawa Timur dengan banyak perguruan tinggi yang berdekatan, sehingga meningkatkan populasi dan jumlah kendaraan. Lokasi kampus berada di area yang rentan macet. Metode kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam untuk menggali pengalaman harian mahasiswa yang menjadi komuter dari Malang Kota, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Temuan menunjukkan kemacetan dipandang sebagai masalah yang perlu ditangani, namun mahasiswa merasa bukan pihak utama dalam penyelesaiannya, meski tetap menggunakan kendaraan pribadi.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/students-perceptions-of-traffic-jams-in-malang-city-at-muhammadiyah-university-of-malang/232359/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/students-perceptions-of-traffic-jams-in-malang-city-at-muhammadiyah-university-of-malang/232359.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Levi","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":33},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Penelitian ini bertujuan apa terkait kemacetan di Kota Malang?","Question",{"text":62,"@type":63},"Penelitian bertujuan mengetahui persepsi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang tentang kemacetan di Kota Malang, termasuk pengalaman dan pengetahuan mereka.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Mengapa Kota Malang dipilih sebagai lokasi penelitian?",{"text":67,"@type":63},"Kota Malang dipilih karena dikenal sebagai Kota Pendidikan di Jawa Timur dengan banyak perguruan tinggi yang lokasinya berdekatan, sehingga menarik banyak pendatang yang meningkatkan populasi dan kendaraan.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Bagaimana metode penelitian untuk menggali persepsi mahasiswa?",{"text":71,"@type":63},"Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam kepada mahasiswa yang terdampak kemacetan harian, termasuk komuter dari Malang Kota, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},232359,1789071411,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,104,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":106},54,"research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":105,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":136,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":142},7971461740909,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","Persepsi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Tentang Kemacetan di Kota Malang  \nMochamad Aan Sugiharto  \nProgram Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas  \nMuhammadiyah Malang  \ne-mail: [aansugiharto@umm.ac.id](aansugiharto@umm.ac.id)  \nAbstract.  \nThis study intends to determine the perceptions of students at the University of Muhammadiyah Malang about traffic jams in the city of Malang. Malang City was chosen as the research location because Malang City has been known as the City of Education in East Java, one of the reasons is because of the many universities in Malang. University of Muhammadiyah Malang was chosen because of several considerations, oneof which is because the location of the campus is located in a location which is currently known as the area with the most traffic jams. The number of students is very large, making Malang City very suitable for obtaining data related to student perceptions of congestion, especially traffic jams that occur in Malang City. The research was conducted using qualitative methods with in-depth interviews with students of the University of Muhammadiyah Malang with the aim of being able to reveal the experiences and knowledge of research subjects related to congestion from which the students' perceptions of congestion can be obtained. The research subjects were selected by students of the University of Muhammadiyah Malang who have been affected by traffic jams in Malang City, namely those who live in Malang City, Malang Regency and Batu City who daily have to travel back and forth (commuter) and pass through congestion points in Malang. the streets of Malang City. The result of this research is that congestion is considered a problem that needs to be resolved, but students feel that they are not the party that must be involved in solving congestion problems. This can be seen from students still using private vehicles even though they know that one of the causes of congestion is the high number of private vehicle use.  \nKata kunci: Traffic Jams, Kota Malang, University, perception  \nPendahuluan  \nBagian terbesar umat manusia didunia tinggal di kota, dan porsinya akan bertambah lagi seiring dengan berjalannya waktu. Oleh sebab itu, fenomena kota dan masyarakatnya adalah fenomena masyarakat manusia itu sendiri. Karena hampir segala dinamika realitas persoalan suprastruktur sosial, budaya, politik dan agama sertainfrastruktur ekonomi umat manusiapada saat ini berpusat di kota. 1  \nKota Malang yang memiliki luas wilayah 145,28 km2 dikenal karenabeberapa hal, termasuk dari segi pendidikan. Kota yang menjadi bagian dari Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu) ini jugadikenal sebagai kota pendidikan karenamemiliki banyak Perguruan Tinggi yang lokasinya berdekatan. Setidaknya ada 59 Perguruan Tinggi (4 PTN dan 55 PTS) yang terdapat di Kota Malang yang hanya terdiri dari 5 kecamatan tersebut,  \n1 Prof.Dr.Damsar, Pengantar sosiologi perkotaan.2017  \nsehingga lokasi antar Perguruan Tinggi jelas tidak berjauhan.2  \nMemiliki banyak Perguruan Tinggi tentu menguntungkan bagi Kota Malang, salah satunya adalah Kota Malang dikenal juga dengan sebutan Kota Pendidikan di Jawa Timur.3 Dengan banyaknya jumlah Perguruan Tinggi yang terdapat di Kota Malang, tentu berdampak pada populasi penduduk. Banyak orang dari luar Kota Malang akan datang ke Kota Malang untuk menempuh pendidikan di banyak Perguruan Tinggi tersebut, baik mereka yang berasal dari Jawa Timur maupun dari luar Jawa Timur, bahkan luar Jawa. Hal tersebut membuat populasi penduduk di Kota Malang meningkat, jumlah kendaraan juga meningkat yang merupakan efek dari jumlah populasi yang meningkat tadi. Kenaikan jumlah kendaraan tersebut tentu salah satunyaberasal dari kendaraan milik mahasiswayang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi yang ada di Kota Malang, salah satunya adalah di Universitas Muhammadiyah Malang. Selama hari aktif perkuliahan, bisadipastikan tempat parkir kendaraan mahasiswa teru","cbCaih9qX64kzGDS","https://ap.wps.com/l/cbCaih9qX64kzGDS","pdf",206643,5,8,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar belakang Kota Malang sebagai kota pendidikan\n## Dampak peningkatan populasi dan kendaraan terhadap kepadatan lalu lintas\n## Titik-titik kemacetan di sekitar perguruan tinggi dan jalan utama","[{\"question\":\"Penelitian ini bertujuan apa terkait kemacetan di Kota Malang?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengetahui persepsi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang tentang kemacetan di Kota Malang, termasuk pengalaman dan pengetahuan mereka.\"},{\"question\":\"Mengapa Kota Malang dipilih sebagai lokasi penelitian?\",\"answer\":\"Kota Malang dipilih karena dikenal sebagai Kota Pendidikan di Jawa Timur dengan banyak perguruan tinggi yang lokasinya berdekatan, sehingga menarik banyak pendatang yang meningkatkan populasi dan kendaraan.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode penelitian untuk menggali persepsi mahasiswa?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam kepada mahasiswa yang terdampak kemacetan harian, termasuk komuter dari Malang Kota, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.\"}]","Persepsi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang tentang Kemacetan di Kota Malang | PDF",12]